• Peta Situs
  • Kerjasama & Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kabar Hari Ini
Selasa, Agustus 18, 2026
harianmuria
  • Home
  • Nasional
  • Berita Daerah
    • Blora
    • Rembang
    • Grobogan
    • Pati
    • Jepara
    • Kendal
    • Demak
    • Kudus
    • Semarang
  • Artikel
    • Biografi
    • Kesehatan
    • Kuliner
    • Lifestyle
    • Parenting
    • Silabus & RPP
    • Tips
    • Travelling
  • Box Redaksi
No Result
View All Result
harianmuria
  • Home
  • Nasional
  • Berita Daerah
    • Blora
    • Rembang
    • Grobogan
    • Pati
    • Jepara
    • Kendal
    • Demak
    • Kudus
    • Semarang
  • Artikel
    • Biografi
    • Kesehatan
    • Kuliner
    • Lifestyle
    • Parenting
    • Silabus & RPP
    • Tips
    • Travelling
  • Box Redaksi
No Result
View All Result
harianmuria
No Result
View All Result

Berdayung Antara Monarki, Poliarki, dan Oligarki

Rosyid by Rosyid
1 Februari 2026
in Artikel
69 4
Tody Ardiansyah Prabu, S.H. (Tokoh Muda Indonesia/Aktivis Intelektual Pergerakan Indonesia). (Harianmuria.com)

Tody Ardiansyah Prabu, S.H. (Tokoh Muda Indonesia/Aktivis Intelektual Pergerakan Indonesia). (Harianmuria.com)

565
VIEWS
Tanya ChatGPTShare to FacebookWhatsAppTelegram

Oleh: TAP – Tody Ardiansyah Prabu, S.H.

Harianmuria.com – Dalam satu dekade terakhir, praktik politik di Indonesia memperlihatkan dinamika yang semakin kompleks. Politik tidak lagi dapat dibaca secara hitam-putih sebagai demokrasi semata, melainkan sebagai arena interplay—saling mempengaruhi dan saling menguatkan—antara monarki, poliarki, dan oligarki. Ketiganya berkelindan erat dalam praktik kekuasaan Indonesia kontemporer.

Pada level empiris, politik Indonesia kekinian menunjukkan kecenderungan menguatnya pola kekuasaan yang menyerupai monarki, yakni terpusat pada figur pemimpin tunggal. Pola ini terlihat dari dominasi kekuasaan eksekutif dan kuatnya personalisasi kepemimpinan. Dalam konteks tersebut, kekuasaan bercorak Jawa tampak lebih dominan dibandingkan semangat poliarki yang menekankan pembagian kekuasaan dan partisipasi luas masyarakat.

Pusat Kekuasaan Jawa dan Teori Joglosemar

Wilayah Joglosemar—Yogyakarta, Solo, dan Semarang—kerap dipahami sebagai simpul utama kekuasaan dan kebudayaan Jawa. Secara historis dan kultural, kawasan ini mencerminkan Teori Kekuasaan Jawa, sebuah konsepsi politik yang berakar kuat pada tradisi Kerajaan Mataram sejak abad ke-16.

Teori ini memandang kekuasaan sebagai sesuatu yang bersifat tunggal, terpusat, dan sarat legitimasi simbolik. Pemimpin diharapkan memiliki karisma, wahyu, dan kemampuan menjaga harmoni kosmis. Dalam pandangan ini, kekuasaan bukan sekadar hasil kontrak sosial, melainkan mandat historis dan spiritual.

Teori Kekuasaan Jawa berakar pada konsep macapat, yakni puisi atau tembang Jawa yang terikat pada aturan ketat dan mencerminkan keteraturan sosial. Kerajaan Mataram Islam, yang pernah berpusat di Kotagede, Kerta, dan Plered, berupaya menyatukan Jawa di bawah satu kekuasaan tunggal pada masa Sultan Agung. Upaya ini menegaskan pentingnya sentralisasi kekuasaan sebagai prasyarat stabilitas dan harmoni.

