BLORA, Harianmuria.com – Penyebab pasti dugaan keracunan makanan program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang menimpa ratusan siswa SMP Negeri 1 Blora masih belum dapat disimpulkan.
Dinas Kesehatan Daerah (Dinkesda) Blora menegaskan bahwa seluruh sampel terkait kini sedang menjalani pemeriksaan di Laboratorium Kesehatan Masyarakat (Labkesmas) Provinsi Jawa Tengah.
Sampel Telah Dikirim ke Labkesmas Provinsi
Kepala Dinkesda Blora, Edi Widayat, mengungkapkan bahwa makanan, muntahan, feses, dan sampel air telah dikirimkan sehari setelah kejadian untuk dianalisis.
“Hasil laboratorium masih dalam proses. Kami menunggu pemeriksaan sampel di Laboratorium Kesehatan Masyarakat Provinsi Jawa Tengah,” ujar Edi, Rabu, 3 desember 2025.
Ia menambahkan bahwa pemeriksaan mikrobiologi dan toksikologi membutuhkan waktu karena analisisnya harus dilakukan secara menyeluruh dan detail.
Belum Ada Kesimpulan Penyebab
Edi menegaskan bahwa pihaknya tidak ingin berspekulasi sebelum hasil resmi dirilis Labkesmas Jateng.
“Pemeriksaan tidak bisa langsung selesai. Kami belum dapat memastikan penyebab sebelum hasil resmi diterbitkan,” tegasnya.
Menurutnya, hasil pemeriksaan laboratorium diperkirakan baru bisa keluar minimal satu minggu setelah pengiriman sampel. Setiap perkembangan akan langsung dipublikasikan kepada masyarakat.
“Begitu hasil keluar, akan segera kami informasikan,” tandas Edi.
Baca juga: Ratusan Siswa SMPN 1 Blora Keracunan Diduga Usai Makan Menu MBG
Kronologi Kejadian: 122 Siswa Dirawat
Kasus dugaan keracunan massal terjadi pada Selasa, 25 November 2025, sekitar pukul 10.00 WIB. Ratusan siswa mengalami mual, muntah, dan diare setelah menyantap meal box MBG.
Sebanyak 122 siswa sempat dirawat di RSU dr. R. Soetijono Blora dan RS DKT Blora. Seluruhnya kini sudah diperbolehkan pulang.
Dinkesda juga melakukan investigasi langsung mulai dari proses pengolahan hingga distribusi makanan.
“Semua langkah penanganan berjalan optimal demi keselamatan anak-anak serta kejelasan kasus ini,” ujar Edi.

Baca juga: Imbas Dugaan Keracunan Massal Siswa, SPPG Karangjati 1 Blora Berhenti Operasional Sementara
Pemkab Tetapkan Kasus sebagai KLB
Wakil Bupati Blora sekaligus Ketua Satgas MBG, Sri Setyorini, menyatakan bahwa kasus tersebut telah resmi ditetapkan sebagai Kejadian Luar Biasa (KLB). Penetapan dilakukan setelah Pemkab menerima surat dari Badan Gizi Nasional, mengingat tingginya jumlah siswa yang terdampak.
Sri juga mengungkapkan bahwa penyedia menu makanan MBG di sekolah terdampak, SPPG Karangjati 1 Blora, telah menerima surat penghentian operasional sementara dari Direktorat Pemantauan dan Pengawasan.
“Ini bagian dari evaluasi menyeluruh. Tim kami sudah melakukan pemeriksaan. Hasil lengkap akan disampaikan Dinas Kesehatan,” jelasnya.
Jurnalis: Eko Wicaksono
Editor: Basuki











