• Peta Situs
  • Kerjasama & Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kabar Hari Ini
Jumat, Agustus 7, 2026
harianmuria
  • Home
  • Nasional
  • Berita Daerah
    • Blora
    • Rembang
    • Grobogan
    • Pati
    • Jepara
    • Kendal
    • Demak
    • Kudus
    • Semarang
  • Artikel
    • Biografi
    • Kesehatan
    • Kuliner
    • Lifestyle
    • Parenting
    • Silabus & RPP
    • Tips
    • Travelling
  • Box Redaksi
No Result
View All Result
harianmuria
  • Home
  • Nasional
  • Berita Daerah
    • Blora
    • Rembang
    • Grobogan
    • Pati
    • Jepara
    • Kendal
    • Demak
    • Kudus
    • Semarang
  • Artikel
    • Biografi
    • Kesehatan
    • Kuliner
    • Lifestyle
    • Parenting
    • Silabus & RPP
    • Tips
    • Travelling
  • Box Redaksi
No Result
View All Result
harianmuria
No Result
View All Result

300 Hektare Tambak Ikan Air Payau di Mangunharjo Semarang Terdampak Rob

Rosyid by Rosyid
24 April 2026
in Semarang, News
73 1
Kawasan tambak budidaya ikan air payau yang terdampak rob di Kelurahan Mangunharjo, Kecamatan Tugu, Kota Semarang, Kamis, 23 April 2026. (Syahril Muadz/Harianmuria.com)

Kawasan tambak budidaya ikan air payau yang terdampak rob di Kelurahan Mangunharjo, Kecamatan Tugu, Kota Semarang, Kamis, 23 April 2026. (Syahril Muadz/Harianmuria.com)

572
VIEWS
Tanya ChatGPTShare to FacebookWhatsAppTelegram

SEMARANG, Harianmuria.com – Tambak budidaya ikan air payau di Kelurahan Mangunharjo, Kecamatan Tugu, Kota Semarang, terdampak banjir rob yang kian meluas. Dampaknya, hasil produksi perikanan mengalami penurunan signifikan.

Kepala Dinas Perikanan Kota Semarang, Soenarto, mengungkapkan bahwa sekitar 300 hektare lahan tambak terdampak abrasi dan kondisi alam pesisir.

“Saya cukup sedih untuk melihat pengendara itu. Kemarin hasil diskusi kita dengan teman-teman di sana itu hampir 300 hektare. Terdampak atas kondisi alam gitu,” ujarnya, Kamis, 23 April 2026.

Ia menjelaskan, kerusakan tambak semakin terlihat saat air laut pasang. Struktur galengan yang sebelumnya masih tampak ketika air surut, hilang saat rob datang.

“Kalau sudah terkena rob, galengan itu hilang. Kondisi lahan jadi tidak potensial lagi untuk budidaya ikan air payau,” ujarnya.

Kondisi tersebut memaksa sebagian petambak meninggalkan metode budidaya tradisional. Sebagian memilih berpindah lokasi, sementara lainnya mengalihfungsikan tambak menjadi lokasi pemancingan yang dikembangkan sebagai destinasi wisata alternatif.

Menurut Soenarto, fenomena ini tidak hanya terjadi di Semarang, tetapi juga melanda wilayah pesisir utara Jawa lainnya seperti Demak, Kendal, dan Pekalongan.

“Ini bukan hanya persoalan Semarang, tapi hampir seluruh Pantura terdampak. Jadi perlu solusi yang sifatnya nasional,” tegasnya.

Pemerintah Kota Semarang, lanjut dia, telah berkoordinasi dengan Badan Otorita Pengelola Pantai Utara Jawa (BOPPJ) untuk mencari solusi penanganan yang lebih komprehensif.

“Kemarin kita coba koordinasi dengan Badan Otorita Pantura Jawa, kebetulan senior kita ada di sana, itu menjadi titipan kita untuk disolusikan oleh nasional gitu,” katanya.