Pasca-Perjanjian Giyanti tahun 1755, Mataram Islam terpecah dan melahirkan pusat-pusat kekuasaan baru seperti Kasunanan Surakarta dan Kesultanan Yogyakarta. Meski terfragmentasi secara politik, cara pandang terhadap kekuasaan tunggal tidak sepenuhnya hilang. Ia justru diwariskan sebagai memori kultural yang terus hidup dalam praktik politik Jawa hingga hari ini.

Dalam konteks kekinian, Jogja–Solo–Semarang sering disebut sebagai “segitiga emas” Jawa Tengah. Ketiga kota ini melambangkan pusat kebudayaan keraton, birokrasi pemerintahan, dan dinamika ekonomi-politik yang saling terhubung. Joglosemar bukan hanya konsep geografis, melainkan simbol kesinambungan kekuasaan Jawa dalam negara modern.

Kekuasaan dalam tradisi Jawa menempatkan pemimpin sebagai pusat kosmis. Relasi kawulo–gusti (rakyat–raja) menjadi fondasi harmonisasi sosial, di mana rakyat diharapkan patuh demi terciptanya keteraturan. Kekuasaan bersifat sentralistik dan personal, sementara legitimasi diperoleh melalui karisma, bukan semata mekanisme demokratis.

Tantangan Indonesia Modern

Berangkat dari realitas tersebut, Indonesia modern perlu diarahkan pada keseimbangan antara kesinambungan sejarah yang adiluhung dan tuntutan modernisasi. Nilai luhur warisan masa lalu tidak boleh dihapus, namun juga tidak boleh menghambat berkembangnya demokrasi substantif, supremasi hukum, dan tata kelola pemerintahan yang akuntabel.

Siapa pun yang menjadi kepala negara dan kepala pemerintahan harus ditopang oleh struktur organisasi pemerintahan yang kuat dan profesional. Dalam perspektif sejarah, peran ini dapat dianalogikan dengan mahapatih pada masa Kerajaan Majapahit, yakni penggerak utama administrasi negara. Dalam konteks modern, fungsi mahapatih harus diadaptasi dalam bentuk birokrasi profesional yang bekerja berbasis sistem, bukan loyalitas personal.

Di bawah struktur tersebut, diperlukan lapisan penyangga berupa deputi-deputi yang memiliki kapasitas, kredibilitas, dan visi futuristik. Mereka harus mampu membaca arah perubahan global dan mengantisipasi tantangan masa depan di tengah dunia yang terus berubah. Dengan demikian, tata kelola pemerintahan yang baik, bersih, demokratis, dan dipercaya publik dapat benar-benar terwujud.

Caturlogi Pembangunan sebagai Arah Baru

Sebagai pijakan strategis, Indonesia perlu menguatkan Konsep Caturlogi Pembangunan, yakni pemerataan ekonomi, pertumbuhan ekonomi, stabilitas nasional, serta partisipasi dan demokratisasi. Keempat elemen ini harus berjalan seiring dan saling menopang. Pertumbuhan tanpa pemerataan akan melahirkan ketimpangan, sementara stabilitas tanpa partisipasi berisiko mengarah pada otoritarianisme terselubung.

Poliarki dan Oligarki dalam Realitas Politik

Secara konseptual, poliarki sebagaimana dikemukakan Robert Dahl menekankan penyebaran kekuasaan, kompetisi terbuka, dan partisipasi rakyat melalui pemilu yang demokratis. Namun dalam praktiknya, poliarki Indonesia sering beririsan dengan oligarki, di mana kekuasaan politik dan ekonomi terkonsentrasi pada segelintir elit.

Oligarki ditandai oleh kuatnya pengaruh modal, dinasti politik, serta relasi saling menguntungkan antara penguasa dan pemilik kekayaan. Dalam kondisi ini, negara berisiko menjadi alat kepentingan kelompok kecil, sementara kepentingan publik terpinggirkan.

Menuju Indonesia Emas

Di antara monarki kultural, poliarki demokratis, dan realitas oligarki, orientasi utama politik Indonesia haruslah kontribusi nyata bagi kemajuan bangsa dan negara. Ketiganya perlu dikelola dan diarahkan agar menjadi kekuatan konstruktif, bukan sumber distorsi demokrasi.

