BLORA, Harianmuria.com – Menjelang perayaan HUT ke-80 RI, Polres Blora membentuk Satuan Tugas (Satgas) Pangan untuk menekan peredaran beras oplosan dan menjaga stabilitas harga bahan pokok di pasar tradisional Kabupaten Blora .
Kapolres Blora, AKBP Wawan Andi Susanto, menjelaskan bahwa pembentukan Satgas Pangan dilakukan sebagai antisipasi atas maraknya kasus beras oplosan di beberapa daerah di Indonesia, yang berpotensi merugikan masyarakat luas jika terjadi pula di Blora.
“Satgas akan melakukan monitoring dan penyelidikan intensif di beberapa pasar utama sebagai pusat distribusi kebutuhan pokok,” ujarnya, Rabu, 30 Juli 2025.
Pasar Jadi Fokus Pengawasan
Satgas Pangan Polres Blora memusatkan pengawasan di sejumlah pasar strategis, yakni Pasar Sidomakmur Blora, Pasar Induk Cepu, Pasar Rakyat Randublatung, Pasar Jepon
Selain antisipasi beras oplosan, Satgas juga memantau harga dan ketersediaan bahan pokok seperti beras, gula, minyak goreng, telur, dan daging ayam. Polres bekerja sama dengan Bulog, Dinas Perdagangan, dan distributor lokal untuk memastikan pasokan tetap lancar dan harga tetap stabil.
“Langkah ini dilakukan untuk mempertahankan kestabilan pasar jelang 17 Agustus,” ujar AKBP Wawan.
Imbauan untuk Pedagang dan Masyarakat
Kapolres mengimbau para pedagang agar tidak melakukan penimbunan barang yang berpotensi menimbulkan kelangkaan dan kenaikan harga yang tajam. “Pedagang harus menjaga etika usaha demi kepentingan bersama,” katanya.
Masyarakat pun diingatkan untuk berbelanja secara bijak dan sesuai kebutuhan. “Belilah secukupnya, supaya ketersediaan bahan pokok tetap sehat dan tidak menimbulkan kepanikan pasar,” tambahnya.
AKBP Wawan mengajak masyarakat menjadi konsumen cerdas dengan memeriksa kualitas beras sebelum membeli dan melaporkan jika menemukan dugaan beras oplosan. Ia juga mengimbau agar konsumen tidak melakukan pemborongan berlebihan agar ketersediaan bahan pokok tetap aman untuk semua.
Kondisi Pasokan Aman
Hingga akhir Juli 2025, hasil pemantauan menunjukkan bahwa stok kebutuhan pokok di Blora masih dalam kondisi aman. Komoditas utama seperti beras, gula, minyak goreng, telur, dan ayam stabil harga dan pasokannya.
“Dengan kerja sama semua pihak, kita bisa menjaga kestabilan ekonomi daerah dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” tutup AKBP Wawan.
Jurnalis: Eko Wicaksono
Editor: Basuki










