SEMARANG, Harianmuria.com – Komisi VIII DPR RI baru-baru ini merilis pernyataan mengenai adanya kenaikan biaya penyelenggaraan ibadah haji pada 2027. Kabar ini membuat sejumlah warga di Jawa Tengah was-was karena kenaikan itu terjadi ditengah keadaan ekonomi yang dinilai belum stabil.
Salah satu warga Kota Semarang, Ayana (27) mengatakan kenaikan biaya perjalanan ibadah haji memang lumrah karena beberapa alasan diantaranya pelemahan nilai tukar rupiah terhadap mata uang asing, kenaikan harga di Arab Saudi, hingga pajak.
Namun ia berharap kenaikan tersebut masih dalam batas wajar dan bisa diimbangi dengan antrean yang tidak terlalu lama.
“Saya berharap kenaikan tahun depan tak terlalu memberatkan calon jemaah. Kalau melihat kondisi sekarang memang realistik kalau harus naik. Cuma harapannya, besarannya semoga tidak terlalu membebani,” kata Ayana, Kamis, 9 Juli 2026.
Ia juga meminta kepada Pemerintah Indonesia agar lebih aktif melakukan pendekatan kepada Pemerintah Arab Saudi guna membahas kenaikan biaya serta melobi agar masa tunggu antrean haji bisa semakin singkat.
“Kalau nanti naik, semoga bisa diimbangi juga dengan pelayanan yang makin baik. Termasuk antreannya jangan lama-lama lah, 13-26 tahun bisa dipersingkat lagi, biar sesuai sama harga,” harapnya.
Keluhan lain juga disampaikan oleh warga asal Kabupaten Kudus, Indra (29) yang mengaku harus bekerja lebih keras agar bisa mendaftar haji yang telah ia idam-idamkan waktu masih remaja.
“Kalau biaya nambah, otomatis nabungnya makin berat. Makin mikir buat daftar haji di sini,” kata Fauzi.
Oleh karena itu, Fauzi berharap pemerintah bisa lebih bijak dalam menjaga stabilitas ekonomi. Supaya masyarakat tidak terdampak dari segala aspek kehidupan, termasuk menabung untuk ibadah haji.
“Biar ibadah haji tidak makin sulit. Apalagi banyak warga dengan latar ekonomi menengah ke bawah juga ingin bisa haji,” ucapnya.
Perantau di Kota Semarang, Eca (24), turut menyampaikan hal serupa. Meski ia tak keberatan ada kenaikan perjalanan ibadah haji pada tahun 2027, namun harapannya tak naik terlalu tinggi.
“Ya mau gimana lagi, kalau emang naik harus makin menyiapkan uang lagi. Tapi semoga kenaikannya enggak terlalu tinggi,” pungkas Eca.
Jurnalis: Rizky Syahrul
Editor: Tia











