• Peta Situs
  • Kerjasama & Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kabar Hari Ini
Jumat, Oktober 16, 2026
harianmuria
  • Home
  • Nasional
  • Berita Daerah
    • Blora
    • Rembang
    • Grobogan
    • Pati
    • Jepara
    • Kendal
    • Demak
    • Kudus
    • Semarang
  • Artikel
    • Biografi
    • Kesehatan
    • Kuliner
    • Lifestyle
    • Parenting
    • Silabus & RPP
    • Tips
    • Travelling
  • Box Redaksi
No Result
View All Result
harianmuria
  • Home
  • Nasional
  • Berita Daerah
    • Blora
    • Rembang
    • Grobogan
    • Pati
    • Jepara
    • Kendal
    • Demak
    • Kudus
    • Semarang
  • Artikel
    • Biografi
    • Kesehatan
    • Kuliner
    • Lifestyle
    • Parenting
    • Silabus & RPP
    • Tips
    • Travelling
  • Box Redaksi
No Result
View All Result
harianmuria
No Result
View All Result

Harga Ayam Anjlok, Peternak di Pati Terancam Gulung Tikar

ulfa puspa by ulfa puspa
3 Juli 2026
in Pati, News
69 1
ILUTRASI: Kondisi ayam boiler di salah satu peternakan di Desa Gadudero, Kabupaten Pati pada Jumat, 3 Juli 2026. (Fahtur Rohman/Harianmuria.com)

ILUTRASI: Kondisi ayam boiler di salah satu peternakan di Desa Gadudero, Kabupaten Pati pada Jumat, 3 Juli 2026. (Fahtur Rohman/Harianmuria.com)

540
VIEWS
Tanya ChatGPTShare to FacebookWhatsAppTelegram

PATI, Harianmuria.com – Peternak ayam di kawasan Pantura timur, Kabupaten Pati, Kudus, hingga Grobogan terancam gulung tikar imbas harga ayam anjlok.

Harga ayam hidup berada di bawah biaya produksi sejak akhir Mei 2026 sehingga para peternak mengalami kerugian besar.

Peternak ayam pun berujung mengurangi populasi ternak, menunda masa pemeliharaan, hingga mengosongkan kandang karena kehabisan modal.

Persaudaraan Peternak Mandiri Pantura (PPMP) menilai situasi tersebut menunjukkan masih adanya ketimpangan dalam tata kelola industri perunggasan nasional. 

Ketua PPMP Pantura Timur, Saripudin, mengatakan peternak rakyat kini menjadi pihak yang paling rentan dalam rantai bisnis unggas.

“Kondisi ini membuat peternak rakyat berada pada posisi paling rentan di tengah rantai bisnis perunggasan. Peternak bukan tidak mampu berproduksi, tetapi menghadapi sistem usaha yang belum memberikan keseimbangan,” ujarnya, Jumat, 3 Juli 2026.

Menurutnya, harga ayam hidup saat ini berada jauh di bawah Harga Pokok Produksi (HPP), sehingga setiap kilogram ayam yang dijual menimbulkan kerugian sekitar Rp7.000 hingga Rp8.000. Akibatnya, modal usaha peternak terus terkuras hanya untuk menutup biaya operasional.

Saripudin menjelaskan, tingginya biaya pakan, Day Old Chick (DOC), obat-obatan, vitamin, listrik, dan tenaga kerja tidak diimbangi dengan harga jual ayam di tingkat peternak. 

Kondisi itu menyebabkan arus kas peternak terganggu dan mengancam keberlangsungan usaha mereka.

“Banyak peternak mulai mengurangi populasi, menunda chick in, bahkan mengosongkan kandang karena sudah tidak sanggup menanggung kerugian,” katanya.

PPMP juga menyoroti dugaan kelebihan pasokan DOC Final Stock (FS) yang dinilai menjadi salah satu penyebab melimpahnya produksi ayam hidup di pasaran. 

“Ketidakseimbangan antara pasokan dan kebutuhan membuat harga ayam terus tertekan dalam waktu yang cukup lama,” ungkapnya.

