JEPARA, Harianmuria.com – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Jepara merilis daftar terbaru desa dan kelurahan yang masuk kategori multi bahaya tinggi, mencakup potensi banjir, rob, gelombang ekstrem, angin kencang, hingga tanah longsor.
12 Desa Masuk Zona Multi Bahaya Tinggi
Berdasarkan pemetaan terbaru, 12 desa/kelurahan yang masuk dalam kategori multi bahaya tinggi meliputi:
- Kecamatan Mlonggo: Desa Sekuro, Karanggondang, Jambu
- Kecamatan Bangsri: Desa Bondo
- Kecamatan Kembang: Desa Tubanan
- Kecamatan Jepara: Kelurahan Jobokuto, Kauman, Bulu, Ujungbatu
- Kecamatan Donorojo: Desa Banyumanis, Clering, Ujungwatu
Plt. Kepala Pelaksana BPBD Jepara, Arwin Noor Isdiyanto, menjelaskan bahwa status tersebut ditetapkan berdasarkan analisis cuaca, data historis bencana, serta pemantauan kondisi alam terkini.
Ancaman Bencana Secara Simultan
Menurut Arwin, wilayah-wilayah tersebut berisiko mengalami berbagai jenis bencana dalam waktu bersamaan.
“Wilayah-wilayah ini memiliki potensi ancaman simultan, mulai abrasi, gelombang tinggi, hingga banjir dan angin kencang. Karena itu, masyarakat perlu meningkatkan kewaspadaan, terutama saat puncak musim hujan,” ujarnya.

Imbauan untuk Nelayan dan Warga
Arwin mengingatkan para nelayan di pesisir agar selalu memperhatikan informasi peringatan dini gelombang tinggi sebelum melaut. Sementara itu, warga di daerah rawan longsor diminta terus memantau kondisi tanah, terutama setelah hujan dengan intensitas tinggi.
“Kami melakukan monitoring lapangan dan menyiapkan langkah mitigasi bersama perangkat desa dan relawan. Masyarakat kami minta segera melapor jika melihat tanda-tanda potensi bencana,” tambahnya.
Arwin menekankan bahwa kesiapsiagaan masyarakat menjadi faktor penting dalam menekan risiko korban jiwa dan kerugian material saat bencana terjadi.
Jurnalis: Lingkarnews Network
Editor: Basuki











