GROBOGAN, Harianmuria.com – Kebakaran melanda tiga rumah di permukiman warga Dusun Ngamblek, Desa Tunjungharjo, Kecamatan Tegowanu, Kabupaten Grobogan pada Rabu, 17 Juni 2026 malam.
Kebakaran pertama kali diketahui sekitar pukul 18.30 WIB. Kejadian tersebut dilaporkan ke pihak kepolisian sekitar pukul 19.00 WIB. Rumah milik Karnoto (44), warga Desa Tunjungharjo, diduga menjadi titik awal munculnya api.
Plt Kapolsek Tegowanu AKP Abdul Kadir menjelaskan kobaran api pertama kali diketahui oleh seorang warga yang saat itu berada di depan rumah korban. Saksi melihat api muncul dari salah satu kamar rumah dan segera berteriak meminta bantuan warga sekitar.
“Saksi yang melihat api langsung berteriak meminta pertolongan warga sekitar. Namun saat hendak masuk ke dalam rumah, pintu dalam keadaan terkunci karena pemilik rumah sedang berada di luar daerah untuk menjenguk orang sakit,” ujarnya.
Api cepat membesar karena sebagian besar bangunan rumah terbuat dari kayu. Selain itu, jarak antarrumah yang berdekatan membuat kobaran api dengan mudah merambat ke bangunan lain di sekitarnya.
Akibatnya, dua rumah milik Karnoto dan satu rumah milik Suhardi (49) terbakar habis. Sementara itu, rumah milik Abdul Wakop (47) mengalami kerusakan pada bagian dinding kayu akibat jilatan api.
Warga setempat sempat berupaya memadamkan api secara manual sambil menunggu kedatangan petugas pemadam kebakaran.
Beberapa menit kemudian, petugas gabungan dari Polsek Tegowanu, Damkar Kabupaten Grobogan, Damkar Kabupaten Demak, serta warga sekitar langsung melakukan pemadaman dan pengamanan lokasi.
Dua unit mobil pemadam kebakaran dari Kabupaten Grobogan dan satu unit mobil pemadam kebakaran dari Kabupaten Demak diterjunkan ke lokasi kejadian.
Setelah berjibaku selama kurang lebih satu jam, petugas akhirnya berhasil mengendalikan dan memadamkan kobaran api.
Usai proses pemadaman, petugas kepolisian bersama instansi terkait melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). Hasil pemeriksaan sementara menunjukkan bahwa sumber api diduga berasal dari korsleting listrik di salah satu kamar rumah milik Karnoto.
“Berdasarkan hasil olah TKP sementara, sumber api diduga berasal dari korsleting listrik di kamar rumah korban dan kemudian menjalar ke bangunan lain di sekitarnya,” terangnya.
Dalam proses penyelidikan, petugas juga mengamankan barang bukti berupa sisa kabel listrik sepanjang sekitar tujuh meter yang ditemukan dalam kondisi terbakar di lokasi kejadian.
Meski tidak menimbulkan korban jiwa maupun luka-luka, kebakaran tersebut menyebabkan kerugian material yang cukup besar. Total kerugian ditaksir mencapai sekitar Rp105 juta.
AKP Abdul Kadir mengimbau masyarakat agar lebih meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran, terutama yang disebabkan oleh korsleting listrik maupun faktor kelalaian lainnya.
“Pastikan instalasi listrik di rumah dalam kondisi baik, hindari penggunaan stop kontak secara berlebihan atau bertumpuk, serta segera ganti kabel yang sudah rusak atau terkelupas,” pesannya.
Selain itu, warga diingatkan untuk tidak meninggalkan peralatan elektronik dalam keadaan menyala saat rumah kosong dan memastikan kompor, lilin, maupun sumber api lainnya telah benar-benar padam sebelum ditinggalkan.
“Apabila menemukan tanda-tanda gangguan pada instalasi listrik seperti percikan api, bau kabel terbakar, atau meteran listrik yang tidak normal, segera laporkan agar dilakukan pemeriksaan oleh petugas yang berkompeten,” ungkapnya.
Jurnalis: Ahmad Abror
Editor: Ulfa











