BLORA, Harianmuria.com – Pemerintah Kabupaten Blora meniadakan pemilihan Kakang Mbakyu Duta Wisata Blora tahun 2026 sebagai tindak lanjut imbas pemotongan dana transfer pusat ke daerah (TKD).
Kepala Bidang Pariwisata Dinas Pemuda, Olahraga, Kebudayaan dan Pariwisata (Dinporabudpar) Blora, Yetti Romdhonah, menjelaskan pemilihan duta wisata yang menjadi promosi potensi pariwisata, budaya, dan ekonomi kreatif itu masuk dalam daftar kegiatan yang terkena efisiensi anggaran.
Pemkab Blora memilih memfokuskan alokasi dana untuk program-program yang bersentuhan langsung dengan pelayanan publik hingga kebutuhan masyarakat.
“Untuk pemilihan Kakang Mbakyu Duta Wisata Blora 2026 ditiadakan dan masa bhakti Kakang Mbakyu Blora 2025 diperpanjang. Beberapa pemda di Jawa Tengah juga ada yang meniadakan pemilihan Kakang Mbakyu,” ujar Yetti, Rabu, 5 Agustus 2026.
Pihaknya juga belum bisa memastikan pemilihan duta wisata berikutnya karena pelaksanaannya bergantung anggaran pemerintah.
“Untuk 2027 nanti kita belum tahu, semoga saja akan diberikan anggaran untuk melakukan pemilihan generasi muda yang potensional untuk menjadi motor dalam mengembangkan wisata,” katanya.
Selain itu ada beberapa perwakilan Duta Wisata Blora 2025 yang menyampaikan pesan untuk fokus kuliah dan keterima di berbagai universitas sehingga tidak bisa terlalu aktif membantu beberapa kegiatan di 2026.
“Namun kami menyiasati ketika ada event di Blora itu ada anak-anak yang masih sekolah di Blora untuk kami ajak. Karena beberapa kegiatan pasti ada yang menanyakan terkait kehadiran Duta Wisata Blora,” ucapnya
Pihaknya mengatakan, anak-anak duta wisata banyak berkolaborasi dengan usaha make up artis, desainer dan beberapa kegiatan di tempat wisata untuk promosi wisata dan pengusaha kreatif.
Meskipun tidak ada pemilihan generasi selanjutnya, duta wisata periode sebelumnya masih menjadi bagian Dinporabudpar untuk mempromosikan produk-produk unggulan di Blora.
“Kami juga menyayangkan tidak ada pemilihan Kakang Mbakyu, karena banyak yang menanyakan. Namun, kami tetap memberikan semangat untuk menggali potensi dan bakat generasi muda harus selalu di eksplore. Bisa juga mengikuti ajang-ajang yang lain,” tuturnya.
Jurnalis: Eko Wicaksono
Editor: Ulfa











