KUDUS, Harianmuria.com – Asosiasi Kabupaten (Askab) PSSI Kabupaten Kudus berencana menggelar kompetisi sepak bola putri tingkat lokal sebagai upaya memperkuat pembinaan atlet usia dini. Kompetisi tersebut akan melibatkan sekolah-sekolah serta sekolah sepak bola (SSB) di Kabupaten Kudus.
Pelaksana Tugas (Plt) Ketua Askab PSSI Kudus, Taufan Hapsoro Putro, mengatakan perkembangan sepak bola putri di Kabupaten Kudus menunjukkan tren positif dalam tiga tahun terakhir.
Kondisi itu didorong oleh penyelenggaraan kompetisi dan program pembinaan yang berlangsung secara berkelanjutan melalui ajang MilkLife Soccer Challenge dan Hydroplus Soccer League.
“Kudus menjadi salah satu kota yang sudah mulai melahirkan pembinaan dan perkembangan sepak bola putri usia dini,” katanya, Selasa, 7 Juli 2026.
Menurutnya, tingginya antusiasme masyarakat turut mendorong pertumbuhan sepak bola putri di daerah. Hal itu terlihat dari meningkatnya jumlah sekolah yang berpartisipasi dalam berbagai kompetisi sepak bola putri yang digelar di Kudus.
Tak hanya di lingkungan sekolah, sejumlah sekolah sepak bola di Kabupaten Kudus juga mulai membuka kesempatan bagi pemain putri untuk mengikuti pembinaan dan mengembangkan kemampuan mereka.
“Kita menggandeng SSB yang selama ini hanya fokus dengan pembinaan putra untuk mau ikut terlibat mengembangkan sepak bola putri,” ujarnya.
Untuk menjaga keberlanjutan pembinaan tersebut, Askab PSSI Kudus tengah menyiapkan kompetisi sepak bola putri tingkat pelajar lokal yang akan diselenggarakan bekerja sama dengan sekolah negeri, sekolah swasta, dan SSB.
“Kami sudah diskusi dengan guru dan pelatih SSB untuk mengadakan pertandingan latihan secara kontinu setiap pekan yang bisa diikuti pemain usia 10-11 tahun. Harapannya nanti kegiatan itu bisa menjadi persiapan atlet muda Kudus untuk mengikuti kompetisi sepak bola putri,” paparnya.
Taufan berharap kompetisi tersebut dapat segera terlaksana sehingga menjadi wadah bagi pemain putri untuk menambah jam bertanding sekaligus meningkatkan kemampuan mereka sebelum tampil di level yang lebih tinggi.
“Kami sudah mempersiapkannya, tapi memang waktunya (untuk kompetisi) belum bisa diakomodir,” pungkasnya.
Jurnalis: Nisa Hafizhotus S.
Editor: Rosyid











