• Peta Situs
  • Kerjasama & Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kabar Hari Ini
Jumat, Oktober 16, 2026
harianmuria
  • Home
  • Nasional
  • Berita Daerah
    • Blora
    • Rembang
    • Grobogan
    • Pati
    • Jepara
    • Kendal
    • Demak
    • Kudus
    • Semarang
  • Artikel
    • Biografi
    • Kesehatan
    • Kuliner
    • Lifestyle
    • Parenting
    • Silabus & RPP
    • Tips
    • Travelling
  • Box Redaksi
No Result
View All Result
harianmuria
  • Home
  • Nasional
  • Berita Daerah
    • Blora
    • Rembang
    • Grobogan
    • Pati
    • Jepara
    • Kendal
    • Demak
    • Kudus
    • Semarang
  • Artikel
    • Biografi
    • Kesehatan
    • Kuliner
    • Lifestyle
    • Parenting
    • Silabus & RPP
    • Tips
    • Travelling
  • Box Redaksi
No Result
View All Result
harianmuria
No Result
View All Result

Ekonomi Lesu Bikin PAD Semarang Macet, Pemkot Genjot Sejumlah Sektor Pajak

Sekar Sari by Sekar Sari
18 Agustus 2026
in Semarang
67 2
Kepala Badan Pendapatan Daerah Diah Supartiningtias saat diwawancarai awak media, Selasa, 18 Agustus 2026. (Syahril Muadz/Harianmuria.com)

Kepala Badan Pendapatan Daerah Diah Supartiningtias saat diwawancarai awak media, Selasa, 18 Agustus 2026. (Syahril Muadz/Harianmuria.com)

528
VIEWS
Tanya ChatGPTShare to FacebookWhatsAppTelegram

SEMARANG, Harianmuria.com – Kondisi ekonomi yang lesu menjadi salah satu penyebab Pendapatan Asli Daerah Kota Semarang macet. Alhasil Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang melakukan rasionalisasi anggaran yang mengakibatkan beberapa program gagal terlaksana.

Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kota Semarang Diah Supartiningtias mengaku penurunan pendapatan terjadi di berbagai sektor.

“Kendalanya kan situasi perekonomian secara nasional yang menurun. Jadi, tentunya ini juga memerlukan effort yang sangat luar biasa untuk mencapai target ini,” katanya, Selasa, 18 Agustus 2026.

Sehingga, Diah menekankan kepada dinas-dinas terkait agar terus merealisasikan target pendapatan.

“Dan teman-teman di sini yang punya pendapatan itu harus terus meningkatkan realisasi pendapatannya,” ujarnya.

Ia menjelaskan bahwa sektor pendapatan seperti Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB) juga mengalami penurunan akibat lesunya ekonomi, angkanya mencapai 1.000 transaksi jika dibandingkan dengan tahun lalu.

“Yang belum optimal ya memang perlu di gas lagi, ada BPHTB. Cuman BPHTB itu kan kita tidak bisa memaksa orang untuk bertransaksi. Sedangkan transaksi itu kan tergantung masyarakat. Nah, dengan kondisi ekonomi yang seperti ini, transaksinya ada penurunan hingga 1.000 transaksi, kalau dibandingkan tahun kemarin,” katanya.

Selain itu, pendapatan atas pajak air tanah juga menurun. Walaupun begitu, menurut Diah angkanya tidak terlalu besar. 

Menurutnya, saat ini Pemkot Semarang juga tengah mempersiapkan Perwal untuk menerapkan Peraturan Gubernur Jawa Tengah Nomor 7 2025 tentang Penetapan Nilai Perolehan Air Tanah. Jika diterapkan, kata Diah, kenaikan pajak air tanah dapat mencapai 400 persen.

“Kita masih harmonisasi dan mempersiapkan Perwal-nya, memang kalau kita terapkan di Kota Semarang sekarang, itu pajaknya akan naik sekitar 400%,” ujarnya.

Lebih jauh, pihaknya juga menyatakan tengah menggenjot pendapatan dari pajak kendaraan bermotor (PKB). Meski pajak tersebut milik provinsi, namun Kota Semarang mendapatkan opsen pajak.

