• Peta Situs
  • Kerjasama & Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kabar Hari Ini
Jumat, Agustus 7, 2026
harianmuria
  • Home
  • Nasional
  • Berita Daerah
    • Blora
    • Rembang
    • Grobogan
    • Pati
    • Jepara
    • Kendal
    • Demak
    • Kudus
    • Semarang
  • Artikel
    • Biografi
    • Kesehatan
    • Kuliner
    • Lifestyle
    • Parenting
    • Silabus & RPP
    • Tips
    • Travelling
  • Box Redaksi
No Result
View All Result
harianmuria
  • Home
  • Nasional
  • Berita Daerah
    • Blora
    • Rembang
    • Grobogan
    • Pati
    • Jepara
    • Kendal
    • Demak
    • Kudus
    • Semarang
  • Artikel
    • Biografi
    • Kesehatan
    • Kuliner
    • Lifestyle
    • Parenting
    • Silabus & RPP
    • Tips
    • Travelling
  • Box Redaksi
No Result
View All Result
harianmuria
No Result
View All Result

Sejarawan Peter Carey Minta Pemerintah Tinjau Ulang Sistem Pemberian Gelar Pahlawan Nasional

Basuki by Basuki
12 November 2025
in News
66 3
Sejarawan Inggris Peter Carey meminta pemerintah Indonesia meninjau ulang sistem pemberian gelar pahlawan nasional usai kontroversi gelar kepada Soeharto.

Sejarawan Inggris Peter Carey saat mengikuti acara bedah buku di Kota Semarang beberapa waktu lalu. (Lingkarnews Network / Harianmuria.com)

528
VIEWS
Tanya ChatGPTShare to FacebookWhatsAppTelegram

SEMARANG, Harianmuria.com – Sejarawan terkemuka asal Inggris, Peter Carey, meminta pemerintah Indonesia untuk meninjau ulang sistem pemberian gelar pahlawan nasional. Seruan ini muncul di tengah kontroversi publik setelah Presiden ke-2 RI, Soeharto, menerima gelar Pahlawan Nasional.

Menurut Peter, kebijakan tersebut bisa memberi pesan negatif bagi dunia internasional, mengingat sejumlah kebijakan Orde Baru yang dinilai melanggar prinsip kemanusiaan.

“Kita mengingat agresi terhadap wilayah tetangga saat itu, Timor Timur Portugis (kini Timor-Leste), pada 6–7 Desember 1975, yang berakhir dengan resolusi PBB dan menandai pendudukan ilegal Indonesia hingga 1999,” ujar Peter saat dihubungi, Rabu, 12 November 2025.

Agresi Timor Timur Langgar Hukum Internasional

Peter menyebut, agresi militer di Timor Timur merupakan pelanggaran hukum internasional (breach of international law) yang dapat dikategorikan sebagai kejahatan perang.

“Bagaimana mungkin sosok seperti itu dijadikan teladan bagi komunitas internasional? Pemberian gelar ini justru menjadi pembenaran atas tindakan-tindakan tersebut,” tegasnya.

Ia menilai bahwa mempertahankan sistem pemilihan dan pemberian gelar pahlawan nasional saat ini merupakan ciri ketidakdewasaan sebuah negara, karena keduanya merupakan upaya yang menghalangi sejarah yang bebas dari kepentingan politik.

“Kebijakan ini bisa mendistorsi sejarah. Penetapan pahlawan nasional ibarat undian lotre,” ujarnya.

Sistem Gelar Pahlawan Dinilai Tidak Konsisten

Peter, yang lebih dari 40 tahun meneliti Pangeran Diponegoro, menyoroti ketidakkonsistenan pemerintah dalam memberikan gelar pahlawan.

Ia mencontohkan, Sunan Pakubuwono VI ditetapkan sebagai pahlawan nasional pada 1964, meski perannya dalam Perang Jawa nyaris tidak menonjol. Sedangkan Pangeran Diponegoro, tokoh utama dalam perang tersebut, baru mendapat gelar sembilan tahun kemudian, tepatnya pada 10 November 1973.

“Ini sama sekali tidak masuk akal. Sistem pahlawan nasional kita tidak memberi ruang bagi sejarah yang nyata,” kata Peter.

