SEMARANG, Harianmuria.com – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah (Pemprov Jateng) terus memantapkan program Makan Bergizi Gratis bisa disalurkan ke masyarakat secara merata, baik anak sekolah, lansia, hingga ibu hamil dan ibu menyusui di 35 Kabupaten/Kota.
Plt Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekda Jateng, Hanung Triyono, mengatakan saat ini MBG yang telah disalurkan kepada ibu hamil di Jawa Tengah ada 93.045 orang, ibu menyusui 204.305 orang, serta balita yang berjumlah 549.759 anak.
“Sebaran merata di 35 kabupaten/kota,” ujar Hanung saat ditemui di Kota Semarang, Senin, 13 April 2026.
Saat ditanya mengenai tujuan utama penerima MBG disalurkan ke ibu hamil dan menyusui adalah untuk meningkatkan status gizi, menurunkan angka stunting, dan menjamin asupan nutrisi 1000 Hari Pertama Kehidupan (HPK). Program ini berfokus pada kesehatan ibu dan janin/bayi untuk menciptakan generasi yang sehat dan berkualitas.
“Program untuk ibu hamil dan menyusui sudah berjalan di seluruh Jawa Tengah. Fokusnya adalah memenuhi kebutuhan protein dan gizi, karena asupan yang cukup sangat krusial bagi kesehatan ibu dan anak yang dikandungnya,”ungkapnya.
Penyaluran MBG pada ibu hamil dan menyusui sudah mulai berjalan sejak akhir tahun 2025. Ia juga menyebut terdapat perbedaan dari segi nutrisi menu MBG yang diberikan ibu hamil dan anak sekolah. Meskipun frekuensi distribusinya sama yakni lima hari dalam sepekan.
“Menunya pasti ada perbedaan asupan gizi secara teknis. Datanya juga dinamis, kalau ada yang baru hamil akan langsung tercatat agar mendapatkan hak yang sama,” jelasnya.
Selain itu, juga terdapat evaluasi dari SPPG di Jawa Tengah yang bermasalah dalam penyaluran MBG, walaupun tidak diketahui secara pasti jumlah SPPG , namun investigasi tersebut tidak sampai menyebabkan pemberhentian operasional atau penutupan kantor.
“Tidak terus berhenti tapi ada pembenahan sampai teguran. Jadi sesuai dengan kekurangannya apa bisa dicukupi dan bisa jalan lagi. Prosesnya paling seminggu “katanya.
Menanggapi isu pengurangan Transfer ke Daerah (TKD), Hanung menegaskan bahwa program-program prioritas pemerintah, termasuk MBG, tidak akan terganggu.
Ia menekankan pentingnya semangat gotong royong dan kolaborasi antara pemerintah pusat, daerah, serta swasta melalui CSR untuk menutup celah anggaran.
“Kita kelola anggaran yang ada dengan efektif. Tidak ada yang mengeluh, semua tetap jalan. Kuncinya adalah kolaborasi, apa yang bisa kita kerjakan bareng-bareng, ya kita laksanakan. Program prioritas tetap menjadi fokus utama kami demi kesejahteraan masyarakat Jateng,” pungkasnya.
Jurnalis: Rizky Syahrul Al-Fath
Editor: Rosyid











