REMBANG, Harianmuria.com – Pemerintah Kabupaten Rembang menyiapkan Rp10 miliar khusus untuk pemeliharaan jalan kabupaten yang mengalami kerusakan akibat cuaca ekstrem.
Sekretaris Daerah Kabupaten Rembang, Fahrudin, mengatakan masyarakat telah melaporkan kerusakan jalan yang dinilai berpotensi membahayakan. Namun, anggaran tersebut hanya untuk pemeliharaan jalan kabupaten.
“Penanganan dilakukan segera dengan berbagai skema yang telah disiapkan. Ini sejalan dengan visi dan misi Bupati Rembang serta komitmen pemerintah daerah untuk mewujudkan kondisi jalan yang lebih baik,” ujar Fahrudin saat dikonfirmasi, Kamis, 22 Januari 2026.
Pemeliharaan jalan kabupaten Rembang yang rusak akibat hujan dan cuaca ekstrem dilakukan dengan tambal sulam sebagai upaya darurat, terutama pada lubang-lubang jalan yang cukup dalam dan membahayakan pengendara.
Lantaran intensitas hujan masih relatif tinggi, kata Fahrudin, perbaikan sementara menggunakan material sederhana agar risiko kecelakaan lalu lintas dapat diminimalkan.
“Jika menggunakan anggaran rutin, penanganan bisa langsung dilakukan. Sementara pekerjaan melalui mekanisme tender tentu membutuhkan tahapan. Karena itu, pemeliharaan rutin menjadi solusi yang paling cepat saat ini,” terangnya.
Apabila anggaran rutin tersebut belum mencukupi, pemerintah telah menyiapkan alternatif pembiayaan lain. Salah satunya melalui pemanfaatan Belanja Tidak Terduga (BTT), terutama untuk kondisi mendesak yang berkaitan langsung dengan keselamatan masyarakat.
“Jika situasinya urgent dan menyangkut keselamatan, tentu bisa menggunakan dana BTT,” tegasnya.
Sedangkan untuk penanganan di jalan nasional, termasuk jalur pantura yang melintasi wilayah Rembang menjadi kewenangan pemerintah pusat.
Meski demikian, Fahrudin menegaskan bahwa Pemkab Rembang tetap aktif berkoordinasi dan melaporkan kondisi kerusakan di lapangan.
Menurutnya, jalur Pantura pada segmen Kaliori hingga Sarang menjadi salah satu titik perhatian utama, mengingat tingkat kerusakan cukup signifikan akibat curah hujan tinggi serta padatnya volume kendaraan berat yang melintas.
Pemkab Rembang akan berkoordinasi dengan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) agar penanganan jalan nasional segera ditindaklanjuti.
“Bupati Rembang akan menginstruksikan Kepala Dinas Pekerjaan Umum untuk segera menyampaikan laporan kondisi jalan nasional agar pemerintah pusat dapat mengambil langkah penanganan,” jelasnya.
Jurnalis: Vicky Rio
Editor: Ulfa











