• Peta Situs
  • Kerjasama & Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kabar Hari Ini
Minggu, Oktober 18, 2026
harianmuria
  • Home
  • Nasional
  • Berita Daerah
    • Blora
    • Rembang
    • Grobogan
    • Pati
    • Jepara
    • Kendal
    • Demak
    • Kudus
    • Semarang
  • Artikel
    • Biografi
    • Kesehatan
    • Kuliner
    • Lifestyle
    • Parenting
    • Silabus & RPP
    • Tips
    • Travelling
  • Box Redaksi
No Result
View All Result
harianmuria
  • Home
  • Nasional
  • Berita Daerah
    • Blora
    • Rembang
    • Grobogan
    • Pati
    • Jepara
    • Kendal
    • Demak
    • Kudus
    • Semarang
  • Artikel
    • Biografi
    • Kesehatan
    • Kuliner
    • Lifestyle
    • Parenting
    • Silabus & RPP
    • Tips
    • Travelling
  • Box Redaksi
No Result
View All Result
harianmuria
No Result
View All Result

Cuaca Buruk, Nelayan Kecil di Rembang Nekat Melaut Demi Kebutuhan Hidup

ulfa puspa by ulfa puspa
19 Januari 2026
in Rembang
70 2
ILUSTRASI: Suasana di tempat pelelangan ikan Kabupaten Rembang. (Vicky Rio/Harianmuria.com)

ILUSTRASI: Suasana di tempat pelelangan ikan Kabupaten Rembang. (Vicky Rio/Harianmuria.com)

555
VIEWS
Tanya ChatGPTShare to FacebookWhatsAppTelegram

REMBANG, Harianmuria.com – Cuaca buruk yang melanda perairan utara Jawa berdampak signifikan terhadap aktivitas nelayan di Kabupaten Rembang. Sebagian memilih berhenti melaut, sebagian lain tetap beroperasi demi memenuhi kebutuhan hidup.

Nelayan dengan kapal kecil dan harian, termasuk kapal Sarang–Tayu serta kapal bermuatan di bawah 50 ton, mayoritas memilih berhenti melaut demi keselamatan.

Salah satu nelayan Desa Tasikagung, Kecamatan Rembang, Kadromi, mengatakan faktor keselamatan menjadi pertimbangan utama para nelayan kecil untuk tidak memaksakan diri turun ke laut.

“Kalau kapal-kapal kecil, ya berhenti. Faktor keselamatan yang paling utama,” ujar Kadromi, Sabtu, 17 Januari 2026.

Menurutnya, nelayan kecil seperti dirinya berbeda dengan nelayan kapal besar yang memiliki kapasitas muatan di atas 50 ton dan masih tetap melaut hingga perairan Selat Makasar.

“Yang besar-besar masih melaut, masih bisa bekerja. Kapal besar ibaratnya tidak terlalu mengenal kondisi ombak,” terangnya.

Kadromi menjelaskan setelah kembali dari Selat Makasar, kapal-kapal besar langsung membongkar hasil tangkapan di tempat pelelangan ikan (TPI). Sedangkan pasokan dari nelayan kecil tidak ada sehingga kondisi ini pun turut berdampak pada harga ikan di pasaran.

“Karena pasokan ikan dari nelayan kecil berkurang cukup banyak, harga ikan di pasaran biasanya naik dibanding hari-hari biasa,” bebernya.

Sementara itu, kondisi berbeda dialami nelayan jaring bobo di Desa Kabongan Lor, Kecamatan Rembang. Meski cuaca buruk dan hasil tangkapan minim, ratusan nelayan tetap nekat melaut demi memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari.

Seorang nelayan jaring bobo, Yanto, mengaku hasil tangkapan dalam sepekan terakhir sangat tidak sebanding dengan biaya operasional yang dikeluarkan.

“Kalau angin barat, peluang hasil tangkapan kecil, sementara biaya operasional cukup tinggi,” ungkap Yanto.

Kondisi cuaca ekstrem, kata Yanto, membuatnya mengeluarkan modal lebih. Biasanya biaya operasional sekali melaut bisa mencapai Rp300 ribu.

