• Peta Situs
  • Kerjasama & Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kabar Hari Ini
Rabu, Juli 29, 2026
harianmuria
  • Home
  • Nasional
  • Berita Daerah
    • Blora
    • Rembang
    • Grobogan
    • Pati
    • Jepara
    • Kendal
    • Demak
    • Kudus
    • Semarang
  • Artikel
    • Biografi
    • Kesehatan
    • Kuliner
    • Lifestyle
    • Parenting
    • Silabus & RPP
    • Tips
    • Travelling
  • Box Redaksi
No Result
View All Result
harianmuria
  • Home
  • Nasional
  • Berita Daerah
    • Blora
    • Rembang
    • Grobogan
    • Pati
    • Jepara
    • Kendal
    • Demak
    • Kudus
    • Semarang
  • Artikel
    • Biografi
    • Kesehatan
    • Kuliner
    • Lifestyle
    • Parenting
    • Silabus & RPP
    • Tips
    • Travelling
  • Box Redaksi
No Result
View All Result
harianmuria
No Result
View All Result

Abrasi dan Rob Ancam Area Sawah di Tugu Semarang, DPRD Desak Langkah Penyelamatan

utia by utia
29 Juli 2026
in Semarang, News
63 3
Ketua DPRD Kota Semarang Kadar Lusman. (Syahril Muadz/Harianmuria.com)

Ketua DPRD Kota Semarang Kadar Lusman. (Syahril Muadz/Harianmuria.com)

507
VIEWS
Tanya ChatGPTShare to FacebookWhatsAppTelegram

SEMARANG, Harianmuria.com – Abrasi dan rob yang terus terjadi wilayah Kecamatan Tugu, Kota Semarang, dinilai mengancam lahan pertanian produktif, yang juga dapat berdampak pada ketahanan pangan di Ibu Kota Jawa Tengah tersebut. 

Ketua DPRD Kota Semarang, Kadar Lusman akrab diasapa Pilus, menilai penyelamatan lahan pertanian kini jauh lebih mendesak dibanding sekadar meningkatkan produksi pangan. Menurutnya, tanpa perlindungan terhadap sawah produktif, berbagai program ketahanan pangan akan kehilangan pijakan.

Ia menyoroti kondisi di Kelurahan Mangunharjo, Kecamatan Tugu, yang disebut mengalami perubahan bentang alam akibat abrasi dan rob. Kawasan yang dulunya merupakan hamparan sawah kini sebagian telah berubah menjadi kawasan mangrove karena terus terendam air pasang.

“Kami sudah mendorong melalui pokok-pokok pikiran DPRD, tetapi itu belum cukup. Harus ada langkah konkret dari dinas dan Pemkot, agar air pasang tidak terus masuk ke area persawahan. Sekarang kondisinya sudah berubah, yang dulu sawah kini menjadi mangrove,” kata Pilus, Rabu, 29 Juli 2026.

Pilus mengingatkan, apabila persoalan tersebut tidak segera ditangani, dalam dua hingga tiga tahun ke depan sebagian besar sawah di kawasan itu berpotensi tidak lagi dapat ditanami. 

Sehingga menurunya dampaknya bukan hanya menurunkan produksi pangan, tetapi juga memicu petani melepas lahannya karena sudah tidak lagi produktif.

“Kalau petani sudah tidak bisa menggarap sawahnya, mereka tentu akan memilih menjual lahan. Ketika dibeli pengembang atau pengusaha, ancaman alih fungsi lahan menjadi semakin besar,” ujarnya.

Ia menegaskan, pemerintah perlu memprioritaskan penyelamatan lahan pertanian dengan mengatasi berbagai persoalan yang dihadapi petani, mulai dari abrasi, rob hingga sistem irigasi. 

Menurutnya, Semarang masih memiliki kawasan sawah lestari yang harus dipertahankan sebagai penyangga ketahanan pangan daerah.

