BLORA, Harianmuria.com – Mitra Yayasan Semua Anak Bangsa, pengelola dapur SPPG Desa Sidomulyo, Kecamatan Banjarejo, Blora, Jalal, menyatakan berkomitmen menyelesaikan 10 catatan perbaikan yang diberikan oleh Dinas Kesehatan Daerah (Dinkesda) Blora.
Jalal, pengelola dapur SPPG di Sidomulyo, menyatakan pihaknya akan melakukan perbaikan selama tujuh hari, dan tetap operasional hingga tim verifikasi datang pada 15 Oktober 2025.
“Kami berkomitmen memperbaiki semua catatan yang diberikan selama waktu 7 hari. Semua untuk kebaikan program MBG,” ujarnya saat ditemui di dapur yang dikelolanya, Kamis, 9 Oktober 2025.
Ia menambahkan, selama menyelesaikan perbaikan, dapur hanya libur satu hari pada Jumat, 10 Oktober 2025, saat penilaian Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS) dilakukan oleh Dinkesda.
Standar BGN dan SOP Dipatuhi
Jalal menjelaskan bahwa dapurnya telah sesuai standar Badan Gizi Nasional (BGN). Tempat produksi, tempat pencucian barang, hingga penyimpanan logistik makanan dilakukan terpisah.
“Kita juga melaksanakan SOP dengan benar. Tempat masuk dan keluar makanan di lakukan secara terpisah. Kita juga memiliki alat pengering ompreng (tempat makanan)” ujarnya.
Terkait video yang beredar, ia menegaskan bahwa tempat pencucian tidak akan masuk ke tempat produksi yang telah disterilkan. Sehingga produk makanan yang dikirim ke penerima manfaat dipastikan tidak terkontaminasi.
“Kita semua bisa lihat, semua sudah sesuai standar BGN. Kalau tidak standar saya nggak mungkin bisa produksi,” terangnya.
Baca juga: Korwil SPPG Blora Tegur Keras Dapur MBG Tak Layak, Instruksikan Pembenahan dalam 7 Hari
Klarifikasi Isu Keracunan
Jalal juga mengklarifikasi beredarnya berita keracunan yang dialami seorang anak di Desa Karangtalun, Kecamatan Banjarejo, yang dikabarkan diare setelah makan mi dari SPPG di Sidomulyo. Jalal menegaskan bahwa berita tidak benar.
Jalal menyatakan menu mi tersebut bukan dari dapur yang dikelolanya. Ia menyebut selama tiga ninggu beroperasi dapurnya tidak memproduksi makanan dari bahan mi.
“Selama ini kami tidak ada menu mi. Kami ada datanya semua. Kami setiap hari laporan (menu) ke BGN,” katanya.
3 Sertifikasi Wajib untuk Dapur MBG Blora
Selain perbaikan dari Dinkesda, Jalal menyampaikan komitmen mengikuti arahan Satgas MBG Blora yang mewajibkan setiap dapur memiliki tiga sertifikasi yang harus dipenuhi paling lambat 1 November 2025.
“Ketua Satgas (Wakil Bupati Blora) mewajibkan ada tiga di dalam satu dapur, yaitu SLHS, sertifikasi koki, dan sertifikasi halal,” tambahnya.
Sebelumnya, video pendek yang viral menunjukkan dapur SPPG di Sidomulyo dinilai tidak layak. Korwil SPPG Blora membenarkan kondisi tersebut dan memberi waktu satu minggu bagi pengelola untuk berbenah.
Jurnalis: Eko Wicaksono
Editor: Basuki