Ironisnya, di tengah kesulitan yang dialami peternak rakyat, sejumlah perusahaan perunggasan besar justru mencatatkan kinerja keuangan yang positif. 

Hal itu dinilai sebagai indikator adanya ketimpangan dalam struktur industri yang perlu segera dibenahi pemerintah.

Untuk mengatasi persoalan tersebut, PPMP mengusulkan pengendalian produksi DOC secara lebih terukur, pemberian subsidi parsial harga DOC ketika peternak mengalami kerugian ekstrem, serta penguatan pola kemitraan yang lebih adil antara perusahaan penyedia sarana produksi dengan peternak rakyat. 

Selain itu, pemerintah diminta meningkatkan pengawasan terhadap distribusi DOC dan produk unggas.

Saripudin menegaskan peternak rakyat merupakan tulang punggung penyedia protein hewani nasional. 

Jika kondisi ini terus berulang tanpa pembenahan tata kelola industri, regenerasi peternak akan terhenti karena generasi muda tidak lagi tertarik melanjutkan usaha keluarganya.

“Keberhasilan industri tidak cukup diukur dari keuntungan perusahaan besar, tetapi juga dari kemampuan peternak rakyat bertahan dan memperoleh penghasilan yang layak. Tanpa peternak yang kuat, ketahanan pangan nasional akan sulit diwujudkan,” tegasnya.

Jurnalis: Fahtur Rohman
Editor: Ulfa

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari harianmuria.com
Tags: Berita Patikabupaten patipatipeternak ayampeternak ayam petelur
SummarizeShare39SendShare
Previous Post

Wabup Jepara Serap Aspirasi Warga Mayong dalam Agenda Jumat Berangkat

Next Post

Rencana Perluasan TPA Tanjungrejo Kudus Dimatangkan, Pastikan Ikuti Kaidah Lingkungan

ulfa puspa

ulfa puspa

Berita Terkait

Puluhan warga Desa Karangsari, Kecamatan Cluwak, Kabupaten Pati, Jawa Tengah, menggelar aksi protes di Polsek Cluwak, Selasa, 13 Oktober 2026. (Dok. LBH Semarang/Harianmuria.com)

Konflik Lahan 174 Hektare, Warga Karangsari Pati Desak Polisi Hentikan Kriminalisasi Petani

by Redaksi
14 Oktober 2026
529

PATI, Harianmuria.com – Puluhan warga Desa Karangsari, Kecamatan Cluwak, Kabupaten Pati, Jawa Tengah, mendatangi Polsek Cluwak untuk mendesak kepolisian menghentikan proses hukum terhadap petani yang terlibat konflik agraria...

Musancab Digelar Serentak di 21 Kecamatan, PPP Pati Bidik Perolehan 9 Kursi DPRD

Musancab Digelar Serentak di 21 Kecamatan, PPP Pati Bidik Perolehan 9 Kursi DPRD

by Sekar Sari
11 Oktober 2026
646

PATI, Harianmuria.com – Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Kabupaten Pati mulai menyiapkan langkah untuk meningkatkan perolehan kursi legislatif. Partai berlambang Kabah ini memasang target meraih tujuh hingga sembilan kursi...

Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Pati Risma Ardhi Chandra. (Harianmuria.com)

Pengawasan Trotoar Pati Dikritik Sudewo, Plt Bupati Chandra Bakal Minta Penjelasan Kementerian PU

by Redaksi
10 Oktober 2026
603

PATI, Harianmuria.com – Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Pati Risma Ardhi Chandra akan menemui Kementerian Pekerjaan Umum (PU) untuk membahas pembangunan trotoar di Jalan Panglima Sudirman, Kabupaten Pati, Jawa...

Monitor Penataan Trotoar Jalan Sudirman Pati, Kementerian PU Pastikan Sesuai Spek

Monitor Penataan Trotoar Jalan Sudirman Pati, Kementerian PU Pastikan Sesuai Spek

by ulfa puspa
8 Oktober 2026
531

PATI, Harianmuria.com – Kementerian Pekerjaan Umum (PU) melalui Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) dari Balai Penataan Bangunan, Permukiman, dan Kawasan, Dika Dwi Angga,meninjau proyek penataan trotoar Jalan Sudirman, Kabupaten...