Pilus juga mengajak seluruh elemen masyarakat, termasuk media, untuk ikut mengawal keberlangsungan lahan pertanian agar tidak terus menyusut meski regulasi perlindungan lahan sudah tersedia.

“Jangan hanya berbicara soal ketahanan pangan, tetapi lahannya justru dibiarkan rusak. Sawah produktif yang masih tersisa harus benar-benar dijaga,” tegasnya.

Pilus juga menyinggung penggunaan varietas padi biosalin yang mampu tumbuh di lahan terpapar air payau. Namun, menurutnya, beras biosalin hingga kini belum menjadi pilihan masyarakat karena dinilai memiliki karakter rasa yang berbeda dibanding beras pada umumnya.

“Mungkin karena kita belum terbiasa menggunakan atau makan beras dari padi biosalin jadi belum cocok, sehingga minat masyarakat kurang,” ujarnya.

Sementara itu, Sekretaris Dinas Lingkungan Hidup Kota Semarang, Safrinal Sofaniadi, mengatakan pemerintah terus memperkuat upaya pengendalian abrasi melalui penanaman mangrove dan cemara laut di kawasan pesisir.

“Penanaman mangrove dan cemara laut terus kami intensifkan sebagai bagian dari upaya mengurangi abrasi. Harapannya kawasan tambak maupun sawah tidak semakin terdampak,” tuturnya. 

Jurnalis: Syahril Muadz
Editor: Tia

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari harianmuria.com
Tags: AbrasiBerita Semarang Hari IniBerita Semarang TerkinirobSawah
SummarizeShare36SendShare
Previous Post

Tim Bareskrim Polri Datangi Sumur Minyak Rakyat Plantungan Blora

Next Post

Pemkab Blora Mulai Verifikasi 45 Titik Bankeuprov Senilai Rp7,9 Miliar

utia

utia

Berita Terkait

Terdampak Proyek Mal Pakuwon, Warga Semarang Tolak Perbaikan Rumah Lewat Tambal Sulam

Terdampak Proyek Mal Pakuwon, Warga Semarang Tolak Perbaikan Rumah Lewat Tambal Sulam

by utia
28 Juli 2026
512

SEMARANG, Harianmuria.com - Proyek pembangunan mal milik Pakuwon di kawasan Gombel lama, memicu keresahan warga RT 006 RW 005, Kelurahan Tinjomoyo, Kecamatan Banyumanik, Kota Semarang. Hal ini karena...

Gubernur Jateng Pastikan Stok Air Bersih Aman Selama Musim Kemarau

Gubernur Jateng Pastikan Stok Air Bersih Aman Selama Musim Kemarau

by utia
27 Juli 2026
539

SEMARANG, Harianmuria.com - Gubernur Ahmad Luthfi memastikan cadangan air bersih bisa mencukupi setiap daerah di Jawa Tengah yang mengalami kekeringan. Hal ini ia sampaikan dalam rapat pengendalian operasional...

Seleksi Beasiswa Santri dan Pengasuh di Jateng Masuki Babak Akhir, Ada 942 Pendaftar

Seleksi Beasiswa Santri dan Pengasuh di Jateng Masuki Babak Akhir, Ada 942 Pendaftar

by utia
26 Juli 2026
523

SEMARANG, Harianmuria.com - Seleksi beasiswa santri dan pengasuh pesantren yang digelar Pemerintah Provinsi Jawa Tengah memasuki babak akhir. Tercatat adanya sebanyak 942 pendaftar yang terdiri dari 702 santri...

6 Warga Semarang Meninggal Akibat Leptospirosis Tahun Ini, Meningkat Sejak Akhir 2025

6 Warga Semarang Meninggal Akibat Leptospirosis Tahun Ini, Meningkat Sejak Akhir 2025

by utia
23 Juli 2026
519

SEMARANG, Harianmuria.com - Sebanyak enam warga Kota Semarang tercatat meninggal dunia akibat penyakit leptospirosis tahun ini. Penyakit yang ditularkan melalui bakteri dari urine tikus itu banyak ditemukan di...

