BLORA, Harianmuria.com – Masyarakat Kabupaten Blora gotong royong membersihkan komplek makam Syekh Sayyid Abdurrohim atau dikenal Sunan Pojok menjelang haul.
Salah satu relawan, Pringgo, menjelaskan pembersihan dan perbaikan makam Sunan Pojok dilakukan secara swadaya oleh para relawan dan partisipan masyarakat.
“Ini masih ada waktu (percantik area makam), puncak haul nanti digelar pada 12 Juli atau malam 27 Muharam,” ujar Pringgo, Senin, 22 Juni 2026.
Para relawan sudah bekerja selama sepuluh hari, meliputi pengecatan tembok keliling area makam, hingga membongkar plafon.
Selanjutnya, para relawan juga akan mengecat ulang batu makam hingga padasan atau gentong air di area makam.
“Nanti semua kain kafan di setiap makam akan diganti yang baru pada H-7 menjelang haul,” sambungnya.
Kegiatan serupa, kata dia, dilakukan setiap tahun selama lebih dari satu dekade. Menurut para peziarah, Sunan Pojok adalah tokoh yang berpengaruh di Kabupaten Blora.
“Kegiatan ini, dilakukan teman-teman sejak tahun 2008. Kita semua merasakan jasa-jasa beliau dan sewajarnya turut merawat makam ini,” terangnya.
Pringgo menyebutkan pembersihan kompleks makam hingga pengecatan nisan yang dilakukan para relawan akan berjalan tiga hingga empat hari kedepan.
“Ditargetkan hari Kamis (25 Juni) sudah diselesaikan,” katanya.
Relawan lainnya, Sukir, menjelaskan pihaknya antuasias ikut membersihkan area makam Sunan Pojok karena sudah menjadi panggilan hati. Ia sengaja meluangkan waktu untuk turut serta menjadi relawan menjelang haul.
“Sunan Pojok bukan lagi seorang tokoh berpengaruh di Kabupaten Blora. Beliau sudah menjadi bagian dari sejarah panjang Blora,” Terangnya.
Ia Berharap Makam Sunan pojok menjadi perhatian khusus pemerintah kabupaten. Pasalnya, letak Sunan Pojok di tengah-tengah kota yang berpotensi mudah dikenal khalayak luas.
“Kalau bisa orang dari luar Blora itu mengenal tokoh Islam yang turut menjadi bagian sejarah Islam di Indonesia. Toh sunan pojok bagian dari perkembangan Islam di Nusantara,” terangnya.
Diketahui, Sunan Pojok atau Syekh Sayyid Abdurrohim dikenal sosok berpengaruh pada kota sate. Selain penyebar agama ia juga menjadi Bupati Tuban pada masa kolonial, sekitar 1707-1723.
Jurnalis: Eko Wicaksono
Editor: Ulfa











