• Peta Situs
  • Kerjasama & Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kabar Hari Ini
Minggu, Agustus 2, 2026
harianmuria
  • Home
  • Nasional
  • Berita Daerah
    • Blora
    • Rembang
    • Grobogan
    • Pati
    • Jepara
    • Kendal
    • Demak
    • Kudus
    • Semarang
  • Artikel
    • Biografi
    • Kesehatan
    • Kuliner
    • Lifestyle
    • Parenting
    • Silabus & RPP
    • Tips
    • Travelling
  • Box Redaksi
No Result
View All Result
harianmuria
  • Home
  • Nasional
  • Berita Daerah
    • Blora
    • Rembang
    • Grobogan
    • Pati
    • Jepara
    • Kendal
    • Demak
    • Kudus
    • Semarang
  • Artikel
    • Biografi
    • Kesehatan
    • Kuliner
    • Lifestyle
    • Parenting
    • Silabus & RPP
    • Tips
    • Travelling
  • Box Redaksi
No Result
View All Result
harianmuria
No Result
View All Result

Sakral! Ruwatan Malam 1 Suro di Rembang Diikuti 35 Warga Lintas Daerah

ulfa puspa by ulfa puspa
16 Juni 2026
in Rembang, Highlight, News
70 2
RUWATANG: Seorang peserta menjalani ritual ruwatan di Desa Gedongmulyo, Kecamatan Lasem, Kabupaten Rembang pada Senin, 15 Juni 2026 malam. (Vicky Rio/Harianmuria.com)

RUWATANG: Seorang peserta menjalani ritual ruwatan di Desa Gedongmulyo, Kecamatan Lasem, Kabupaten Rembang pada Senin, 15 Juni 2026 malam. (Vicky Rio/Harianmuria.com)

553
VIEWS
Tanya ChatGPTShare to FacebookWhatsAppTelegram

REMBANG, Harianmuria.com – Puluhan warga dari Kabupaten Rembang, Kudus, Tuban, hingga Yogyakarta mengikuti ritual ruwatan menjelang malam 1 Suro di Desa Gedongmulyo, Kecamatan Lasem, Kabupaten Rembang pada Senin, 15 Juni 2026 malam.

Ruwatan yang digelar Kumpulan Jowo Lasem Sanggar Pamujan berlangsung sakral dengan diiringi alunan gamelan dan gending Jawa.

Prosesi diawali dengan pembersihan diri menggunakan air bunga yang berasal dari sejumlah sumber mata air bersejarah di wilayah Rembang. Setelah itu, kegiatan dilanjutkan dengan jamasan dan warangan pusaka sebagai bagian dari pelestarian tradisi.

Ketua Sesepuh Kumpulan Jowo Lasem Sanggar Pamujan, Ernantoro, mengatakan air yang digunakan dalam ritual berasal dari beberapa sumber mata air yang memiliki nilai sejarah dan budaya.

“Airnya kita ambil dari beberapa sumber mata air. Ada dari sumur Sunan Bonang, sumber Kajar, dan sumber Gowak yang dikenal sebagai tempat pemandian Dewi Indu,” kata Ernantoro.

Menurutnya, penggunaan air dari berbagai sumber tersebut dimaknai sebagai sarana pembersihan diri menjelang malam 1 Suro.

“Bahwasanya manusia memiliki kekotoran dalam pikiran maupun dalam hati. Maka pada momentum malam satu Suro ini kita membersihkan diri,” ujarnya.

Satu per satu peserta dipanggil untuk menjalani prosesi ruwatan. Dengan tubuh dibalut kain putih, mereka duduk di kursi yang telah disiapkan. Ernantoro kemudian memimpin ritual dengan menyentuh dahi peserta, mengguyurkan air bunga ke kepala, hingga memotong sehelai rambut sebagai simbol pembuangan hal-hal negatif.

Ia menjelaskan, pembersihan yang dimaksud bukan sekadar fisik, melainkan pembenahan batin dan pikiran. Karena itu, peserta yang mengikuti ritual juga dianjurkan mempersiapkan diri dengan menjalankan puasa Senin-Kamis.

“Pesertanya ada sekitar 35 orang. Ada perempuan, laki-laki juga. Mereka orang dewasa semua yang ikut ruwatan,” terangnya.