Peter juga menepis klaim yang menyebut Soeharto tidak terlibat dalam peristiwa 1965. Ia menegaskan bahwa berbagai kajian sejarah dan dokumen resmi telah membuktikan keterlibatan struktur komando pusat yang dipimpin oleh Soeharto.

“Klaim bahwa tidak ada bukti sama sekali sulit dipertahankan. Bukti-buktinya banyak dan sudah mapan dalam catatan sejarah,” ujarnya.

Seruan untuk Reformasi Sistem Sejarah

Sehingga, menurut Peter, jika ingin memupuk apresiasi dan pemahaman sehat terhadap sejarah Indonesia serta menghindarkannya dari tarik-menarik politik, langkah pertama yang harus diambil adalah menghapus sistem pahlawan nasional dan meninjau kembali sistem penulisan sejarah nasional. ‎

“Lebih baik membuka arsip sejarah supaya rakyat bisa meneliti sendiri dan menarik kesimpulan masing-masing,” tutupnya.

Jurnalis: Lingkarnews Network
Editor: Basuki

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari harianmuria.com
Tags: Orde Barupahlawan nasionalPeter Careysejarah Indonesiasistem gelar pahlawan nasionalSoehartoTimor Timur
SummarizeShare38SendShare
Previous Post

Pembayaran Ganti Rugi Lahan Bendungan Cabean Blora Ditargetkan Desember 2025

Next Post

BAZNAS dan Paragon Gelar Pelatihan Garmen di Kendal, Strategi Turunkan Pengangguran

Basuki

Basuki

Berita Terkait

Pemkot Semarang bersama UNDIP dan ANRI menggelar seminar internasional untuk memperkuat pengusulan gelar Pahlawan Nasional bagi ulama besar asal Semarang, K.H. Sholeh Darat.

Pemkot Semarang Gelar Seminar Internasional Dukung K.H. Sholeh Darat Jadi Pahlawan Nasional

by Basuki
11 November 2025
537

Pemkot Semarang bersama UNDIP dan ANRI menggelar seminar internasional untuk memperkuat pengusulan gelar Pahlawan Nasional bagi ulama besar asal Semarang, K.H. Sholeh Darat.

Tutut menanggapi pro dan kontra usai Soeharto resmi dianugerahi gelar Pahlawan Nasional, menilai masyarakat kini lebih dewasa dalam menilai jasa sang ayah.

Soeharto Resmi Pahlawan Nasional, Tutut Tanggapi Pro-Kontra dan Isu HAM

by Basuki
10 November 2025
539

Putri Presiden ke-2 RI, Siti Hardijanti Hastuti (Tutut) menanggapi pro dan kontra usai Soeharto resmi dianugerahi gelar Pahlawan Nasional. Ia menilai masyarakat kini lebih dewasa dalam menilai jasa...

Pemkot Semarang Kawal Pengusulan KH Sholeh Darat sebagai Pahlawan Nasional

Pemkot Semarang Kawal Pengusulan KH Sholeh Darat sebagai Pahlawan Nasional

by Basuki
11 Mei 2025
545

Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng Pramestuti menegaskan komitmen Pemerintah Kota Semarang untuk terus mengawal proses pengusulan gelar Pahlawan Nasional bagi KH Sholeh Darat.

RELA KEHUJANAN: Pj Bupati Kudus Muhamad Hasan Chabibie saat menyampaikan sambutan dalam acara Pasamuan Ta’sis dan Suluk Tajug Menara di depan Kawasan Menara Kudus, Selasa malam (30/1/2024). (Nisa Hafizhotus Syarifa/Harianmuria.com)

Pemkab Kudus Dukung Usulan Gelar Pahlawan Nasional untuk KH Raden Asnawi

by Sekar Sari
1 Februari 2024
531

Penjabat (Pj) Bupati Kudus Muhamad Hasan Chabibie memohon restu dan dukungan dari seluruh pihak terkait untuk menjadikan KH Raden Asnawi sebagai pahlawan nasional. Dirinya memuji ketekunan Kyai Asnawi dalam...

