KUDUS, Harianmuria.com – Data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kudus Jumat, 23 Januari 2026 masih ada 2.890 hektare sawah terendam banjir. Kondisi ini sudah jauh berkurang dari jumlah awal yakni 4.020 hektare saat curah hujan sangat tinggi.
Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Kudus memproses pendataan sawah terendam banjir untuk diusulkan mendapat Asuransi Usaha Tani Padi (AUTP). Hal ini dilakukan untuk meringankan beban kerugian para petani.
“Pengajuan asuransi bagi petani yang sawahnya terendam banjir saat ini masih berproses,” kata Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Kudus, Didik Tri Prasetiyo.
Didik menjelaskan ada ketentuan tersendiri bagi sawah terdampak banjir yang bisa diberikan klaim AUTP. Dalam kata lain tidak semua sawah terdampak banjir bisa menerima asuransi tersebut.
“Jadi memang sawah yang bisa diklaimkan asuransi itu yang memenuhi kriteria AUTP,” sebutnya.
Salah satu kriteria sawah terdampak bencana bisa dapat AUTP jika mengalami puso atau gagal panen.
“Pendataan sawah yang puso ini masih berproses karena ada beberapa desa seperti di Desa Pladen Kecamatan Jekulo dan Desa Hadiwarno Kecamatan Mejobo itu meskipun terendam banjir tapi tidak bisa dinyatakan puso. Ini karena setelah terendam dua hari itu airnya langsung hilang,” paparnya.
Berdasarkan pendataan sementara Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Kudus saat ini ada 13 kelompok tani yang akan diusulkan pengajuan AUTP. Total luasan lahan pertanian yang diusulkan atau sudah terdaftar dalam asuransi seluas 303,30 hektare.
Meliputi Kecamatan Jati di tiga desa dengan luasan lahan 50,70 hektare. Kemudian, Kecamatan Undaan berada di Desa Karangrowo dengan jumlah total 70,55 hektare. Sementara itu, pada Kecamatan Mejobo seluas 130,18 hektare, meliputi dua desa terdampak.
Berikutnya, Kecamatan Kaliwungu, empat desa terdampak dan diusulkan mendapatkan asuransi dengan total luasan lahan 38,14 hektare. Desa Bulungcangkring, Kecamatan Jekulo turut diusulkan menerima asuransi, dengan lahan yang berpotensi puso seluas 40,73 hektare.
Jurnalis: Nisa Hafizhotus Syarifa
Editor: Ulfa