Ia menilai penanganan di tingkat daerah saja tidak cukup untuk mengatasi dampak rob dan penurunan muka tanah yang terus berlangsung, sehingga diperlukan dukungan pemerintah pusat.

“Sehingga kami berharap mendapat dukungan dari pemerintah pusat,” katanya.

Terkait pengembangan tambak modern seperti keramba, peluang investasi dinilai tetap terbuka, meski masih menghadapi sejumlah tantangan, terutama terkait kebutuhan modal besar dan kepastian status lahan.

“Kalau untuk tambak modern, itu lebih ke investor. Karena butuh belanja modal yang besar dan banyak variabel yang harus dihitung, termasuk status kepemilikan lahan,” jelasnya.

Untuk saat ini, pemerintah memprioritaskan upaya penanganan bagi petambak kecil yang masih mengandalkan sistem budidaya tradisional.

“Jadi kami lebih ke petambak atau petani kita yang kecil gitu ya, yang mereka masih tradisional dan sebagainya,” katanya.

Jurnalis: Syahril Muadz
Editor: Rosyid

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari harianmuria.com
Tags: Berita Semarangrobsemarang hari ini
SummarizeShare41SendShare
Previous Post

Tradisi Guyang Cekathak Kudus Diakui Jadi Warisan Budaya Tak Benda

Next Post

Jauh dari HET, Harga MinyaKita di Blora Tembus Rp21 Ribu

Rosyid

Rosyid

Berita Terkait

Kemenkes Temukan Bakteri E. Coli di Kasus Keracunan MBG SMKN 6 Semarang

Kemenkes Temukan Bakteri E. Coli di Kasus Keracunan MBG SMKN 6 Semarang

by Rosyid
6 Agustus 2026
512

SEMARANG, Harianmuria.com - Kementerian Kesehatan (Kemenkes) mengonfirmasi adanya bakteri Escherichia Coli (E. coli) pada sejumlah sampel makanan dalam kasus keracunan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang terjadi di...

Pastikan Bus Layak Beroperasi, Trans Semarang Perketat Ram Check Armada

Pastikan Bus Layak Beroperasi, Trans Semarang Perketat Ram Check Armada

by Rosyid
5 Agustus 2026
526

SEMARANG, Harianmuria.com - BLUD Trans Semarang memperketat pengawasan terhadap kondisi armada bus melalui inspeksi keselamatan atau ram check bersama Dinas Perhubungan Kota Semarang. Kepala BLUD Trans Semarang, Haris...

TKD Dipangkas, Taj Yasin Pastikan Gaji ASN Pemprov Jateng Masih Aman

TKD Dipangkas, Taj Yasin Pastikan Gaji ASN Pemprov Jateng Masih Aman

by ulfa puspa
5 Agustus 2026
514

SEMARANG, Harianmuria.com – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah memastikan masih mampu menggaji aparatur sipil negara (ASN) meskipun dana transfer ke daerah (TKD) pada APBN 2026 dipangkas. Wakil Gubernur Jateng, Taj...

PHK Karyawan PT Victoria Apparel Semarang Cuma Dapat Pesangon 0,5 Kali

PHK Karyawan PT Victoria Apparel Semarang Cuma Dapat Pesangon 0,5 Kali

by ulfa puspa
4 Agustus 2026
518

SEMARANG, Harianmuria.com – Ratusan karyawan pabrik garmen PT Victoria Apparel di kawasan industri Lamicitra, Kota Semarang yang mengalami pemutusan hubungan kerja (PHK) hanya menerima pesangon 0,5 kali. Jumlah...

