• Peta Situs
  • Kerjasama & Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kabar Hari Ini
Selasa, Agustus 18, 2026
harianmuria
  • Home
  • Nasional
  • Berita Daerah
    • Blora
    • Rembang
    • Grobogan
    • Pati
    • Jepara
    • Kendal
    • Demak
    • Kudus
    • Semarang
  • Artikel
    • Biografi
    • Kesehatan
    • Kuliner
    • Lifestyle
    • Parenting
    • Silabus & RPP
    • Tips
    • Travelling
  • Box Redaksi
No Result
View All Result
harianmuria
  • Home
  • Nasional
  • Berita Daerah
    • Blora
    • Rembang
    • Grobogan
    • Pati
    • Jepara
    • Kendal
    • Demak
    • Kudus
    • Semarang
  • Artikel
    • Biografi
    • Kesehatan
    • Kuliner
    • Lifestyle
    • Parenting
    • Silabus & RPP
    • Tips
    • Travelling
  • Box Redaksi
No Result
View All Result
harianmuria
No Result
View All Result

Cuaca Buruk, Nelayan Kecil di Rembang Nekat Melaut Demi Kebutuhan Hidup

ulfa puspa by ulfa puspa
19 Januari 2026
in Rembang
69 2
ILUSTRASI: Suasana di tempat pelelangan ikan Kabupaten Rembang. (Vicky Rio/Harianmuria.com)

ILUSTRASI: Suasana di tempat pelelangan ikan Kabupaten Rembang. (Vicky Rio/Harianmuria.com)

546
VIEWS
Tanya ChatGPTShare to FacebookWhatsAppTelegram

REMBANG, Harianmuria.com – Cuaca buruk yang melanda perairan utara Jawa berdampak signifikan terhadap aktivitas nelayan di Kabupaten Rembang. Sebagian memilih berhenti melaut, sebagian lain tetap beroperasi demi memenuhi kebutuhan hidup.

Nelayan dengan kapal kecil dan harian, termasuk kapal Sarang–Tayu serta kapal bermuatan di bawah 50 ton, mayoritas memilih berhenti melaut demi keselamatan.

Salah satu nelayan Desa Tasikagung, Kecamatan Rembang, Kadromi, mengatakan faktor keselamatan menjadi pertimbangan utama para nelayan kecil untuk tidak memaksakan diri turun ke laut.

“Kalau kapal-kapal kecil, ya berhenti. Faktor keselamatan yang paling utama,” ujar Kadromi, Sabtu, 17 Januari 2026.

Menurutnya, nelayan kecil seperti dirinya berbeda dengan nelayan kapal besar yang memiliki kapasitas muatan di atas 50 ton dan masih tetap melaut hingga perairan Selat Makasar.

“Yang besar-besar masih melaut, masih bisa bekerja. Kapal besar ibaratnya tidak terlalu mengenal kondisi ombak,” terangnya.

Kadromi menjelaskan setelah kembali dari Selat Makasar, kapal-kapal besar langsung membongkar hasil tangkapan di tempat pelelangan ikan (TPI). Sedangkan pasokan dari nelayan kecil tidak ada sehingga kondisi ini pun turut berdampak pada harga ikan di pasaran.

“Karena pasokan ikan dari nelayan kecil berkurang cukup banyak, harga ikan di pasaran biasanya naik dibanding hari-hari biasa,” bebernya.

Sementara itu, kondisi berbeda dialami nelayan jaring bobo di Desa Kabongan Lor, Kecamatan Rembang. Meski cuaca buruk dan hasil tangkapan minim, ratusan nelayan tetap nekat melaut demi memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari.

Seorang nelayan jaring bobo, Yanto, mengaku hasil tangkapan dalam sepekan terakhir sangat tidak sebanding dengan biaya operasional yang dikeluarkan.

“Kalau angin barat, peluang hasil tangkapan kecil, sementara biaya operasional cukup tinggi,” ungkap Yanto.

Kondisi cuaca ekstrem, kata Yanto, membuatnya mengeluarkan modal lebih. Biasanya biaya operasional sekali melaut bisa mencapai Rp300 ribu.