Gagasan-gagasan tersebut menjadi bagian penting dalam menyusun peta jalan menuju Indonesia Emas pada satu abad NKRI. Pada akhirnya, tujuan bernegara tetaplah sama: mewujudkan kesejahteraan rakyat lahir dan batin, serta menuju terwujudnya peta jalan Indonesia Emas 2045.

*TAP – Tody Ardiansyah Prabu, S.H., adalah tokoh muda sekaligus aktivis intelektual pergerakan Indonesia. Ia menjabat Ketum Komunitas Jabar Unggul, Ketum Rakyat Indonesia Unggul, Waketum DPP FABEM – SM (Forum Alumni Badan Eksekutif Mahasiswa/Senat Mahasiswa) bidang antar lembaga dan hukum, Wakil Ketua Majelis Pertimbangan/Pendiri BPP KAPMI (Kamar Dagang Pengusaha Muda Indonesia), Advokat Peradi RBA / Praktisi Hukum Bisnis Alumni Univ Trisakti, Sekretaris JMSI Jaringan Media Siber Pengda Provinsi Jabar, Ketua DPW GANNAS Gerakan Anti Narkoba Nasional Provinsi Jabar.

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari harianmuria.com
SummarizeShare41SendShare
Previous Post

Banjir Picu Kasus Leptospirosis Melonjak di Pati, 4 Warga Meninggal

Next Post

Ini Kecamatan dengan Angka Kemiskinan Tertinggi di Kota Semarang

Rosyid

Rosyid

Berita Terkait

Koordinasi bersama tim Dinas Kebudayaan, Pariwisata, dan Ekonomi Kreatif Provinsi Jawa Tengah jelang Borobudur & Beyond Tourism Expo atau BBTE 2026.

Borobudur Resmi Jadi Tuan Rumah BBTE 2026, Ajang B2B Pariwisata Terbesar di Jawa

by Redaksi
17 Agustus 2026
514

SEMARANG, Harianmuria.com — Sebagai ikon keajaiban dunia, Borobudur dipercaya menggelar BBTE 2026. Ajang pameran pariwisata B2B ini siap menghadirkan ratusan pembeli (buyer) dan penjual (seller) dari dalam maupun...

HUT ke-81 RI, Wali Kota Semarang Minta Semangat Kemerdekaan Tak Berhenti di Seremoni

HUT ke-81 RI, Wali Kota Semarang Minta Semangat Kemerdekaan Tak Berhenti di Seremoni

by Rosyid
17 Agustus 2026
515

SEMARANG, Harianmuria.com - Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng Pramestuti, menekankan pentingnya menerjemahkan semangat kemerdekaan ke dalam peningkatan kesejahteraan masyarakat. Hal itu ia sampaikan usai upacara HUT ke-81 Kemerdekaan...

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Karantina Jawa Tengah, Riswan Lasibo, memimpin upacara peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia

Karantina Jawa Tengah Komitmen Dukung Kedaulatan Pangan, Begini Upaya yang Dilakukan

by Redaksi
17 Agustus 2026
508

SEMARANG, Harianmuria.com — Balai Karantina Hewan, Ikan, dan Tumbuhan Jawa Tengah (Karantina Jawa Tengah) menegaskan komitmennya dalam mendukung kedaulatan pangan nasional serta memperketat pengawasan lalu lintas komoditas impor....

Upacara HUT ke-81 RI, DPRD Pati Ajak Jaga Semangat Perjuangan

Upacara HUT ke-81 RI, DPRD Pati Ajak Jaga Semangat Perjuangan

by ulfa puspa
17 Agustus 2026
511

PATI, Harianmuria.com – Ketua DPRD Kabupaten Pati, Ali Badrudin, mengajak masyarakat melanjutkan perjuangan bangsa. Pesan itu disampaikan usai upacara peringatan HUT ke-81 Republik Indonesia di Alun-Alun Simpang Lima...

