KUDUS, Harianmuria.com – Sejumlah sekolah dasar (SD) di Kabupaten Kudus baik negeri maupun swasta masih ada yang memiliki jumlah siswa sangat minim. Hal ini pun ikut menjadi perhatian khusus bagi Dinas Pendidikan, Kepemudaan dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Kudus menjelang pelaksanaan sistem penerimaan murid baru (SPMB).
Pemerataan jumlah siswa yang ideal diharapkan bisa terwujud di sembilan kecamatan. Pemerintah sendiri telah berupaya melakukan jumlah siswa negeri maupun swasta dengan adanya program zonasi dalam SPMB.
Namun, meski sudah berjalan beberapa tahun, sejumlah sekolah masih ada yang kekurangan siswa. Salah satu faktornya yakni karena orang tua saat ini mulai banyak yang lebih memilih menyekolahkan anaknya ke sekolah di bawah naungan Kementerian Agama.
Bahkan, tahun lalu, ada sekolah yang hanya menerima satu murid baru pada tahun ajaran baru 2025/2026. Contohnya yakni seperti pada SD 1 Wates di Desa Wates, Kecamatan Undaan.
Sebagai upaya untuk mewujudkan adanya pemerataan jumlah siswa, Disdikpora Kabupaten Kudus telah melakukan sosialisasi kepada pengawas, koordinator wilayah (Korwil) dan kepala sekolah di masing-masing kecamatan.
Kasi Kurikulum Bidang Pendidikan Dasar Disdikpora Kabupaten Kudus, Maulana Majid, mengatakan sosialisasi yang dilakukan yakni meminta agar setiap sekolah bisa lebih meningkatkan kegiatan promosi.
“Kami ada perhatian khusus untuk meningkatkan jumlah siswa yang minim di sejumlah sekolah. Kami sudah adakan sosialisasi supaya pengawas, korwil dan kepala sekolah bersinergi untuk pintar-pintarnya mempromosikan sekolah,” paparnya.
Promosi yang bisa dilakukan, kata Majid, yakni bisa mengenai kegiatan khusus apa saja yang ada di sekolah hingga prestasi para peserta didik.
“Selain melalui promosi, kami juga minta sekolah bisa meningkatkan pelayanannya. Contohnya bisa lebih memperhatikan peserta didiknya. Harapannya dengan layanan yang baik nantinya bisa membuat sekolah semakin diminati,” ungkapnya.
Pihaknya pun berharap, dalam SPMB tahun ajaran 2026/2027 mendatang, jumlah siswa di setiap sekolah bisa lebih merata. Baik itu sekolah negeri maupun swasta.
“Kami harap dalam SPMB nanti, penerimaan jumlah siswa bisa lebih merata, apalagi saat ini sudah ada sistem zonasi,” ujarnya.
Jurnalis: Nisa Hafizhotus S.
Editor: Rosyid











