REMBANG, Harianmuria.com – Abrasi yang mengancam kawasan Pantai Caruban di Desa Gedongmulyo, Kecamatan Lasem, Kabupaten Rembang, hingga kini belum tuntas teratasi.
Pedagang di Pantai Caruban berharap pemerintah segera menambah pembangunan pemecah gelombang karena abrasi masih terus mengikis bibir pantai, terutama di sisi tengah hingga barat.
Seorang pedagang di Pantai Caruban, Sarip, mengatakan gelombang pasang biasanya terjadi pada pukul 06.00 hingga 10.00 WIB. Setelah itu air laut mulai surut, meski kondisi ombak sangat dipengaruhi oleh arah dan kecepatan angin.
“Kalau habis Dzuhur biasanya sudah mulai surut. Tergantung angin. Kalau angin kencang, ombak ikut besar,” ujarnya.
Menurut Sarip, pemerintah telah memasang beton pemecah gelombang namun baru di kawasan timur Pantai Caruban. Sementara wilayah tengah hingga barat yang juga terdampak abrasi belum mendapatkan perlindungan.
“Makanya kami berharap ada tindak lanjut lagi. Soalnya masih banyak yang butuh pemecah gelombang. Apalagi bulan Februari lalu abrasi sangat parah, air sudah menggulung tikar-tikar yang dipasang pedagang,” tuturnya.
Meski abrasi memengaruhi kenyamanan wisatawan, Sarip menilai Pantai Caruban masih aman dikunjungi. Saat air laut surut pada siang hingga sore hari, hamparan pasir masih cukup luas untuk dimanfaatkan pengunjung.
“Kalau siang sampai sore ombak surut. Hamparan pasir yang bisa dipakai bermain sekitar 50 meter dari bibir pantai,” jelasnya.
Sebagian pedagang yang memiliki kemampuan ekonomi berinisiatif memasang pagar bambu atau rajek sebagai penahan ombak. Sementara pedagang lainnya memilih bertahan demi memenuhi kebutuhan ekonomi keluarga.
Sementara itu, Pelaksana tugas (Plt) Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Rembang, M. Luthfi Hakim, mengatakan pihaknya telah berkoordinasi dengan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) dan BPBD Provinsi Jawa Tengah terkait penanganan abrasi di Pantai Caruban.
“Kami sudah berkoordinasi dengan BBWS dan BPBD Provinsi Jawa Tengah. Untuk penanganan teknis tentu perlu dilakukan survei lokasi terlebih dahulu agar kondisi di lapangan bisa dipetakan secara menyeluruh dan penanganannya tepat sasaran,” ujar Luthfi pada Kamis, 18 Juni 2026.
Hasil survei lokasi akan menjadi dasar dalam menentukan langkah penanganan yang paling efektif, termasuk kebutuhan pembangunan infrastruktur pengaman pantai pada titik-titik yang mengalami abrasi.
Menurutnya, BPBD Kabupaten Rembang akan terus mengawal proses koordinasi dengan instansi terkait agar penanganan abrasi dapat segera ditindaklanjuti sesuai kewenangan masing-masing.
“Harapannya, setelah survei dilakukan, penanganan bisa segera direalisasikan secara bertahap sehingga abrasi tidak semakin meluas dan aktivitas masyarakat maupun wisata di Pantai Caruban tetap aman,” pungkasnya.
Jurnalis: Vicky Rio
Editor: Ulfa











