KUDUS, Harianmuria.com – Kuliner berbahan dasar ikan laut kian digemari masyarakat Kudus. Di tengah tren tersebut, Warung Tuna Ko Rasa hadir membawa sensasi berbeda lewat sajian andalannya, rahang tuna, yang memadukan cita rasa khas pesisir Indonesia timur dengan sentuhan lokal.
Pemilik warung, Redi Joko Prasetyo, mengungkapkan bahwa konsep menu yang diusung terinspirasi dari kuliner Sulawesi dan Bali. Namun, ia melakukan penyesuaian bumbu agar lebih sesuai dengan selera masyarakat Kudus yang cenderung menyukai rasa manis.
“Kami gabungkan cita rasa Indonesia Timur dengan lidah orang Kudus, jadi lebih bisa diterima,” ujarnya, Jumat, 24 April 2026.
Keunikan warung ini terletak pada penggunaan tuna jenis bluefin yang dikenal memiliki tekstur juicy dan kualitas premium.
Redi menjelaskan, daging tuna terbagi menjadi dua karakter, yakni putih dan merah. Daging putih memiliki rasa creamy dan gurih, sementara bagian merah lebih padat dan cocok diolah dengan cara dibakar.
Menu rahang tuna menjadi favorit pelanggan karena selain rasanya khas, juga kaya akan nutrisi dan protein. Untuk menambah kenikmatan, pengunjung dapat memilih empat varian sambal, yakni dabu-dabu, matah, terasi, dan bawang. Menariknya, seluruh sambal tersebut dapat dinikmati dengan sistem isi ulang gratis.
Tak hanya itu, Warung Tuna Ko Rasa juga menyediakan beragam menu lain seperti sate belly (perut tuna), aneka olahan ikan laut, hingga menu non-ikan seperti iga bakar, ayam bakar, dan telur bumbu bakar. Seluruh bahan dijaga kesegarannya dengan mendatangkan ikan langsung dari daerah pesisir, termasuk Bali.
Meski berada di wilayah non-pesisir, Redi tetap konsisten menghadirkan cita rasa laut autentik. Bahkan, rahang tuna didatangkan langsung dari Bali guna menjaga kualitas. Tingginya minat pelanggan membuat stok kerap terbatas, sehingga pengunjung disarankan melakukan reservasi terlebih dahulu.
Dari sisi porsi, tersedia pilihan mulai reguler hingga super jumbo. Harga yang ditawarkan pun bervariasi, mulai Rp38 ribu hingga ratusan ribu rupiah.
Porsi super jumbo menjadi favorit keluarga karena dapat dinikmati bersama dan umumnya mendapatkan bagian daging putih yang lebih lembut.
Perjalanan usaha ini bermula dari ruko kosong terbengkalai di kawasan utara Taman Gondangmanis. Dengan peralatan sederhana, usaha ini dirintis secara bertahap. Promosi dari mulut ke mulut hingga pemanfaatan media sosial seperti TikTok sejak November 2025 menjadi titik awal meningkatnya jumlah pengunjung.
Kini, warung tersebut mampu melayani hingga 100 pengunjung per hari, yang mayoritas datang bersama keluarga. Proses memasak yang cukup panjang—mulai dari pembersihan, marinasi, pengukusan dengan rempah, hingga pengasapan dan pembakaran—menjadi kunci kelezatan sajian yang ditawarkan.
Warung Tuna Ko Rasa mulai beroperasi sejak 16 Oktober 2025 dan buka setiap hari pukul 16.00 hingga 21.00 WIB. Nama “Tuna Ko Rasa” sendiri terinspirasi dari pengalaman Redi saat berada di Sumba Timur, yang berarti “tuna yang kamu rasakan”, mencerminkan pengalaman kuliner yang ingin dihadirkan bagi setiap pelanggan.
Jurnalis: Ahmad Abror
Editor: Ulfa