Saat cuaca buruk, nelayan kerap hanya mendapatkan dua kilogram rajungan dengan nilai jual sekitar Rp200 ribu, sehingga harus menanggung kerugian. Kondisi tersebut masih harus dibagi dengan dua anak buah kapal (ABK) yang masing-masing minimal mendapat upah Rp50 ribu.

“Kalau dihitung-hitung hasilnya minus, sering rugi,” keluhnya.

Tak hanya di Rembang kota, nelayan pencari rajungan di Kecamatan Sluke juga terdampak cukup parah. Sepanjang hari Selasa, para nelayan rajungan di wilayah tersebut memilih berhenti total melaut.

Seorang pengepul rajungan di Desa Manggar, Kecamatan Sluke, mengatakan seluruh nelayan menghentikan aktivitasnya akibat hujan dan gelombang tinggi.

“Nggak ada yang melaut, mas. Berhenti semua. Mesin-mesin kapal dicopoti dan dibawa pulang ke rumah,” ujarnya.

Meski aktivitas melaut terhenti, harga rajungan hingga kini masih stabil di kisaran Rp105 ribu per kilogram.

“Kalau harga rajungan belum ada perubahan, masih di Rp105 ribu per kilo,” pungkasnya.

Jurnalis: Vicky Rio
Editor: Ulfa

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari harianmuria.com
Tags: Cuaca BurukCuaca EkstremInfo RembangnelayanPanturarembang
SummarizeShare40SendShare
Previous Post

Alokasi Pupuk Subsidi Jepara 2026 Capai 25,45 Juta Kg, Segini Harganya

Next Post

Pendangkalan Sungai Jratun Picu Banjir di Jepara

ulfa puspa

ulfa puspa

Berita Terkait

Proyek Embung Kaliombo Rembang Capai 77 Persen, Ditarget Selesai Akhir 2026

Proyek Embung Kaliombo Rembang Capai 77 Persen, Ditarget Selesai Akhir 2026

by ulfa puspa
17 Oktober 2026
575

REMBANG, Harianmuria.com – Pembangunan Embung Kaliombo di Desa Kaliombo, Kecamatan Sulang, Kabupaten Rembang ditarget rampung akhir tahun 2026. Sementara itu progres pembangunan hingga Oktober mencapai 77 persen atau...

15 Tahun Tak Tersentuh Perbaikan, Warga Inisiatif Tambal Jalan Desa Gunungmulyo Rembang

15 Tahun Tak Tersentuh Perbaikan, Warga Inisiatif Tambal Jalan Desa Gunungmulyo Rembang

by ulfa puspa
16 Oktober 2026
526

REMBANG, Harianmuria.com – Jalan penghubung Desa Kalipang dengan Desa Lodan, tepatnya di Desa Gunungmulyo, Kecamatan Sarang, Kabupaten Rembang rusak parah dan belum tersentuh perbaikan dalam kurun 15 tahun....

Bupati Harno Dorong Warga Rembang Rajin Menabung dan Berani Kembangkan Usaha

Bupati Harno Dorong Warga Rembang Rajin Menabung dan Berani Kembangkan Usaha

by ulfa puspa
15 Oktober 2026
525

REMBANG, Harianmuria.com – Bupati Rembang, Harno, mengajak masyarakat membiasakan diri menabung sekaligus berani mengembangkan usaha untuk mendorong pertumbuhan ekonomi daerah. Menurutnya, budaya menabung dan pemanfaatan akses permodalan secara...

Dilaporkan Hilang, Wanita Asal Njeruk Ditemukan di Dekat Embung Sambongan Rembang

Dilaporkan Hilang, Wanita Asal Njeruk Ditemukan di Dekat Embung Sambongan Rembang

by ulfa puspa
14 Oktober 2026
544

REMBANG, Harianmuria.com – Mayat perempuan ditemukan di bibir Embung Sambongan wilayah Desa Jatimudo, Kecamatan Sulang, Kabupaten Rembang pada Rabu, 14 Oktober 2026. Korban diketahui dilaporkan meninggalkan rumah pada...