Load More

BERITA UTAMA

Perbaiki Jalan Jepara-Kelet, Pemprov Jateng Kucurkan Rp29 Miliar

Perbaiki Jalan Jepara-Kelet, Pemprov Jateng Kucurkan Rp29 Miliar

6 Agustus 2026
508
Sempat Didemo, Perbaikan Jalan Sambong–Ledok Blora Akhirnya Dapat Jatah Rp500 Juta

Sempat Didemo, Perbaikan Jalan Sambong–Ledok Blora Akhirnya Dapat Jatah Rp500 Juta

5 Agustus 2026
528
PHK Karyawan PT Victoria Apparel Semarang Cuma Dapat Pesangon 0,5 Kali

PHK Karyawan PT Victoria Apparel Semarang Cuma Dapat Pesangon 0,5 Kali

4 Agustus 2026
518
Wacana Plaza Puri Pati Diubah Jadi Mall, Pedagang Resah Diminta Pindah

Wacana Plaza Puri Pati Diubah Jadi Mall, Pedagang Resah Diminta Pindah

3 Agustus 2026
535

TRENDING HARI INI

  • Rencana Kelonggaran Syarat Pengisian Kepala Sekolah Disambut Baik Disdikpora Kudus

    Rencana Kelonggaran Syarat Pengisian Kepala Sekolah Disambut Baik Disdikpora Kudus

    156 shares
    Share 62 Tweet 39
  • Lomba Gendong Istri di Grobogan Meriahkan Suasana Jelang HUT Ke-81 RI

    104 shares
    Share 42 Tweet 26
  • Tingkatkan PAD, 2 Objek Wisata di Kudus Mulai Dikelola Investor Bulan Ini

    115 shares
    Share 46 Tweet 29
  • 16 Jembatan Garuda Selesai Dibangun di Blora, Jadi Akses Penghubung Antar Wilayah

    107 shares
    Share 43 Tweet 27
  • DPRD Grobogan Soroti Efektivitas Penyertaan Modal BUMD Rp2,6 Miliar pada Raperda 2027

    103 shares
    Share 41 Tweet 26
  • Ekonomi Menggeliat, Kendal Dipilih Jadi Lokasi Visitasi Pelatihan Kepemimpinan Nasional II

    100 shares
    Share 40 Tweet 25
  • Mengenal Mbah Riyan, Ulama Asal Kudus yang Hidup Sederhana dengan Ratusan Karya

    250 shares
    Share 100 Tweet 63
Harian Muria

Harian Muria Merupakan Media Online Tersertifikasi Dewan Pers Dengan Nomer 1287/DP-VERIFIKASI/K/X/2024

Penerbit :
PT. Mediatama Anugrah Pers
SK. Kemenkumham RI Nomor : AHU-0008754.AH.01.01.TAHUN 2023

PILIHAN EDITOR

Desa Wisata Loram Kulon di Kudus menawarkan wisata sejarah Masjid Wali At-Taqwa dan Gapura Padurekso peninggalan Sultan Hadirin, serta wisata edukasi pengolahan bandeng khas Loram Kulon yang bisa dijadikan oleh-oleh.

Mengenal Sejarah Islam dan Belajar Olahan Bandeng di Desa Wisata Loram Kulon Kudus

3 November 2025
632
Ilustrasi Pertempuran Surabaya pada 10 November 1945. (YouTube MSV Studio/Harianmuria.com)

Sejarah Singkat Peristiwa Hari Pahlawan yang Diperingati Setiap 10 November

10 November 2022
790

IKUTI SOSMED KAMI

  • Peta Situs
  • Box Redaksi
  • Kerjasama & Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

© 2026 Harian Muria - Portal Berita Muria Raya dan Sekitarnya

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • Berita Daerah
    • Blora
    • Demak
    • Grobogan
    • Jepara
    • Kendal
    • Kudus
    • Pati
    • Rembang
    • Semarang
  • Artikel
    • Biografi
    • Kesehatan
    • Kuliner
    • Lifestyle
    • Parenting
    • Silabus & RPP
    • Tips
    • Travelling
  • Box Redaksi
  • Kerjasama & Iklan

© 2026 Harian Muria - Portal Berita Muria Raya dan Sekitarnya