PATI, Harianmuria.com – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah memberikan bimbingan teknis pemberdayaan koperasi pondok pesantren di Auditorium Pesantren Maslakul Huda Pati, Jumat, 17 April 2026.
Bimtek ini merupakan bagian upaya pemprov dalam membangun kemandirian ekonomi santri. Kali ini bimtek fokus pada budi daya ikan lele.
Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin, dalam kesempatan ini menyampaikan bahwa pesantren tidak boleh hanya berfungsi sebagai pendidikan, namun juga harus memiliki fungsi dakwah dan pemberdayaan masyarakat. Ketiganya, tidak akan bisa berjalan tanpa adanya kemandirian ekonomi.
Karenanya, pelatihan yang diselenggarakan oleh Dinas Koperasi dan UMKM Provinsi Jawa Tengah itu sangat penting, sebagai upaya agar pesantren dapat turut andil dalam meningkatkan pertumbuhan ekonomi.
“Harapannya ini bisa berjalan terus, dan tentu saja istiqomah,” ujar dia.
Wagub Jateng juga berpesan agar para santri menguasai teknologi, supaya dalam menjalankan usahanya bisa berjalan secara maksimal.
Tokoh yang yang akrab disapa Gus Yasin ini juga berharap bimtek memberikan pelatihan terkait pemasaran. Jika terjadi over produksi, ada langkah yang akan dilakukan dalam mencari pasar di tempat-tempat yang lebih luas.
Sementara itu, Pengasuh Pesantren Maslaul Huda, Abdul Ghaffar Rozon, mengatakan bimtek bertujuan agar menggugah para santri untuk menjadi enterpreneur pertanian dan peternakan.
Harapannya, para santri bersedia menjadi enterpreneur pertanian dan perikanan. Dan menjadi salah satu pondasi kemandirian, baik kemandirian personal maupun pesantren,” ujarnya.
Jurnalis: Lingkarjateng Group Network