Usai ruwatan, kegiatan dilanjutkan dengan warangan atau penyucian pusaka, khususnya keris. Tradisi tersebut dipercaya sebagai cara merawat sekaligus menjaga kondisi pusaka agar tetap baik.

Selain menjalani ritual, para peserta juga mendapatkan wejangan yang berisi pesan moral dan pengingat agar senantiasa memperbaiki perilaku serta menjaga kebersihan hati.

Ernantoro menyebut tradisi tersebut telah berlangsung sejak tahun 1995 dan terus dilestarikan hingga sekarang.

“Alhamdulillah masih berjalan sampai sekarang. Banyak yang datang dari luar daerah juga untuk ikut ruwatan,” katanya.

Bagi para peserta, ruwatan menjadi sarana introspeksi diri sekaligus doa untuk memohon keselamatan.

Sugiono, warga Sumbergirang, Kecamatan Lasem, mengaku tahun ini merupakan kali keempat dirinya mengikuti ritual tersebut.

“Niatnya untuk membersihkan diri dari kotoran hati dan tolak bala. Harapannya dijauhkan dari kesialan selama setahun ke depan,” ujar Sugiono.

Sementara itu, Abdul Wahab, warga Desa Ketangi, Kecamatan Pamotan, menilai malam 1 Suro memiliki makna khusus bagi masyarakat Jawa sehingga menjadi momentum yang tepat untuk mendekatkan diri kepada Tuhan.

“Momentum satu Suro bagi orang Jawa memiliki makna tersendiri. Karena itu dimanfaatkan untuk membersihkan hati melalui ruwatan,” katanya.

Ia berharap melalui ritual tersebut dirinya dan keluarga diberi keselamatan serta terhindar dari berbagai musibah.

“Dengan begitu diharapkan dapat terhindar dari kesialan atau hal-hal buruk. Istilah orang Jawa itu tolak balak,” pungkasnya.

Jurnalis: Vicky Rio
Editor: Ulfa

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari harianmuria.com
Tags: Berita Rembangkabupaten rembangrembangruwatanSuronan
SummarizeShare40SendShare
Previous Post

New Pasar Maling di Pasar Johar Semarang Diminati Ratusan Pedagang

Next Post

Jejak Sejarah dan Makna Laku Spiritual 1 Suro di Surakarta

ulfa puspa

ulfa puspa

Berita Terkait

Potret Guru RA di Rembang, Tetap Semangat Mendidik Meski Honor Hanya Rp6.000 per Hari

Potret Guru RA di Rembang, Tetap Semangat Mendidik Meski Honor Hanya Rp6.000 per Hari

by ulfa puspa
1 Agustus 2026
518

REMBANG, Harianmuria.com – Potret pendidikan di Indonesia masih banyak kekurangan baik dari segi jumlah tenaga didik hingga kesejahteraan guru. Di Kabupaten Rembang misalnya, seorang guru taman kanak-kanak hanya...

Fahrudin Usulkan Evaluasi Jabatan Sekda Rembang Usai 5 Tahun Menjabat

Fahrudin Usulkan Evaluasi Jabatan Sekda Rembang Usai 5 Tahun Menjabat

by Sekar Sari
31 Juli 2026
519

REMBANG, Harianmuria.com - Memasuki lima tahun menjabat, Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Rembang, Fahrudin, mengaku telah mengajukan permohonan kepada Bupati Rembang Harno agar dilakukan evaluasi. Menurut Fahrudin, evaluasi merupakan...

Sekolah Rakyat Rembang Resmi Dibuka Hari Ini, Tampung 225 Siswa

Sekolah Rakyat Rembang Resmi Dibuka Hari Ini, Tampung 225 Siswa

by ulfa puspa
31 Juli 2026
524

REMBANG, Harianmuria.com – Pemerintah Kabupaten Rembang resmi meluncurkan Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 pada Jumat, 31 Juli 2026. Bupati Rembang melalui Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Sekretariat Daerah Kabupaten...

