SEMARANG, Harianmuria.com – Dinas Kebudayaan, Pariwisata, dan Ekonomi Kreatif (Disbudparekraf) Provinsi Jawa Tengah mencatat adanya perubahan pola perjalanan wisata masyarakat selama masa libur sekolah tahun 2026. Wisatawan kini cenderung memilih destinasi wisata alam yang masih baru dibandingkan objek wisata yang telah lama populer.
Kepala Disbudparekraf Jawa Tengah, Hanung Triyono, mengatakan kawasan pantai di wilayah selatan Jawa Tengah menjadi salah satu tujuan yang mengalami peningkatan kunjungan. Menurutnya, pantai-pantai di Kabupaten Purworejo dan Kabupaten Kebumen tercatat ramai didatangi wisatawan selama periode liburan.
Hanung menilai minat masyarakat terhadap destinasi tersebut dipengaruhi keinginan untuk mengeksplorasi objek wisata baru dengan suasana yang masih alami. Selain menikmati kawasan pantai, wisatawan juga tertarik dengan panorama alam sepanjang perjalanan menuju lokasi wisata.
“Sedikit ada pergeseran ke pantai selatan. Di Purworejo dan Kebumen kunjungannya cukup tinggi dan mengalami kenaikan. Alasannya karena masyarakat ingin melihat objek wisata yang baru, menikmati suasana pantai, sekaligus menikmati pemandangan alam selama perjalanan,” ujar Hanung, Selasa, 7 Juli 2026.
Hanung menjelaskan, selain menawarkan pengalaman baru, objek wisata alam juga dinilai lebih terjangkau dari sisi biaya. Harga tiket masuk yang relatif murah menjadi salah satu pertimbangan masyarakat, terutama keluarga yang memanfaatkan masa libur sekolah untuk berwisata.
Di sisi lain, destinasi wisata unggulan seperti kawasan Candi Borobudur masih tetap menjadi tujuan wisatawan. Namun, sebagian besar pengunjung memilih menikmati area pelataran atau kawasan bawah tanpa naik ke struktur candi karena mempertimbangkan biaya tiket.
“Kalau wisata yang sudah tertata seperti Borobudur, banyak pengunjung hanya menikmati kawasan bawah. Untuk naik ke atas memang biayanya lebih besar. Jadi faktor harga tiket yang terjangkau dan kemudahan akses menjadi pertimbangan masyarakat dalam menentukan tujuan wisata,” jelasnya.
Meski mencatat adanya perubahan tren kunjungan, Disbudparekraf Jawa Tengah belum dapat memastikan apakah jumlah wisatawan selama libur sekolah tahun ini mengalami peningkatan dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Hal itu karena proses rekapitulasi data kunjungan dari seluruh kabupaten dan kota di Jawa Tengah masih berlangsung.
Hanung optimis tingginya mobilitas wisatawan selama musim liburan akan memberikan dampak positif terhadap sektor pariwisata daerah, termasuk mendorong aktivitas ekonomi masyarakat dan pelaku usaha yang berada di sekitar kawasan wisata.
Jurnalis: Rizky Syahrul Al-Fath
Editor: Rosyid











