BLORA, Harianmuria.com – Koperasi Merah Putih di Desa Blungun, Kecamatan Jepon, meminta Agrinas untuk menyediakan gudang stok barang di wilayah Kabupaten Blora. Hal ini karena stok barang yang semakin menipis di koperasi tersebut, tak kunjung mendapatkan distribusi.
Diketahui, Agrinas merupakan perusahaan yang ditunjuk pemerintah sebagai pengelola manajeman dan operasional dalam program nasional Koperasi Merah Putih.
Asisten Manajer Koperasi Merah Putih Desa Blungun, Ahmad Ryanto, mengatakan pihaknya telah menyampaikan keadaan stok barang yang hampir habis. Namun, distribusi tak kunjung dilakukan karena barang yang digunakan untuk penjualan masih berada di pusat.
“Saat kami tanyakan ke pihak Agrinas, jawabannya barang harus dikirim dari pusat. Logikanya, seharusnya di tingkat kabupaten sudah ada gudang distributor sehingga distribusi bisa lebih cepat,” kata dia, Kamis, 9 Juli 2026.
Ia mengatakan sejak beroperasi, transaksi penjualan koperasi tersebut rata-rata mencapai Rp1 juta per hari dengan total keseluruhan kurang lebih Rp25 juta.
Untuk sistem pembayaran, pihaknya sebelumnya menerapkan sistem manual, namun saat ini telah beralih melalui transfer menggunakan layanan BRILink.
“Penjualan tetap berjalan setiap hari. Uang hasil penjualan juga terus kami setorkan, tetapi sampai sekarang barang belum juga dikirim lagi,” ujar Ahmad.
Menurut Ahmad, kondisi tersebut membuat stok barang yang sebelumnya didistribusikan terus berkurang. Bahkan, beberapa jenis barang sudah habis sehingga dikhawatirkan mengganggu pelayanan kepada masyarakat.
“Kami sangat menyayangkan, barang yang didrop (datang) sebelumnya semakin menipis, bahkan ada yang sudah habis,” ujarnya.
Selain persoalan distribusi barang, Ahmad juga mengaku hingga kini dirinya belum menerima upah operasional yang sebelumnya dijanjikan sebesar Rp1,9 juta untuk masa kerja 25 hari.
Menurutnya, informasi yang diterima, baru pengelola Koperasi Merah Putih di Desa Ngloram dan Mulyorejo Kecamatan Cepu, serta Desa Wado Kecamatan Kedungtuban, yang telah menerima pembayaran.
Disisi lain, Ketua Koperasi Merah Putih di Desa Blungun, Mashur, mengaku hingga saat ini tidak dilibatkan dalam proses pengadaan barang. Ia berharap ke depan distribusi barang oleh Agrinas dapat dilakukan lebih baik, agar operasional koperasi tidak terganggu.
“Kami tidak dilibatkan sama sekali dalam pengadaan barang,” singkatnya.
Jurnalis: Eko Wicaksono
Editor: Tia