Pemkab Rembang Terbuka Terhadap Gugatan Seleksi JPTP 2026

Pemkab Rembang Terbuka Terhadap Gugatan Seleksi JPTP 2026

by ulfa puspa
30 Juli 2026
513

REMBANG, Harianmuria.com – Pemerintah Kabupaten Rembang terbuka terhadap gugatan ke Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) pada proses seleksi Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama (JPTP) tahun 2026. Sekretaris Daerah (Sekda)...

Load More

BERITA UTAMA

Potret Guru RA di Rembang, Tetap Semangat Mendidik Meski Honor Hanya Rp6.000 per Hari

Potret Guru RA di Rembang, Tetap Semangat Mendidik Meski Honor Hanya Rp6.000 per Hari

1 Agustus 2026
518
DPRD Kudus Bakal Kaji Polemik Jalur Sepeda Terhalang PKL dan Parkir

DPRD Kudus Bakal Kaji Polemik Jalur Sepeda Terhalang PKL dan Parkir

31 Juli 2026
522
Petani Sukolilo Desak Pemkab Pati Segera Normalisasi Sungai Silugonggo

Petani Sukolilo Desak Pemkab Pati Segera Normalisasi Sungai Silugonggo

30 Juli 2026
520
Bupati Pemalang Kena OTT, Ahmad Luthfi Minta Kepala Daerah Fokus Jalankan Amanah

Bupati Pemalang Kena OTT, Ahmad Luthfi Minta Kepala Daerah Fokus Jalankan Amanah

29 Juli 2026
540

TRENDING HARI INI

  • Launching Agustus, Koperasi Merah Putih di Grobogan akan Jadi Pusat Distribusi Barang Subsidi

    Launching Agustus, Koperasi Merah Putih di Grobogan akan Jadi Pusat Distribusi Barang Subsidi

    191 shares
    Share 76 Tweet 48
  • Mengenal Mbah Riyan, Ulama Asal Kudus yang Hidup Sederhana dengan Ratusan Karya

    178 shares
    Share 71 Tweet 45
  • Diminati Masyarakat, Bupati Jepara Dorong Wisata CFD Kates di Tigajuru Dikembangkan

    163 shares
    Share 65 Tweet 41
  • Mendikdasmen Lepas Pengiriman 5,5 Juta Buku untuk SD-SMP se-Indonesia dari Kudus

    100 shares
    Share 40 Tweet 25
  • Barantin Gagalkan 75.992 Bibit Sawit Ilegal di Lampung

    97 shares
    Share 39 Tweet 24
  • Tim Bareskrim Polri Datangi Sumur Minyak Rakyat Plantungan Blora

    1175 shares
    Share 470 Tweet 294
  • Rusak Parah, Warga Jaten Pati Inisiatif Swadaya Tambal Jalan

    106 shares
    Share 42 Tweet 27
Harian Muria

Harian Muria Merupakan Media Online Tersertifikasi Dewan Pers Dengan Nomer 1287/DP-VERIFIKASI/K/X/2024

Penerbit :
PT. Mediatama Anugrah Pers
SK. Kemenkumham RI Nomor : AHU-0008754.AH.01.01.TAHUN 2023

PILIHAN EDITOR

NgAllah Suluk Maleman: Menemukan Cahaya di Tengah Gelap Zaman

NgAllah Suluk Maleman: Menemukan Cahaya di Tengah Gelap Zaman

28 Januari 2026
551
Ilustrasi bendera berwarna merah, simbol dari hubungan yang redflag. (Freepik/Harianmuria.com)

Red Flag dalam Hubungan, Apakah Itu? Kenali Tanda-Tandanya

30 November 2022
685

IKUTI SOSMED KAMI

  • Peta Situs
  • Box Redaksi
  • Kerjasama & Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

© 2026 Harian Muria - Portal Berita Muria Raya dan Sekitarnya

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • Berita Daerah
    • Blora
    • Demak
    • Grobogan
    • Jepara
    • Kendal
    • Kudus
    • Pati
    • Rembang
    • Semarang
  • Artikel
    • Biografi
    • Kesehatan
    • Kuliner
    • Lifestyle
    • Parenting
    • Silabus & RPP
    • Tips
    • Travelling
  • Box Redaksi
  • Kerjasama & Iklan

© 2026 Harian Muria - Portal Berita Muria Raya dan Sekitarnya