Load More

BERITA UTAMA

Bupati Pemalang Kena OTT, Ahmad Luthfi Minta Kepala Daerah Fokus Jalankan Amanah

Bupati Pemalang Kena OTT, Ahmad Luthfi Minta Kepala Daerah Fokus Jalankan Amanah

29 Juli 2026
513
Disdik Grobogan Akui Ada Keterlambatan Penanganan SDN Tanggirejo

Disdik Grobogan Akui Ada Keterlambatan Penanganan SDN Tanggirejo

29 Juli 2026
511
KPK OTT di Jateng, Bupati Pemalang Anom Widiyantoro dan Istri Ditangkap

KPK OTT di Jateng, Bupati Pemalang Anom Widiyantoro dan Istri Ditangkap

29 Juli 2026
535
Kerap Dilanda Banjir, Pemkab Pati Usul Sudetan Sungai Juwana 11 Km

Kerap Dilanda Banjir, Pemkab Pati Usul Sudetan Sungai Juwana 11 Km

28 Juli 2026
520

TRENDING HARI INI

  • 8 Kecamatan di Blora Belum Punya SMA/SMK Negeri, Siswa Sambong Tempuh 16 Km ke Cepu

    8 Kecamatan di Blora Belum Punya SMA/SMK Negeri, Siswa Sambong Tempuh 16 Km ke Cepu

    139 shares
    Share 56 Tweet 35
  • Bupati Blora Beri Bocoran Pejabat yang Diusulkan Jadi Pj Sekda

    107 shares
    Share 43 Tweet 27
  • Tim Bareskrim Polri Datangi Sumur Minyak Rakyat Plantungan Blora

    99 shares
    Share 40 Tweet 25
  • 91 Sekolah di Kudus Akan Gelar Pemilihan Ketua OSIS Serentak 2026

    99 shares
    Share 40 Tweet 25
  • Wujudkan Ketahanan Pangan dan Pertanian Berkelanjutan, Mahasiswa KKNT IPB Hadir dengan Program SYNERA

    97 shares
    Share 39 Tweet 24
  • KPK OTT di Jateng, Bupati Pemalang Anom Widiyantoro dan Istri Ditangkap

    96 shares
    Share 38 Tweet 24
  • DPRD Kudus Soroti Proses Revitalisasi Pasar Kliwon

    95 shares
    Share 38 Tweet 24
Harian Muria

Harian Muria Merupakan Media Online Tersertifikasi Dewan Pers Dengan Nomer 1287/DP-VERIFIKASI/K/X/2024

Penerbit :
PT. Mediatama Anugrah Pers
SK. Kemenkumham RI Nomor : AHU-0008754.AH.01.01.TAHUN 2023

PILIHAN EDITOR

Istana Karisidenan Pati sebagai simbol kejayaan masa kolonial Belanda. (Istimewa/Harianmuria.com)

Kilas Balik Istana Karesidenan Pati, Simbol Kejayaan Masa Kolonial Belanda

4 Oktober 2022
1.7k
Ilustrasi Ayah dan anak. (Freepik/Harianmuria.com)

Menguak Pentingnya Peran Ayah dalam Tumbuh Kembang Anak

4 Juni 2023
546

IKUTI SOSMED KAMI

  • Peta Situs
  • Box Redaksi
  • Kerjasama & Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

© 2026 Harian Muria - Portal Berita Muria Raya dan Sekitarnya

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • Berita Daerah
    • Blora
    • Demak
    • Grobogan
    • Jepara
    • Kendal
    • Kudus
    • Pati
    • Rembang
    • Semarang
  • Artikel
    • Biografi
    • Kesehatan
    • Kuliner
    • Lifestyle
    • Parenting
    • Silabus & RPP
    • Tips
    • Travelling
  • Box Redaksi
  • Kerjasama & Iklan

© 2026 Harian Muria - Portal Berita Muria Raya dan Sekitarnya