SEMARANG, Harianmuria.com – Warga Perumahan Dinar Indah, Kelurahan Meteseh, Kecamatan Tembalang, masih berjibaku membersihkan rumah pada hari kedua pasca banjir yang merendam kawasan tersebut hingga ketinggian sekitar dua meter.
Lumpur tebal dan barang-barang rusak menjadi pemandangan di hampir setiap sudut rumah warga, terdapat sekitar 40 rumah dan 27 KK terdampak.
Benowo Prabandaru, salah satu warga terdampak, mengatakan banjir kali ini termasuk yang paling parah karena air masuk hingga ke dalam rumah dengan ketinggian dua meter.
“Pasca banjir saat ini kita bersih-bersih. Di dalam rumah banyak lumpur karena kemarin banjir sampai sekitar dua meter. Banyak barang juga yang terpaksa dibuang, ada yang masih bisa dipakai kita pilah dan kita bersihkan,” ujarnya saat ditemui di lokasi, Selasa, 17 Februari 2026.
Menurutnya, sebagian warga masih belum bisa kembali ke rumah karena kondisi bangunan belum layak ditempati. Untuk sementara, mereka mengungsi di aula Masjid Ar Rahmah.
“Sementara kita masih mengungsi karena rumah belum bisa ditempati. Ngungsi di masjid, di aula masjid, sama di balai RW sebelahnya,” jelasnya.
Benowo menuturkan, banjir setinggi dua meter terjadi akibat jebolnya salah satu tanggul di sekitar permukiman. Kondisi tersebut membuat debit air sungai meluap tanpa kendali ke kawasan perumahan.
“Kenapa bisa sampai dua meter, karena salah satu tanggul jebol. Harapannya bisa segera diperkuat, supaya kita tidak was-was ketika hujan deras dan debit air sungai tinggi,” katanya.
Ia mengakui, warga masih diliputi kekhawatiran setiap kali hujan turun dengan intensitas tinggi. Pasalnya, banjir di wilayah tersebut bukan kali pertama terjadi.
“Warga masih waswas kalau hujannya gede. Karena hampir setiap tahun pasti banjir. Sejak sekitar 2017 sudah sering terjadi,” ungkapnya.
Lebih jauh, Benowo menyampaikan bahwa warga sebenarnya telah mengajukan permohonan relokasi kepada pemerintah setempat.
Menurutnya, kawasan tersebut dinilai sudah tidak layak huni karena berulang kali terdampak banjir bandang.
“Dari awal memang sudah meminta relokasi dari pemerintah setempat. Ini masih digodok. Mudah-mudahan bisa segera direalisasikan, karena wilayah sini memang sudah tidak layak hunian,” tuturnya.
Jurnalis: Syahril Muadz
Editor: Rosyid











