REMBANG, Harianmuria.com – Hasil panen padi perdana atau musim tanam I (MT1) tahun 2026 di Kabupaten Rembang menunjukkan capaian yang cukup menggembirakan. Produksi padi dinilai baik dengan harga gabah di tingkat petani melampaui Angka Pembelian Pemerintah (APP).
Kepala Dinas Pertanian dan Pangan (Dintanpan) Kabupaten Rembang, Agus Iwan Haswanto, menyampaikan bahwa panen awal tahun 2026 telah dilaksanakan bersama penyuluh pertanian, pembimbing lapangan, serta Badan Pusat Statistik (BPS).
“Dari hasil panen perdana tersebut, produktivitas padi mencapai kisaran 5,8 ton per hektare. Secara umum hasilnya cukup baik,” ujar Agus pada Selasa, 27 Januari 2026.
Agus menjelaskan untuk harga gabah kering panen (GKP) di tingkat petani Rp7.100 per kilogram. Angka ini lebih tinggi dibandingkan APP yang ditetapkan pemerintah Rp6.500 per kilogram.
Sementara itu, harga gabah kering giling (GKG) diperkirakan lebih tinggi lagi, seiring dengan kondisi gabah yang relatif lebih kering.
Agus menambahkan, kualitas gabah hasil panen MT1 tahun ini juga tergolong bagus. Tidak ditemukan serangan penyakit yang signifikan, serta pengisian bulir padi berlangsung optimal.
“Kualitas gabah relatif baik, tidak ada gangguan penyakit, dan pengisian bulirnya juga maksimal,” jelasnya.
Meski demikian, Agus mengungkapkan adanya tantangan utama yang masih dihadapi petani dan pelaku usaha penggilingan. Pasalnya sebagian besar petani masih mengandalkan pengeringan konvensional, yakni dengan sinar matahari. Akibatnya pengeringan tidak bisa optimal.
“Pengeringan gabah masih menjadi pekerjaan rumah, khususnya bagi penggiling padi. Karena itu muncul usulan agar pemerintah bisa memfasilitasi pengadaan mesin pengering gabah,” ungkapnya.
Saat ini, ketersediaan fasilitas pengering gabah di Kabupaten Rembang masih sangat terbatas. Mesin pengering hanya tersedia di beberapa wilayah, seperti Karangsari dan sejumlah lokasi lainnya.
Untuk sebaran wilayah panen, Agus menyebutkan bahwa hingga saat ini belum ada kecamatan yang secara dominan melakukan panen awal. Pasalnya, panen diperkirakan segera meluas dan menyebar ke berbagai kecamatan di Kabupaten Rembang dalam waktu dekat.
“Panen ini baru awal dan akan segera menyebar ke kecamatan-kecamatan lain,” pungkasnya.
Jurnalis: Vicky Rio
Editor: Ulfa











