GROBOGAN, Harianmuria.com – Tumpukan sampah TPS3R Kelurahan Danyang Kabupaten Grobogan mendapat keluhan masyarakat karena mengganggu pengguna jalan di jalur utama Purwodadi–Toroh.
Menindaklanjuti masalah tersebut, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Grobogan menyewa alat berat dari luar untuk membersihkan sampah tersebut.
“Sudah mulai Rabu, DLH sudah melakukan pembersihan sampah dengan alat berat untuk dipindah ke truk kontainer sampah dan dibawa ke TPA Ngembak,” kata Kepala DLH, Heru Dwi Cahyono, Kamis, 7 Agustus 2026.
Menurutnya, keterbatasan anggaran membuat DLH hanya menyewa alat berat tersebut karena peruntukannya mendesak.
“Ini solusi jangka pendek kita untuk mengatasi sampah di TPS3R yang dikeluhkan masyarakat. Kita sewa alat berat ini, karena untuk saat ini anggaran terbatas. Nanti ke depan kita wujudkan dengan penambahan alat berat di anggaran yang akan datang,” jelasnya.
DLH juga memetakan persoalan serupa di perbatasan Desa Sambung dan Desa Ketangirejo, Kecamatan Godong. Lokasi tersebut kerap dijadikan tempat pembuangan sampah liar karena belum tersedia tempat penampungan sementara.
Sebagai solusi jangka panjang, DLH Grobogan berencana menambah 31 unit kontainer sampah pada tahun 2027. Kontainer sampah akan ditempatkan di sejumlah pasar desa serta titik-titik strategis yang selama ini belum memiliki fasilitas penampungan sampah.
Heru berharap pemerintah desa turut mendukung dengan menyediakan lahan sebagai tempat peletakan kontainer.
“Kami akan berkolaborasi dengan pemerintah desa, ayo diusulkan dan tolong disediakan tempat landasan untuk kontainer yang akan kita letakkan di sana. Itu yang pertama,” katanya.
Kontainer sampah juga akan ditempatkan di sepanjang jalur strategis, termasuk kawasan Desa Sambung, untuk mengurangi praktik pembuangan sampah di tepi jalan.
“Kenapa banyak yang buang sampah di sana karena sepanjang jalan tersebut tidak ada TPS. Masyarakat mau buang di mana, kan tidak ada. Jadi, di sepanjang jalan itu memang rencana kami akan taruh paling tidak satu kontainer,” terangnya.
DLH juga mengimbau masyarakat agar membuang sampah langsung ke dalam kontainer dan tidak meletakkannya di luar tempat penampungan.
“Personel kita sangat terbatas, jadi kita imbau kalau sudah ada kontainer ini, buang di dalam kontainernya. Jangan di luar karena itu akan merepotkan, sehingga armada datang tinggal ditarik,” ujarnya.
Menurut Heru, keberhasilan penanganan sampah tidak hanya bergantung pada pemerintah, tetapi juga membutuhkan partisipasi aktif masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan.
“Kalau sampahnya dibuang sembarangan walaupun di depannya ada kontainer sampah, dibuang dengan dilempar tapi tidak masuk, itu akan menambah masalah baru lagi. Maka, kami imbau ayo kita sama-sama peduli lingkungan dengan tidak membuang sampah sembarangan,” katanya.
Ia pun mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama menyelesaikan persoalan sampah mulai dari pengurangan, pengelolaan, hingga pembuangan yang benar.
“Ayo kita bareng-bareng. Pemerintah menyiapkan sarana prasarana, menyiapkan sistemnya, masyarakat juga harus membantu mengurangi sampah dan juga ikut berpartisipasi dalam membuang sampah pada tempatnya,” pungkasnya.
Jurnalis: Ahmad Abror
Editor: Ulfa











