• Peta Situs
  • Kerjasama & Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kabar Hari Ini
Rabu, Agustus 19, 2026
harianmuria
  • Home
  • Nasional
  • Berita Daerah
    • Blora
    • Rembang
    • Grobogan
    • Pati
    • Jepara
    • Kendal
    • Demak
    • Kudus
    • Semarang
  • Artikel
    • Biografi
    • Kesehatan
    • Kuliner
    • Lifestyle
    • Parenting
    • Silabus & RPP
    • Tips
    • Travelling
  • Box Redaksi
No Result
View All Result
harianmuria
  • Home
  • Nasional
  • Berita Daerah
    • Blora
    • Rembang
    • Grobogan
    • Pati
    • Jepara
    • Kendal
    • Demak
    • Kudus
    • Semarang
  • Artikel
    • Biografi
    • Kesehatan
    • Kuliner
    • Lifestyle
    • Parenting
    • Silabus & RPP
    • Tips
    • Travelling
  • Box Redaksi
No Result
View All Result
harianmuria
No Result
View All Result

Penulisan Ulang Sejarah oleh Kemenbud Tuai Kritik: Keluarga Pahlawan Tak Pernah Dilibatkan

Basuki by Basuki
30 Mei 2025
in News, Semarang
66 3
Keluarga pahlawan kritik rencana penulisan ulang sejarah nasional.

Ketua Ikatan Keluarga Pahlawan Nasional Indonesia (IKPNI) Jawa Tengah Haryo Goeretno. (Rizky Syahrul/Harianmuria.com)

527
VIEWS
Tanya ChatGPTShare to FacebookWhatsAppTelegram

SEMARANG, Harianmuria.com – Rencana Kementerian Kebudayaan (Kemenbud) untuk melakukan penulisan ulang sejarah nasional menuai kritik dari berbagai kalangan, termasuk dari keluarga pahlawan nasional.

Salah satunya datang dari Haryo Goeretno, putra ketiga Pahlawan Revolusi Kolonel Sugiono. Ia menyayangkan tidak adanya pelibatan keluarga pahlawan dalam proses tersebut.

Pak Yoyok, sapaan Haryo, mengungkapkan keheranannya atas proyek penulisan ulang sejarah ini. Ia mempertanyakan arah dan tujuan kebijakan tersebut, serta menilai bahwa pemerintah tidak transparan dan tidak inklusif.

“Kalau sejarah mau di-update, apanya yang mau diluruskan? Kenapa keluarga pahlawan tidak dilibatkan?” ujarnya di Semarang, Jumat (30/5/2025).

Sebagai Ketua Ikatan Keluarga Pahlawan Nasional Indonesia (IKPNI) Jawa Tengah, Pak Yoyok menyebut bahwa sejak 1990-an, keluarga pahlawan tidak pernah diajak berdiskusi dalam proyek sejarah apa pun. Ia mengingat, terakhir kali pelibatan dilakukan saat penulisan sejarah pada tahun 1970-an.

Pak Yoyok juga menduga bahwa proyek ini hanya mengacu pada literatur yang sudah ada, tanpa menyertakan sumber primer dari saksi sejarah atau narasi baru yang lebih kontekstual. Ia menilai, fokus penulisan ulang terlalu sempit jika hanya menyoroti nilai-nilai kepahlawanan tanpa memahami latar sosial-politik saat itu.

Ia menegaskan pentingnya penulisan sejarah yang menyeluruh, dari era Orde Lama, Orde Baru, hingga Reformasi, termasuk tragedi Reformasi 1998 yang menurutnya tidak boleh dihapus dari ingatan kolektif bangsa.

“Peristiwa 98 adalah bagian penting. Kalau narasi tentang PKI tidak diubah, itu wajar agar menjadi pelajaran. Tapi sejarah yang lain jangan dihilangkan.”

Negara Tidak Boleh Jadi Penulis Sejarah

Kritik juga datang dari Prof Wasino, Ketua Masyarakat Sejarawan Jawa Tengah dan Guru Besar Sejarah Universitas Negeri Semarang. Ia menilai bahwa negara tidak seharusnya menjadi pelaku utama dalam penulisan sejarah nasional.

