JEPARA, Harianmuria.com – Kekayaan wastra dan kriya khas Jepara menarik perhatian rombongan Komunitas Perempuan Pelestari Budaya Indonesia (KPPBI) Jakarta saat berkunjung ke Galeri Dekranasda Kabupaten Jepara, Selasa, 5 Mei 2026.
Sebanyak 20 anggota KPPBI Jakarta disuguhi peragaan busana yang menampilkan produk unggulan daerah. Tenun Troso menjadi salah satu daya tarik utama, dipadukan dengan berbagai aksesori khas seperti monel, rajut, hingga kerajinan kayu yang merepresentasikan kekuatan sektor kriya Jepara.
Selain peragaan busana, rombongan juga menyaksikan tayangan potensi daerah yang menampilkan kekayaan budaya serta perkembangan industri kreatif lokal. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya memperkenalkan identitas Jepara sebagai salah satu sentra kerajinan dan budaya.
Ketua KPPBI Jakarta, Deajeng Dewi, mengaku terkesan dengan keragaman budaya yang dimiliki Jepara. Ia menekankan pentingnya pelibatan generasi muda dalam upaya pelestarian budaya.
“Pelestarian budaya harus melibatkan generasi muda agar nilai-nilai sejarah tetap terjaga dan relevan,” katanya.
Sementara itu, Ketua Dekranasda Jepara, Laila Saidah Witiarso Utomo, menyambut positif kunjungan tersebut. Ia berharap kegiatan ini dapat memperluas jaringan promosi sekaligus membuka peluang kolaborasi bagi pengembangan produk UMKM lokal.
“Jepara memiliki potensi besar di sektor kriya, mulai dari ukiran kayu, tenun Troso, batik, hingga monel yang telah dikenal luas, kami berharap kunjungan ini membuka peluang untuk mengembangkan UMKM lokal,” ujarnya.
Usai rangkaian kegiatan, rombongan diajak meninjau langsung gerai Dekranasda. Beragam produk unggulan dipamerkan, dan sejumlah anggota komunitas terlihat membeli kerajinan khas Jepara sebagai bentuk dukungan terhadap pelaku UMKM setempat.
Jurnalis: Tomi Budianto
Editor: Rosyid











