SEMARANG, Harianmuria.com – Setelah puluhan tahun bertaruh nyawa menyeberangi Sungai Tuntang yang luas dan berarus deras, warga Desa Kalikurmo, Kecamatan Bringin, Kabupaten Semarang, kini bisa bernapas lega.
Sebuah jembatan gantung akhirnya dibangun, menghubungkan desa tersebut dengan Desa Sambiroto, Kedungjati, Kabupaten Grobogan.
Jembatan tersebut merupakan kerja kolaboratif TNI Angkatan Darat, Vertical Rescue Indonesia (VRI), Komunitas Jeep Offroad, serta Paguyuban Warga Tionghoa Indonesia. Proyek ini juga menjadi bagian dari program nasional percepatan pembangunan 300 ribu jembatan tahun 2026.
Puluhan Tahun Menyeberang Sungai
Selama bertahun-tahun, warga terpaksa menyeberangi Sungai Tuntang secara manual karena tidak ada jembatan yang menghubungkan dua wilayah itu. Sungai dengan lebar lebih dari 75 meter dan kedalaman 2–4 meter itu menjadi satu-satunya jalur tercepat.
Yusman, warga Desa Kalikurmo, mengaku sudah puluhan tahun bergantung pada sungai untuk mencari rumput dan menggarap ladang di Sambiroto.
“Kalau air naik dan arus deras, saya tidak berani menyeberang. Tapi kalau normal, ya tetap khawatir. Mau bagaimana lagi, sudah jadi keseharian,” ujarnya, Selasa, 9 Desember 2025.
Untuk bertahan melawan arus, Yusman menggunakan alat bantu berupa bambu atau papan kayu yang bisa mengapung. Dalam sehari ia bisa bolak-balik menyeberang hingga enam kali.
Jembatan Gantung Solusi Akses Warga
Kini kondisi berubah. Warga tak harus lagi menerjang arus atau memutar sejauh 5 kilometer menuju jembatan terdekat yang memakan waktu hingga 25 menit berjalan kaki.
Komandan Kodim 0714/Salatiga, Letkol Inf Guvta Alugoro Koedoes, menjelaskan bahwa jembatan gantung itu dibangun demi mempermudah aktivitas warga di dua kabupaten.
“Sebelumnya warga harus menyeberang langsung di sungai. Dengan jembatan gantung ini, akses jauh lebih aman dan cepat,” tegasnya.
Ia menambahkan, pembangunan ini sejalan dengan program Presiden RI Prabowo Subianto tentang percepatan pembangunan jembatan di seluruh Indonesia.

Warga Sambut Antusias
Warga menyambut penuh syukur hadirnya jembatan tersebut. “Meski hanya jembatan gantung, ini sudah sangat membantu. Kami tidak perlu lagi melawan arus sungai,” ungkap Yusman.
Dengan hadirnya jembatan itu, aktivitas ekonomi, akses pertanian, serta mobilitas masyarakat dua desa kini semakin lancar.
Jurnalis: Lingkarnews Network
Editor: Basuki











