SEMARANG, Harianmuria.com – Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng Pramestuti meminta Perumda Air Minum Tirta Moedal meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi musim kemarau. Imbauan ini menyusul gangguan distribusi air bersih yang sempat dikeluhkan warga di sejumlah wilayah Kota Semarang.
Dalam beberapa hari terakhir, diketahui warga di kawasan Semarang Timur, Pedurungan, Genuk, hingga Kaligawe mengeluhkan aliran air PDAM yang mengalir tidak stabil hingga mati total. Keluhan tersebut bahkan ramai diperbincangkan di media sosial.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, gangguan layanan dipicu oleh kebocoran pipa akibat terdampak alat berat proyek di kawasan Kaligawe. Insiden itu menyebabkan distribusi air ke sejumlah wilayah terganggu.
Menanggapi kondisi tersebut, Agustina meminta jajaran PDAM tidak hanya fokus pada penanganan gangguan, tetapi juga menyiapkan langkah antisipasi menghadapi potensi meningkatnya kebutuhan air bersih saat musim kemarau.
“Disini PDAM harus meningkatkan kinerja ya, karena banyaknya keluhan dari masyarakat. Saya minta PDAM harus melakukan langkah antisipasi untuk menghadapi musim kemarau,” ujarnya Rabu, 15 Juli 2026.
Menurutnya, PDAM perlu menyiapkan berbagai manuver agar pelayanan kepada masyarakat tetap berjalan optimal meski memasuki musim kemarau.
“Ini kan jelang kemarau, harus ada manuver khusus untuk antisipasi. Apalagi ini soal air, kita sedang buat beberapa skema,” katanya.
Selain memperkuat layanan PDAM, Pemerintah Kota Semarang juga menyiapkan skema distribusi air bersih bagi wilayah yang belum terjangkau jaringan perpipaan maupun kawasan yang terdampak gangguan layanan.
Agustina mengatakan bantuan air bersih melalui armada tangki telah disalurkan ke sejumlah titik yang membutuhkan. Skema tersebut akan terus diperkuat sebagai langkah darurat selama musim kemarau.
“Sudah ada bantuan tangki air ke titik yang tidak ada aliran PDAM, dan titik yang tidak terjangkau oleh jaringan PDAM. Saya sudah minta ada skema menghadapi ini,” ujarnya.
Ia menegaskan pembangunan jaringan PDAM baru tidak bisa dilakukan dalam waktu singkat. Karena itu, pengiriman air bersih menggunakan mobil tangki menjadi solusi yang paling memungkinkan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.
“Nah kalau itu nggak ada jaringan, kita kan nggak bisa bangun. Yang bisa adalah kita mengirim air. Mudah-mudahan ini segera bisa dilaksanakan proses pembantuan air bersih,” paparnya.
Di sisi lain, Agustina juga meminta Dewan Pengawas PDAM Tirta Moedal turun langsung ke lapangan untuk mengevaluasi kualitas pelayanan sekaligus melakukan analisis terhadap penyebab gangguan distribusi air.
“Saya minta dewas turun ya melakukan analisa, kalau melihat pegawainya PDAM pasti cukup kalau digerakkan dengan sungguh-sungguh,” tuturnya.
Jurnalis: Syahril Muadz
Editor: Tia











