REMBANG, Harianmuria.com – Pemerintah Kabupaten Rembang masih menyusun program Satu Desa Satu Sarjana yang menjadi salah satu janji politik Bupati Harno dan Wakil Bupati Hanies Cholill Barro’.
Wabup Rembang, Hanies, mengatakan pemerintah akan melibatkan lintas sektor untuk berkoordinasi sehingga penyusunan program bisa tepat sasaran.
Koordinasi tersebut melibatkan Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (Dinpermades), para camat, Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil), serta Dinas Sosial (Dinsos) untuk mengidentifikasi potensi calon penerima beasiswa, terutama dari keluarga kurang mampu.
Menurut Wabup Hanies, dengan sinergi berbagai pihak, Pemkab Rembang optimistis program ini dapat berjalan efektif dan memberikan dampak nyata bagi peningkatan kualitas hidup masyarakat desa.
Wabup Hanies menegaskan program Satu Desa Satu Sarjana bukan sekadar janji politik melainkan dirancang sebagai kebijakan berkelanjutan. Program ini diproyeksikan berjalan lintas periode pemerintahan.
“Ini agenda besar dan berkelanjutan. Bukan hanya untuk satu atau dua periode, tapi sebagai investasi pembangunan desa melalui peningkatan kualitas SDM,” ujarnya saat menghadiri acara serah terima jabatan pengurus Forum Anak Beasiswa (FAB) Rembang yang digelar di Gedung DPRD Rembang, Minggu, 25 Januari 2026.
Ia menyampaikan bahwa keberadaan sarjana di setiap desa diharapkan mampu menjadi motor penggerak pembangunan, baik dalam bidang pendidikan, ekonomi, sosial, maupun tata kelola pemerintahan desa.
Oleh karena itu, ia meminta peran Forum Anak Beasiswa (FAB) sebagai organisasi internal penerima beasiswa untuk ikut mensosialisasikan program beasiswa pemerintah kepada masyarakat luas.
“Para penerima beasiswa ini tidak hanya menerima manfaat, tetapi juga menjadi agen informasi dan inspirasi bagi masyarakat, terutama generasi muda,” tambahnya.
Jurnalis: Vicky Rio
Editor: Ulfa