Saat cuaca buruk, nelayan kerap hanya mendapatkan dua kilogram rajungan dengan nilai jual sekitar Rp200 ribu, sehingga harus menanggung kerugian. Kondisi tersebut masih harus dibagi dengan dua anak buah kapal (ABK) yang masing-masing minimal mendapat upah Rp50 ribu.

“Kalau dihitung-hitung hasilnya minus, sering rugi,” keluhnya.

Tak hanya di Rembang kota, nelayan pencari rajungan di Kecamatan Sluke juga terdampak cukup parah. Sepanjang hari Selasa, para nelayan rajungan di wilayah tersebut memilih berhenti total melaut.

Seorang pengepul rajungan di Desa Manggar, Kecamatan Sluke, mengatakan seluruh nelayan menghentikan aktivitasnya akibat hujan dan gelombang tinggi.

“Nggak ada yang melaut, mas. Berhenti semua. Mesin-mesin kapal dicopoti dan dibawa pulang ke rumah,” ujarnya.

Meski aktivitas melaut terhenti, harga rajungan hingga kini masih stabil di kisaran Rp105 ribu per kilogram.

“Kalau harga rajungan belum ada perubahan, masih di Rp105 ribu per kilo,” pungkasnya.

Jurnalis: Vicky Rio
Editor: Ulfa

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari harianmuria.com
Tags: Cuaca BurukCuaca EkstremInfo RembangnelayanPanturarembang
SummarizeShare39SendShare
Previous Post

Alokasi Pupuk Subsidi Jepara 2026 Capai 25,45 Juta Kg, Segini Harganya

Next Post

Pendangkalan Sungai Jratun Picu Banjir di Jepara

ulfa puspa

ulfa puspa

Berita Terkait

428 Peristiwa Kebakaran Terjadi di Rembang hingga Agustus 2026, Terbanyak Kebakaran Lahan

428 Peristiwa Kebakaran Terjadi di Rembang hingga Agustus 2026, Terbanyak Kebakaran Lahan

by ulfa puspa
18 Agustus 2026
502

REMBANG, Harianmuria.com – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Rembang mencatat 428 peristiwa kebakaran pada Januari hingga 11 Agustus 2026. Sekretaris BPBD Rembang, M. Luthfi Hakim, mengungkapkan dari...

Merah Putih Berkibar di Bawah Laut Pulau Gede Rembang Semarakkan HUT ke-81 RI

Merah Putih Berkibar di Bawah Laut Pulau Gede Rembang Semarakkan HUT ke-81 RI

by ulfa puspa
17 Agustus 2026
517

REMBANG, Harianmuria.com – Bendera Merah Putih berkibar di bawah laut perairan Pulau Gede, Kabupaten Rembang, Senin, 17 Agustus 2026. Bendera dikibarkan di kedalaman sekitar 10 meter di bawah...

Museum RA Kartini Rembang Tutup Sementara untuk Fumigasi, Ini Penjelasannya

Museum RA Kartini Rembang Tutup Sementara untuk Fumigasi, Ini Penjelasannya

by ulfa puspa
15 Agustus 2026
526

REMBANG, Harianmuria.com – Museum RA Kartini Rembang tutup sementara 13 hingga 18 Agustus 2026. Penutupan tersebut untuk perawatan rutin menggunakan metode fumigasi, yaitu pembasmian hama yang dapat merusak...

Sekolah Rakyat di Rembang Punya Lapangan Mini Soccer Berstandar FIFA, Masih Tunggu Finishing

Sekolah Rakyat di Rembang Punya Lapangan Mini Soccer Berstandar FIFA, Masih Tunggu Finishing

by ulfa puspa
14 Agustus 2026
518

REMBANG, Harianmuria.com – Tiga fasilitas olahraga Sekolah Rakyat Terintegrasi Kabupaten Rembang telah rampung dan siap digunakan. Ketiga fasilitas olahraga tersebut yakni lapangan voli dan basket berstandar nasional serta...

