BLORA, Harianmuria.com – Jenazah warga Madiun ditemukan mengambang di pinggir Sungai Bengawan Solo, tepatnya di Dukuh Patalan, Desa Nglungger, Kecamatan Kradenan, Blora pada Senin (17/3/2024) siang sekitar pukul 11.30 WIB.
Menurut laporan Polsek Kradenan, kronologi kejadian tersebut bermula ketika saksi M Khoirul Zaini, warga Dukuh Patalan, tiba di pinggir Sungai Bengawan Solo dan memperhatikan di sekitar aliran sungai tersebut.
“Lima menit berselang ia melihat sesosok mayat dengan posisi tengkurap dan terapung di atas air. Mayat tersebut tersangkut di pohon bambu di pinggir sungai,” kata Kapolsek Kradenan Iptu Umbaran Wibowo.
Mengetahui peristiwa itu, Khoirul kemudian meminta bantuan kepada warga sekitar untuk melaporkan kejadian yang ia lihat ke Kantor Polsek Kradenan.
Sekitar pukul 12.00 WIB petugas dari Polsek Kradenan, Koramil Kradenan, dan Tim Reaksi Cepat (TRC) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Blora tiba di tempat kejadian perkara (TKP) dan melakukan evakuasi terhadap mayat tersebut.
Selanjutnya petugas dari Polsek Kradenan bersama TRC BPBD Blora membawa mayat tersebut ke RSUD Blora untuk dilakukan viisum, serta identifikasi dari tim Inafis Polres Blora karena tidak ada tanda pengenal.
Hasil identifikasi memastikan bahwa jenazah tersebut adalah Wahyudiono (65), warga Kelurahan/Kecamatan Dagangan, Kabupaten Madiun, Jawa Timur.
“Menurut informasi, yang bersangkutan adalah korban bencana banjir di wilayah Dagangan, Madiun,” ujar Kapolsek.
Wahyudiono dilaporkan terseret arus banjir di aliran sungai Bengawan Solo pada Sabtu (16/3/205) petang, ketika sebagian rumahnya longsor tergerus banjir sungai.
Kapolsek menambahkan, hasil visum oleh tim medis RSUD dr R Soetijono Blora menunjukkan pada tubuh jenazah itu tidak ditemukan tanda-tanda penganiayaan. Selanjutnya jenazah diserahkan kepada keluarga untuk dimakamkan.
(SUBEKAN – Harianmuria.com)











