REMBANG, Harianmuria.com – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Rembang akan mengumpulkan guru-guru Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan (PJOK) buntut musibah yang menimpa seorang siswi SMP Negeri 2 Rembang saat mengikuti pelajaran olahraga.
Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Dindikpora) Kabupaten Rembang, Achmad Solchan, menyampaikan duka cita mendalam atas meninggalnya siswi tersebut.
Ia menegaskan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Rembang akan melakukan evaluasi serta penguatan aspek keselamatan dalam kegiatan pembelajaran, agar tidak terjadi kejadian serupa di kemudian hari.
“Tentunya kita semua nggak ada yang menghendaki seperti ini, benar-benar musibah bagi kami, bagi keluarga besar pendidikan. Kami mengucapkan bela sungkawa kepada keluarga siswa, semoga siswa husnul khotimah,” ujarnya, Rabu, 5 Agustus 2026.
Ia juga mengatakan pemanggilan guru-guru PJOK guna mengidentifikasi berbagai faktor yang perlu mendapat perhatian.
Menurut Solchan, keselamatan peserta didik harus menjadi prioritas dalam setiap proses pembelajaran, terutama saat kegiatan olahraga yang melibatkan aktivitas fisik.
“Kami akan menggali berbagai kondisi dan permasalahan yang ada di lapangan, kemudian merumuskan langkah-langkah yang diperlukan. Harapannya, kejadian ini menjadi pelajaran bersama sehingga aspek keselamatan dalam pembelajaran dapat semakin diperkuat,” jelasnya.
Selain itu, kata dia, pihak SMPN 2 Rembang dan guru yang mengajar PJOK akan dimintai keterangan mengenai peristiwa tersebut.
“Pak guru belum kami mintai penjelasan, tetap akan kami mintai penjelasan kronologinya. Kami akan mengambil tindakan-tindakan preventif,” kata Sholchan.
Atas kejadian tersebut, pihaknya berharap seluruh sekolah terus meningkatkan kewaspadaan dan penerapan prosedur keselamatan dalam setiap kegiatan pembelajaran, sehingga lingkungan pendidikan tetap menjadi tempat yang aman dan nyaman bagi peserta didik.
Jurnalis: Lingkarjateng Group Network











