REMBANG, Harianmuria.com – Setelah Pemerintah melalui Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) resmi mematikan siaran TV analog, membuat keberadan stok set top box (STB) di sejumlah toko elektronik habis diburu pembeli. Bahkan di Kabupaten Rembang, stok STB sudah kosong hingga berhari-hari.
Pemilik salah satu toko elektronik, Elly, Selasa (6/12) mengungkap ketersediaan STB di toko miliknya sudah kosong sejak 3 hari yang lalu. Alhasil banyak pelanggannya yang terpaksa putar balik karena tidak mendapatkan STB.
“Saya kebanjiran pembeli disini, terpaksa menolak orang banyak. Ada kalau 80 orang mencari disini tidak dapat STB,” terangnya.
Padahal sebelumnya, dirinya sempat ditawari sales STB untuk mengambil stok dalam jumlah yang banyak sebelum siaran TV analog dimatikan secara bertahap mulai tanggal 2 Desember 2022. Namun ia urung melakukannya, karena khawatir jika tidak laku.
“Saya waktu telpon anak saya di Semarang katanya tidak laku. Jadinya kita hanya ambil 10 unit, padahal dia (sales) bawa 50 itu ada. Setelah saya ambil 10, esok harinya ternyata banyak orang yang cari,” bebernya.
Mengingat banyaknya pembeli STB yang tidak diimbangi dengan ketersediaan barang, membuat harga pemasarannya kian melambung. Elly menyebut, saat ini harga STB mengalami kenaikan harga hingga Rp. 100 ribu lebih.
“Ada yang harga Rp 100 ribuan sekarang jadi Rp 240 ribu, itu punyanya matrix. Terus kemudian yang saya jual Rp 235 ribu sekarang Rp 350 ribu yang apple merah,” ungkapnya.
Senada dengan Elly, pemilik toko elektronik lainnya, Tomo mengatakan harga STB saat ini memang mengalami kenaikan.
“Jelas ada kenaikan, jadi hukum ekonomi itu barang kurang harga naik itu pasti. Kalau barang banyak pasti harganya turun. Kalau merk apple, polytron itu harganya Rp 350 ribu, sebelumnya Cuma Rp 250-275 ribu,” imbuhnya.
Untuk saat ini, stok STB yang ada di tokonya hanya tersisa 6 unit dan ia pajang di atas etalasenya.
Adapun bagi para pembeli, selain karena langkanya stok STB di sejumlah toko elektronik, keinginan untuk membeli kian hilang lantaran harganya yang naik hingga RP 100 ribu lebih.
Seperti yang dirasakan salah satu warga Desa Kabongan Kidul Kecamatan Rembang, Hamdi Mutarom. Dirinya sempat kesulitan menemukan toko elekstronik yang masih memiliki stok STB. Namun sayangnya, ketika ia berhasil mendapatkan STB tersebut ternyata harganya cukup mahal.
“Dari kemarin saya sudah mencari ke toko-toko elektronik semuanya kosong. Kemudian saya cari lagi hari ini kebetulan barangnya ada cuma stoknya sedikit. Tapi harganya naik, dari yang sebelumnya sekitar Rp. 250 ribuan sekarang jadi Rp. 350 ribu,” ungkapnya.
Ia pun terpaksa mengurungkan niatnya untuk membeli STB meski alat tersebut sangat dibutuhkannya. Terlebih, saat ini laga sepakbola piala dunia tengah bergulir.
Alhasil, sementara waktu dirinya harus menumpang di TV milik tetangganya sembari menunggu turunnya harga STB.
“Akhirnya saya tunda dulu untuk beli, sambil nunggu barang yang agak murah tersedia. Karena dirumah ada 2 TV. Kalau beli 2 STB kan lumayan juga keluar uangnya,” tandasnya. (Lingkar Network | R Teguh Wibowo – Harianmuria.com)











