REMBANG, Harianmuria.com – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Rembang mengusulkan perbaikan sembilan ruas jalan melalui program Instruksi Presiden (Inpres) Jalan Daerah (IJD) 2026 dengan total kebutuhan anggaran lebih dari Rp100 miliar.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPU Taru) Kabupaten Rembang, Maryosa, mengatakan salah satu usulan diarahkan untuk meningkatkan akses menuju kawasan Sekolah Rakyat yang sedang dipersiapkan pemerintah, meski jalan tersebut berstatus jalan desa.
“Depan Sekolah Rakyat itu nanti ke barat. Nanti kita usulkan juga lewat IJD untuk memfasilitasi Sekolah Rakyat walaupun itu jalan desa sebenarnya,” ujar Maryosa saat kegiatan Wadah Dialog Pembangunan Rembang (Wedangan) di Pendopo Rumah Dinas Bupati, Rabu, 15 Juli 2026.
Selain akses pendidikan, Pemkab Rembang juga mengusulkan perbaikan sejumlah ruas yang dinilai memiliki peran strategis dalam mendukung aktivitas ekonomi masyarakat.
Salah satunya adalah ruas Kedungrejo–Pasar Banggi yang mengalami peningkatan volume kendaraan seiring berkembangnya kawasan industri.
“Pengguna jalan Kedungrejo-Pasar Banggi semakin tinggi karena ada pabrik-pabrik dan aktivitas ekonomi yang berkembang,” kata Maryosa.
Menurut Maryosa, apabila seluruh usulan tersebut disetujui pemerintah pusat, manfaatnya tidak hanya berupa peningkatan kualitas infrastruktur, tetapi juga memperlancar distribusi barang, mobilitas masyarakat, dan akses menuju pusat-pusat pendidikan maupun kegiatan ekonomi.
“Total kebutuhan anggarannya lebih dari Rp100 miliar. Semoga seluruh usulan ini bisa disetujui sehingga manfaatnya dapat dirasakan masyarakat,” pungkasnya.
Adapun sembilan ruas jalan yang diusulkan meliputi Kalipang–Lodan Wetan, Lodan Wetan–Bonjor, Bonjor–Sampung, Sampung–Tawangrejo, Kaliombo–Sudo, Dresi–Sekararum, Kedungrejo–Pasar Banggi, Pamotan–Trembes–Suntri, serta akses menuju kawasan Sekolah Rakyat.
Jurnalis: Vicky Rio
Editor: Rosyid