Load More

BERITA UTAMA

Investor Jepang Ingin Bangun Pabrik Biometan di Blora, Bupati: Lirik Potensi Limbah Pertanian

Investor Jepang Ingin Bangun Pabrik Biometan di Blora, Bupati: Lirik Potensi Limbah Pertanian

16 Oktober 2026
526
Festival Literasi Blora 2026 Digelar 4 Hari, Bupati Dorong Budaya Baca hingga Desa

Festival Literasi Blora 2026 Digelar 4 Hari, Bupati Dorong Budaya Baca hingga Desa

15 Oktober 2026
526
RSU Permata Tambah 10 Unit ICU Baru, Bupati Blora: Utamakan Keselamatan Pasien

RSU Permata Tambah 10 Unit ICU Baru, Bupati Blora: Utamakan Keselamatan Pasien

14 Oktober 2026
530
Rembang Bisa Hemat Rp300 M Jika Gaji PPPK Dibayar Pusat, Bupati: Tapi TKD Harus Tetap

Rembang Bisa Hemat Rp300 M Jika Gaji PPPK Dibayar Pusat, Bupati: Tapi TKD Harus Tetap

13 Oktober 2026
545

TRENDING HARI INI

  • SPPG di Kendal Wajib Ambil Telur dari Peternak Lokal dengan Harga Rp26 Ribu

    Masih Ada SPPG Tak Serap Telur Lokal, Peternak Kendal Minta BGN Tindak Tegas

    208 shares
    Share 83 Tweet 52
  • Kemarau Panjang, Warga Sambongrejo Blora Mulai Krisis Air Bersih

    100 shares
    Share 40 Tweet 25
  • KPK Tangkap Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo: Diduga Suap BPK dan Pengadaan Barang Jasa

    96 shares
    Share 38 Tweet 24
  • Didanai APBN Rp400 Juta, Pemkab Kudus Buka 5 Kelas Pelatihan Kerja

    96 shares
    Share 38 Tweet 24
  • Gubernur Jateng Tanggapi Kabar Bupati Klaten Terjaring OTT KPK

    96 shares
    Share 38 Tweet 24
  • DPU Semarang Keruk 33 Sungai Hingga Benahi Drainase Jelang Musim Hujan

    98 shares
    Share 39 Tweet 25
  • Pekan Batik Nusantara 2026 di Kota Pekalongan Pertemukan Pelaku UMKM dari Berbagai Daerah

    95 shares
    Share 38 Tweet 24
Harian Muria

Harian Muria Merupakan Media Online Tersertifikasi Dewan Pers Dengan Nomer 1287/DP-VERIFIKASI/K/X/2024

Penerbit :
PT. Mediatama Anugrah Pers
SK. Kemenkumham RI Nomor : AHU-0008754.AH.01.01.TAHUN 2023

PILIHAN EDITOR

Ilustrasi anak yang mengalami anemia. (Freepik/Lingkarjateng.id)

Pakar Ungkap Anemia Dapat Berdampak pada Perkembangan Otak Anak

3 September 2023
629
Profil Ali Rif’an, Pendiri Sekaligus Direktur Arus Survei Indonesia

Profil Ali Rif’an, Pendiri Sekaligus Direktur Arus Survei Indonesia

25 Januari 2026
764

IKUTI SOSMED KAMI

  • Peta Situs
  • Box Redaksi
  • Kerjasama & Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

© 2026 Harian Muria - Portal Berita Muria Raya dan Sekitarnya

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • Berita Daerah
    • Blora
    • Demak
    • Grobogan
    • Jepara
    • Kendal
    • Kudus
    • Pati
    • Rembang
    • Semarang
  • Artikel
    • Biografi
    • Kesehatan
    • Kuliner
    • Lifestyle
    • Parenting
    • Silabus & RPP
    • Tips
    • Travelling
  • Box Redaksi
  • Kerjasama & Iklan

© 2026 Harian Muria - Portal Berita Muria Raya dan Sekitarnya