Load More

BERITA UTAMA

Mulai 2027 Siswa Tidak Otomatis Naik Kelas, DPRD Blora Sebut Perlu Diikuti Persiapan Matang

Mulai 2027 Siswa Tidak Otomatis Naik Kelas, DPRD Blora Sebut Perlu Diikuti Persiapan Matang

17 Oktober 2026
551
Investor Jepang Ingin Bangun Pabrik Biometan di Blora, Bupati: Lirik Potensi Limbah Pertanian

Investor Jepang Ingin Bangun Pabrik Biometan di Blora, Bupati: Lirik Potensi Limbah Pertanian

16 Oktober 2026
634
Festival Literasi Blora 2026 Digelar 4 Hari, Bupati Dorong Budaya Baca hingga Desa

Festival Literasi Blora 2026 Digelar 4 Hari, Bupati Dorong Budaya Baca hingga Desa

15 Oktober 2026
535
RSU Permata Tambah 10 Unit ICU Baru, Bupati Blora: Utamakan Keselamatan Pasien

RSU Permata Tambah 10 Unit ICU Baru, Bupati Blora: Utamakan Keselamatan Pasien

14 Oktober 2026
533

TRENDING HARI INI

  • Kawasan Sungai Kendal Padat Bangunan Rumah hingga Warung Bikin Normalisasi Terhambat

    Kawasan Sungai Kendal Padat Bangunan Rumah hingga Warung Bikin Normalisasi Terhambat

    177 shares
    Share 71 Tweet 44
  • Investor Jepang Ingin Bangun Pabrik Biometan di Blora, Bupati: Lirik Potensi Limbah Pertanian

    114 shares
    Share 46 Tweet 29
  • Proyek Embung Kaliombo Rembang Capai 77 Persen, Ditarget Selesai Akhir 2026

    104 shares
    Share 42 Tweet 26
  • Mulai 2027 Siswa Tidak Otomatis Naik Kelas, DPRD Blora Sebut Perlu Diikuti Persiapan Matang

    99 shares
    Share 40 Tweet 25
  • Dulu Tempuh 200 M untuk Dapat Air Bersih, Warga Kalikunal Kendal Kini Dibuatkan Sumur Bor

    96 shares
    Share 38 Tweet 24
  • Dua Kali Mangkir Pemeriksaan, Menteri ATR/BPN Nusron Wahid Terancam Dijemput Paksa KPK

    93 shares
    Share 37 Tweet 23
  • ORADO Goes to Campus 2026 Dorong Penjaringan Atlet Domino di Perguruan Tinggi Gresik

    92 shares
    Share 37 Tweet 23
Harian Muria

Harian Muria Merupakan Media Online Tersertifikasi Dewan Pers Dengan Nomer 1287/DP-VERIFIKASI/K/X/2024

Penerbit :
PT. Mediatama Anugrah Pers
SK. Kemenkumham RI Nomor : AHU-0008754.AH.01.01.TAHUN 2023

PILIHAN EDITOR

Ketua Dewan Pers Komaruddin Hidayat. (Dok. Dewan Pers/Harianmuria.com)

Algo Sapiens: Ketika Manusia Dikendalikan Mesin

30 September 2026
565
Deteksi Suspek TBC di Kudus Capai 5.991 Kasus, Risiko Bagi Pemuda Jadi Sorotan

Deteksi Suspek TBC di Kudus Capai 5.991 Kasus, Risiko Bagi Pemuda Jadi Sorotan

28 April 2026
565

IKUTI SOSMED KAMI

  • Peta Situs
  • Box Redaksi
  • Kerjasama & Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

© 2026 Harian Muria - Portal Berita Muria Raya dan Sekitarnya

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • Berita Daerah
    • Blora
    • Demak
    • Grobogan
    • Jepara
    • Kendal
    • Kudus
    • Pati
    • Rembang
    • Semarang
  • Artikel
    • Biografi
    • Kesehatan
    • Kuliner
    • Lifestyle
    • Parenting
    • Silabus & RPP
    • Tips
    • Travelling
  • Box Redaksi
  • Kerjasama & Iklan

© 2026 Harian Muria - Portal Berita Muria Raya dan Sekitarnya