BLORA, Harianmuria.com – Rumah Susun Sederhana Sewa (Rusunawa) Tambakromo, yang terletak di Kecamatan Cepu, Kabupaten Blora, belum sepenuhnya terisi hingga tahun 2025. Dari total 99 unit kamar, saat ini baru 79 unit yang dihuni.
Padahal, harga sewa per bulan tergolong sangat terjangkau, mulai dari Rp50 ribu hingga Rp125 ribu, tergantung lantai tempat unit berada.
Hunian Rata-Rata 70-80 Persen
Menurut Kepala Bidang Perumahan dan Permukiman Dinas Perumahan, Permukiman, dan Perhubungan (Dinrumkimhub) Blora, Denny Adhiharta Setiawan, tingkat keterisian Rusunawa Tambakromo sejak awal memang belum pernah mencapai 100 persen.
“Sejak awal huniannya hanya sekitar 70 sampai 80 persen. Penghuni juga sering keluar masuk, bahkan ada yang pergi tanpa izin,” ujar Denny, Selasa, 5 Agustus 2025.
Untuk mengantisipasi hal tersebut, pihak pengelola memberlakukan uang jaminan sebesar tiga bulan sewa, yang akan dikembalikan jika penghuni keluar secara resmi.
“Ada yang keluar tanpa pamit. Makanya, sekarang diberlakukan jaminan tiga bulan,” tambahnya.
Harga Sewa Berdasarkan Lantai
Rusunawa Tambakromo terdiri dari lima lantai dengan tarif sewa yang berbeda. Lantai 1 khusus untuk difabel dan lansia bertarif Rp50.000, lantai 2 Rp125.000, lantai 3 Rp100.000, lantai 4 Rp75.000, dan lantai 5 Rp50.000
Denny menambahkan bahwa saat ini pembayaran sewa masih dilakukan secara tunai, namun ditargetkan berubah menjadi sistem non-tunai mulai bulan depan.
Ketersediaan Unit dan Fasilitas Umum
Pengelola Rusunawa, Sunarko, menjelaskan bahwa lantai satu juga digunakan sebagai fasilitas umum yang mencakup musala, aula, kantor pengelola, gudang, toilet umum, dan area parkir.
“Lantai satu sudah terisi penuh dan digunakan juga untuk fasilitas bersama,” katanya.
Menurut Sunarko, saat ini tingkat keterisian Rusunawa Tambakromo mencapai 79 dari 99 unit. Lantai 5 merupakan lantai dengan tingkat keterisian terendah dengan 11 unit kosong.
“Untuk yang kosong, lantai 5 ada 11 unit, lantai 2 enam unit, lantai 4 dua unit, dan lantai 3 dua unit,” terangnya.
Pendapatan Masih Fluktuatif
Sunarko juga mengungkapkan bahwa pendapatan bulanan dari sewa rusunawa berkisar Rp6 juta hingga Rp7 juta. Fluktuasi itu dikarenakan beberapa penyewa sering terlambat membayar.
“Tidak pasti tiap bulan, karena ada beberapa yang telat bayar. Ini jadi kendala tersendiri,” ujarnya.
Jurnalis: Eko Wicaksono
Editor: Basuki