Load More

BERITA UTAMA

Warga Blora Aksi Jalan Mundur Tuntut Transparansi Proyek Pematangan Sekolah Rakyat

Warga Blora Aksi Jalan Mundur Tuntut Transparansi Proyek Pematangan Sekolah Rakyat

18 Agustus 2026
514
Merah Putih Berkibar di Bawah Laut Pulau Gede Rembang Semarakkan HUT ke-81 RI

Merah Putih Berkibar di Bawah Laut Pulau Gede Rembang Semarakkan HUT ke-81 RI

17 Agustus 2026
517
Bus Trans Jateng Koridor Magelang-Temanggung Ditarget Beroperasi 2027

Bus Trans Jateng Koridor Magelang-Temanggung Ditarget Beroperasi 2027

16 Agustus 2026
530
Para siswa SD Negeri Terpencil Bainaa Barat di Desa Bainaa Barat, Kecamatan Tinombo, Parigi Moutong (Parimo), Sulawesi Tengah berdiri di atas Jembatan Garuda yang selesai dibangun. (Istimewa)

Jembatan Garuda Bainaa Barat Selesai, Siswa SD Terpencil Tak Lagi Seberangi Sungai untuk Sekolah

14 Agustus 2026
530

TRENDING HARI INI

  • Anak PMI asal Gresik, Adil (kiri) bersama petugas KBRI di Malaysia Shohenudin. (Dok. pribadi)

    Anak PMI Asal Gresik Jadi Paskibraka KBRI Kuala Lumpur, Titip Harapan untuk Pendidikan

    107 shares
    Share 43 Tweet 27
  • HUT ke-81 RI, Bupati Kendal Ajak Masyarakat Gotong Royong Bangun Negeri

    103 shares
    Share 41 Tweet 26
  • 76 Warga Binaan Rutan Blora Terima Remisi HUT ke-81 RI, 2 Langsung Bebas

    94 shares
    Share 38 Tweet 24
  • Karantina Jawa Tengah Gaungkan Semangat Kemerdekaan untuk Perkuat Kedaulatan Hayati

    95 shares
    Share 38 Tweet 24
  • Kemarau Picu Penurunan Hasil Pertanian di Grobogan, Hewan Ternak Kesulitan Pakan

    93 shares
    Share 37 Tweet 23
  • HUT RI: DPRD Pati Tekankan Sinergi Bangun Indonesia Berdaulat, Adil dan Makmur

    93 shares
    Share 37 Tweet 23
  • Upacara HUT ke-81 RI, DPRD Pati Ajak Jaga Semangat Perjuangan

    93 shares
    Share 37 Tweet 23
Harian Muria

Harian Muria Merupakan Media Online Tersertifikasi Dewan Pers Dengan Nomer 1287/DP-VERIFIKASI/K/X/2024

Penerbit :
PT. Mediatama Anugrah Pers
SK. Kemenkumham RI Nomor : AHU-0008754.AH.01.01.TAHUN 2023

PILIHAN EDITOR

Dinkes Selidiki Puluhan Siswa dan Guru SMPN 5 Rembang Diare yang Dikaitkan Karena MBG

Dinkes Selidiki Puluhan Siswa dan Guru SMPN 5 Rembang Diare yang Dikaitkan Karena MBG

5 Agustus 2026
564
Intip Momen Lamaran Seleb Tiktok AndreySetyawanp Cahyanirynt, Elegan banget!

Intip Momen Lamaran Seleb Tiktok AndreySetyawanp Cahyanirynt, Elegan banget!

19 Agustus 2023
638

IKUTI SOSMED KAMI

  • Peta Situs
  • Box Redaksi
  • Kerjasama & Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

© 2026 Harian Muria - Portal Berita Muria Raya dan Sekitarnya

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • Berita Daerah
    • Blora
    • Demak
    • Grobogan
    • Jepara
    • Kendal
    • Kudus
    • Pati
    • Rembang
    • Semarang
  • Artikel
    • Biografi
    • Kesehatan
    • Kuliner
    • Lifestyle
    • Parenting
    • Silabus & RPP
    • Tips
    • Travelling
  • Box Redaksi
  • Kerjasama & Iklan

© 2026 Harian Muria - Portal Berita Muria Raya dan Sekitarnya