“Karena pajak PKB dan BBNKB itu kan pajaknya yang mungut provinsi. Sedangkan kita mendapatkan opsen-nya. Sehingga kita punya kewajiban untuk membantu provinsi dalam meningkatkan realisasi pendapatannya,” tuturnya.

Ia juga menjelaskan bahwa Bapenda tengah berkoordinasi dengan lintas sektor hingga aparatur daerah, dari mulai kecamatan hingga kelurahan, untuk membantu pembaruan data serta penagihan PBB.

“Kita juga bekerja sama dengan Satpol PP, serta dengan Kanwil DJP pajak terkait pertukaran data. Jadi, sinkronisasi data untuk pajak pusat yang dipungut oleh DJP dengan pajak daerah yang dipungut melalui Bapenda,” kata Diah.

Diah berharap, masyarakat dapat mendukung pemerintah dengan tertib pajak, karena pembangunan Kota Semarang hanya bertumpu pada pendapatan pajak. Terlebih transfer dana dari pusat juga mengalami pengurangan.

“Kalaupun kita Pemerintah Kota Semarang sudah bekerja keras tanpa support dari masyarakat untuk sadar membayar pajak ya, tentunya ini akan mustahil. Apalagi ini ditambah transfer dari pusat menurun banyak hingga Rp 440 miliar sekian,” tuturnya.

Jurnalis: Syahril Muadz
Editor: Sekar

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari harianmuria.com
Tags: Berita SemarangPemkot Semarang
SummarizeShare38SendShare
Previous Post

Warga Rembang Tewas Usai Duel dengan Keponakan, Begini Kronologinya

Next Post

Kampung Nelayan Merah Putih Gempolsewu Resmi Dibangun, Bupati Kendal: Langkah Modernisasi Kawasan Pesisir

Sekar Sari

Sekar Sari

Berita Terkait

Penghuni Nunggak Sewa 9 Bulan, 4 Kamar Rusun Kaligawe Semarang Disegel Satpol PP

Penghuni Nunggak Sewa 9 Bulan, 4 Kamar Rusun Kaligawe Semarang Disegel Satpol PP

by Rosyid
14 Oktober 2026
527

SEMARANG, Harianmuria.com – Satpol PP Kota Semarang menyegel empat unit kamar di Rumah Susun (Rusun) Kaligawe setelah penghuninya tak kunjung melunasi tunggakan sewa. Penyegelan dilakukan setelah serangkaian pemanggilan...

Tak Sesuai Aturan, Aktivitas Parkir di Jalan D.I. Panjaitan Semarang Ditertibkan

Tak Sesuai Aturan, Aktivitas Parkir di Jalan D.I. Panjaitan Semarang Ditertibkan

by Rosyid
13 Oktober 2026
580

SEMARANG, Harianmuria.com – Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Semarang menindak aktivitas parkir yang tidak sesuai aturan di Jalan Mayor Jenderal D.I. Panjaitan. Penertiban dilakukan melalui patroli rutin petugas Dishub...

Pengosongan Gedung Pandanaran Dipertanyakan, DPRD Semarang Minta Bukti Kajian Teknis

Pengosongan Gedung Pandanaran Dipertanyakan, DPRD Semarang Minta Bukti Kajian Teknis

by Sekar Sari
13 Oktober 2026
707

SEMARANG, Harianmuria.com - DPRD Kota Semarang menyoroti rencana pengosongan Gedung Pandanaran di kawasan Tugu Muda milik Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang. Komisi B DPRD Kota Semarang pun meminta Pemkot...

OPD Penghuni Gedung Pandanaran Semarang Belum Bersiap Pindah, Masih Tunggu Instruksi Resmi

OPD Penghuni Gedung Pandanaran Semarang Belum Bersiap Pindah, Masih Tunggu Instruksi Resmi

by Sekar Sari
11 Oktober 2026
983

SEMARANG, Harianmuria.com - Sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD) yang berkantor di Gedung Pandanaran, di kawasan Tugu Muda, Kota Semarang belum melakukan persiapan pindahan. Sejumlah kepala OPD mengaku masih...