Load More

BERITA UTAMA

Merah Putih Berkibar di Bawah Laut Pulau Gede Rembang Semarakkan HUT ke-81 RI

Merah Putih Berkibar di Bawah Laut Pulau Gede Rembang Semarakkan HUT ke-81 RI

17 Agustus 2026
516
Bus Trans Jateng Koridor Magelang-Temanggung Ditarget Beroperasi 2027

Bus Trans Jateng Koridor Magelang-Temanggung Ditarget Beroperasi 2027

16 Agustus 2026
530
Para siswa SD Negeri Terpencil Bainaa Barat di Desa Bainaa Barat, Kecamatan Tinombo, Parigi Moutong (Parimo), Sulawesi Tengah berdiri di atas Jembatan Garuda yang selesai dibangun. (Istimewa)

Jembatan Garuda Bainaa Barat Selesai, Siswa SD Terpencil Tak Lagi Seberangi Sungai untuk Sekolah

14 Agustus 2026
530
KUA-PPAS 2027 Disepakati, DPRD Kudus Kawal Penggunaan APBD Sesuai Aspirasi Masyarakat

KUA-PPAS 2027 Disepakati, DPRD Kudus Kawal Penggunaan APBD Sesuai Aspirasi Masyarakat

14 Agustus 2026
530

TRENDING HARI INI

  • HUT ke-81 RI, Bupati Kendal Ajak Masyarakat Gotong Royong Bangun Negeri

    HUT ke-81 RI, Bupati Kendal Ajak Masyarakat Gotong Royong Bangun Negeri

    102 shares
    Share 41 Tweet 26
  • Anak PMI Asal Gresik Jadi Paskibraka KBRI Kuala Lumpur, Titip Harapan untuk Pendidikan

    102 shares
    Share 41 Tweet 26
  • Gubernur Anwar Hafid Minta Forum Pemuda Sulteng Jadi Motor Pembangunan Daerah

    94 shares
    Share 38 Tweet 24
  • Karantina Jawa Tengah Gaungkan Semangat Kemerdekaan untuk Perkuat Kedaulatan Hayati

    94 shares
    Share 38 Tweet 24
  • 76 Warga Binaan Rutan Blora Terima Remisi HUT ke-81 RI, 2 Langsung Bebas

    93 shares
    Share 37 Tweet 23
  • KUA PPAS 2027 Disetujui, Jajaran DPRD Pati Kawal Pelaksanaan APBD Tepat Sasaran

    93 shares
    Share 37 Tweet 23
  • Merah Putih Berkibar di Bawah Laut Pulau Gede Rembang Semarakkan HUT ke-81 RI

    93 shares
    Share 37 Tweet 23
Harian Muria

Harian Muria Merupakan Media Online Tersertifikasi Dewan Pers Dengan Nomer 1287/DP-VERIFIKASI/K/X/2024

Penerbit :
PT. Mediatama Anugrah Pers
SK. Kemenkumham RI Nomor : AHU-0008754.AH.01.01.TAHUN 2023

PILIHAN EDITOR

Logo Hari Santri Nasional 2022 yang menandung banyak filofofi. (Istimewa/Harianmuria.com)

Logo Hari Santri Nasional 2022 Sudah Dilaunching, Ini Filosofi dan Link Download

30 September 2022
625
Rasa Lemon dan Nanas di Secangkir Kopi? Temukan di Kopi Zayna Kudus

Rasa Lemon dan Nanas di Secangkir Kopi? Temukan di Kopi Zayna Kudus

16 Juni 2025
570

IKUTI SOSMED KAMI

  • Peta Situs
  • Box Redaksi
  • Kerjasama & Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

© 2026 Harian Muria - Portal Berita Muria Raya dan Sekitarnya

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • Berita Daerah
    • Blora
    • Demak
    • Grobogan
    • Jepara
    • Kendal
    • Kudus
    • Pati
    • Rembang
    • Semarang
  • Artikel
    • Biografi
    • Kesehatan
    • Kuliner
    • Lifestyle
    • Parenting
    • Silabus & RPP
    • Tips
    • Travelling
  • Box Redaksi
  • Kerjasama & Iklan

© 2026 Harian Muria - Portal Berita Muria Raya dan Sekitarnya