JEPARA, Harianmuria.com – Fraksi Partai Persatuan Pembangunan (PPP) DPRD Kabupaten Jepara menolak rencana penerapan kebijakan lima hari sekolah untuk jenjang TK, SD, dan SMP di Jepara.
Kebijakan ini dinilai berpotensi menggerus kegiatan pendidikan keagamaan nonformal seperti Madrasah Diniyah (Madin) dan Taman Pendidikan Qur’an (TPQ), yang selama ini menjadi fondasi pembentukan karakter religius anak-anak.
Fraksi PPP: 5 Hari Sekolah Bukan Kewajiban
Ketua Fraksi PPP DPRD Jepara, Bustanul Arif, menegaskan bahwa kebijakan lima hari sekolah berdasarkan Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 21 Tahun 2023 bersifat pilihan, bukan kewajiban yang harus diterapkan di setiap daerah.
“Jepara adalah daerah yang religius, dengan keberadaan pondok pesantren dan madrasah diniyah yang sangat berkontribusi dalam membentuk karakter generasi muda. Jika kebijakan lima hari sekolah diterapkan, maka waktu untuk pendidikan nonformal seperti madin dan TPQ akan berkurang drastis,” ujar Bustanul, yang juga anggota Komisi C DPRD Jepara.
Pendidikan Keagamaan Terancam Tergeser
Menurut Bustanul, pelaksanaan pendidikan agama nonformal yang umumnya dilakukan di luar jam sekolah formal bisa terancam terkikis. Dampaknya, peserta didik bisa mengalami kelelahan dan stres, sehingga berpotensi meninggalkan kegiatan keagamaan tersebut.
Hal ini tentu bertentangan dengan amanat Perpres No 87 Tahun 2017 tentang Penguatan Pendidikan Karakter yang menekankan pentingnya pengembangan karakter religius.
“Kami khawatir, jika pendidikan agama di pesantren dan madin tergerus, maka generasi muda akan kehilangan karakter keagamaan dan pemahaman fungsi agama dalam kehidupan sehari-hari,” tambah Bustanul.
Kebijakan Harus Disesuaikan dengan Kultur Lokal
Fraksi PPP berharap Pemerintah Kabupaten Jepara mempertimbangkan kondisi sosial budaya dan karakteristik masyarakat setempat sebelum mengambil keputusan terkait penerapan lima hari sekolah.
“Kebijakan pendidikan harus sesuai dengan kebutuhan dan kultur daerah agar tidak merugikan perkembangan karakter dan pendidikan agama anak-anak di Jepara,” pungkasnya.
Sumber: Lingkar Network
Editor: Basuki