Load More

BERITA UTAMA

Investor Jepang Ingin Bangun Pabrik Biometan di Blora, Bupati: Lirik Potensi Limbah Pertanian

Investor Jepang Ingin Bangun Pabrik Biometan di Blora, Bupati: Lirik Potensi Limbah Pertanian

16 Oktober 2026
536
Festival Literasi Blora 2026 Digelar 4 Hari, Bupati Dorong Budaya Baca hingga Desa

Festival Literasi Blora 2026 Digelar 4 Hari, Bupati Dorong Budaya Baca hingga Desa

15 Oktober 2026
527
RSU Permata Tambah 10 Unit ICU Baru, Bupati Blora: Utamakan Keselamatan Pasien

RSU Permata Tambah 10 Unit ICU Baru, Bupati Blora: Utamakan Keselamatan Pasien

14 Oktober 2026
530
Rembang Bisa Hemat Rp300 M Jika Gaji PPPK Dibayar Pusat, Bupati: Tapi TKD Harus Tetap

Rembang Bisa Hemat Rp300 M Jika Gaji PPPK Dibayar Pusat, Bupati: Tapi TKD Harus Tetap

13 Oktober 2026
546

TRENDING HARI INI

  • Didanai APBN Rp400 Juta, Pemkab Kudus Buka 5 Kelas Pelatihan Kerja

    Didanai APBN Rp400 Juta, Pemkab Kudus Buka 5 Kelas Pelatihan Kerja

    98 shares
    Share 39 Tweet 25
  • Kemarau Panjang, Warga Sambongrejo Blora Mulai Krisis Air Bersih

    101 shares
    Share 40 Tweet 25
  • Masih Ada SPPG Tak Serap Telur Lokal, Peternak Kendal Minta BGN Tindak Tegas

    208 shares
    Share 83 Tweet 52
  • KPK Tangkap Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo: Diduga Suap BPK dan Pengadaan Barang Jasa

    97 shares
    Share 39 Tweet 24
  • Investor Jepang Ingin Bangun Pabrik Biometan di Blora, Bupati: Lirik Potensi Limbah Pertanian

    96 shares
    Share 38 Tweet 24
  • Gubernur Jateng Tanggapi Kabar Bupati Klaten Terjaring OTT KPK

    96 shares
    Share 38 Tweet 24
  • OTT KPK di Klaten: Uang Rp1 Miliar Disita, 20 Orang Diamankan Termasuk Bupati Klaten

    95 shares
    Share 38 Tweet 24
Harian Muria

Harian Muria Merupakan Media Online Tersertifikasi Dewan Pers Dengan Nomer 1287/DP-VERIFIKASI/K/X/2024

Penerbit :
PT. Mediatama Anugrah Pers
SK. Kemenkumham RI Nomor : AHU-0008754.AH.01.01.TAHUN 2023

PILIHAN EDITOR

Dinkes Rembang Buka Aduan Masyarakat, Tenaga Puskesmas Dilatih Service Excellence

Dinkes Rembang Buka Aduan Masyarakat, Tenaga Puskesmas Dilatih Service Excellence

28 Juli 2026
670
Ilustrasi biji kopi. (Freepik/Harianmuria.com)

Punya Karakteristik yang Berbeda, Ketahui Perbedaan Kopi Jenis Arabika dan Robusta

17 September 2023
857

IKUTI SOSMED KAMI

  • Peta Situs
  • Box Redaksi
  • Kerjasama & Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

© 2026 Harian Muria - Portal Berita Muria Raya dan Sekitarnya

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • Berita Daerah
    • Blora
    • Demak
    • Grobogan
    • Jepara
    • Kendal
    • Kudus
    • Pati
    • Rembang
    • Semarang
  • Artikel
    • Biografi
    • Kesehatan
    • Kuliner
    • Lifestyle
    • Parenting
    • Silabus & RPP
    • Tips
    • Travelling
  • Box Redaksi
  • Kerjasama & Iklan

© 2026 Harian Muria - Portal Berita Muria Raya dan Sekitarnya