Load More

BERITA UTAMA

Perbaiki Jalan Jepara-Kelet, Pemprov Jateng Kucurkan Rp29 Miliar

Perbaiki Jalan Jepara-Kelet, Pemprov Jateng Kucurkan Rp29 Miliar

6 Agustus 2026
515
Sempat Didemo, Perbaikan Jalan Sambong–Ledok Blora Akhirnya Dapat Jatah Rp500 Juta

Sempat Didemo, Perbaikan Jalan Sambong–Ledok Blora Akhirnya Dapat Jatah Rp500 Juta

5 Agustus 2026
528
PHK Karyawan PT Victoria Apparel Semarang Cuma Dapat Pesangon 0,5 Kali

PHK Karyawan PT Victoria Apparel Semarang Cuma Dapat Pesangon 0,5 Kali

4 Agustus 2026
518
Wacana Plaza Puri Pati Diubah Jadi Mall, Pedagang Resah Diminta Pindah

Wacana Plaza Puri Pati Diubah Jadi Mall, Pedagang Resah Diminta Pindah

3 Agustus 2026
535

TRENDING HARI INI

  • Rencana Kelonggaran Syarat Pengisian Kepala Sekolah Disambut Baik Disdikpora Kudus

    Rencana Kelonggaran Syarat Pengisian Kepala Sekolah Disambut Baik Disdikpora Kudus

    156 shares
    Share 62 Tweet 39
  • Lomba Gendong Istri di Grobogan Meriahkan Suasana Jelang HUT Ke-81 RI

    104 shares
    Share 42 Tweet 26
  • 16 Jembatan Garuda Selesai Dibangun di Blora, Jadi Akses Penghubung Antar Wilayah

    107 shares
    Share 43 Tweet 27
  • Tingkatkan PAD, 2 Objek Wisata di Kudus Mulai Dikelola Investor Bulan Ini

    115 shares
    Share 46 Tweet 29
  • Ekonomi Menggeliat, Kendal Dipilih Jadi Lokasi Visitasi Pelatihan Kepemimpinan Nasional II

    100 shares
    Share 40 Tweet 25
  • DPRD Grobogan Soroti Efektivitas Penyertaan Modal BUMD Rp2,6 Miliar pada Raperda 2027

    103 shares
    Share 41 Tweet 26
  • Mengenal Mbah Riyan, Ulama Asal Kudus yang Hidup Sederhana dengan Ratusan Karya

    250 shares
    Share 100 Tweet 63
Harian Muria

Harian Muria Merupakan Media Online Tersertifikasi Dewan Pers Dengan Nomer 1287/DP-VERIFIKASI/K/X/2024

Penerbit :
PT. Mediatama Anugrah Pers
SK. Kemenkumham RI Nomor : AHU-0008754.AH.01.01.TAHUN 2023

PILIHAN EDITOR

Bonus dan tantiem adalah bentuk insentif finansial di luar gaji pokok, perbedaan utamanya terletak pada target penerima dan sumber dananya.

Perbedaan Tantiem dan Bonus: Penerima, Dasar Perhitungan, hingga Tujuan Pemberian

16 Agustus 2025
661
Kepala Dinkesda Demak ungkap penyebab utama naiknya angka kematian bayi (AKB) dan strategi penanganannya.

Angka Kematian Bayi di Demak Meningkat, Dinkesda Ungkap Penyebab dan Langkah Antisipasi

30 Juli 2025
549

IKUTI SOSMED KAMI

  • Peta Situs
  • Box Redaksi
  • Kerjasama & Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

© 2026 Harian Muria - Portal Berita Muria Raya dan Sekitarnya

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • Berita Daerah
    • Blora
    • Demak
    • Grobogan
    • Jepara
    • Kendal
    • Kudus
    • Pati
    • Rembang
    • Semarang
  • Artikel
    • Biografi
    • Kesehatan
    • Kuliner
    • Lifestyle
    • Parenting
    • Silabus & RPP
    • Tips
    • Travelling
  • Box Redaksi
  • Kerjasama & Iklan

© 2026 Harian Muria - Portal Berita Muria Raya dan Sekitarnya