“Pemerintah seharusnya memfasilitasi, bukan menulis sejarah. Kalau ditulis oleh negara, narasinya bisa tunggal dan itu berbahaya,” tandasnya.

Menurut Wasino, di era demokrasi pasca-Reformasi, sejarah seharusnya dibentuk oleh berbagai perspektif, bukan dominasi satu lembaga negara.

Kemenbud Belum Beri Penjelasan Resmi

Diketahui, proyek penulisan ulang sejarah nasional ini melibatkan lebih dari 100 sejarawan, tetapi hingga kini Kemenbud belum memberikan penjelasan resmi terkait metodologi, sumber data, maupun keterlibatan publik. Menteri Kebudayaan Fadli Zon juga belum menanggapi berbagai kritik yang muncul dari masyarakat, akademisi, dan keluarga pahlawan.

(RIZKY SYAHRUL – Harianmuria.com)

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari harianmuria.com
Tags: Berita SemarangIKPNIInfo Semarangkeluarga pahlawanKemenbudpenulisan ulang sejarahsejarah nasionalsejarawan
SummarizeShare38SendShare
Previous Post

Sapi Kurban Presiden Prabowo untuk Rembang: Bulki, Si Jumbo Berbobot 900 Kg

Next Post

Diduga Alami Gangguan Jiwa, Pria di Bojong Pekalongan Bakar Dapur Rumah Sendiri

Basuki

Basuki

Berita Terkait

Ekonomi Lesu Bikin PAD Semarang Macet, Pemkot Genjot Sejumlah Sektor Pajak

Ekonomi Lesu Bikin PAD Semarang Macet, Pemkot Genjot Sejumlah Sektor Pajak

by Sekar Sari
18 Agustus 2026
515

SEMARANG, Harianmuria.com - Kondisi ekonomi yang lesu menjadi salah satu penyebab Pendapatan Asli Daerah Kota Semarang macet. Alhasil Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang melakukan rasionalisasi anggaran yang mengakibatkan beberapa...

Pendapatan Daerah Seret, Disperkim Semarang Tunda 19 Persen Program Kerja

Pendapatan Daerah Seret, Disperkim Semarang Tunda 19 Persen Program Kerja

by ulfa puspa
18 Agustus 2026
514

SEMARANG, Harianmuria.com — Rasionalisasi anggaran Pemerintah Kota Semarang berimbas penundaan pelaksanaan program Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Disperkim).  Sekitar 19 persen program kerja Disperkim kini harus ditunda, termasuk sejumlah...

HUT ke-81 RI, Wali Kota Semarang Minta Semangat Kemerdekaan Tak Berhenti di Seremoni

HUT ke-81 RI, Wali Kota Semarang Minta Semangat Kemerdekaan Tak Berhenti di Seremoni

by Rosyid
17 Agustus 2026
520

SEMARANG, Harianmuria.com - Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng Pramestuti, menekankan pentingnya menerjemahkan semangat kemerdekaan ke dalam peningkatan kesejahteraan masyarakat. Hal itu ia sampaikan usai upacara HUT ke-81 Kemerdekaan...

Pendapatan Daerah Berpotensi Defisit, Pemkot Semarang Pangkas Pos Belanja Rp300 M

Pendapatan Daerah Berpotensi Defisit, Pemkot Semarang Pangkas Pos Belanja Rp300 M

by ulfa puspa
14 Agustus 2026
958

SEMARANG, Harianmuria.com – Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang memangkas pos belanja daerah hingga Rp300 miliar untuk menutup potensi defisit pos pendapatan. Sekretaris Daerah Kota Semarang, Handi Priyanto, mengungkapkan rasionalisasi...

Load More

BERITA UTAMA

Warga Blora Aksi Jalan Mundur Tuntut Transparansi Proyek Pematangan Sekolah Rakyat

Warga Blora Aksi Jalan Mundur Tuntut Transparansi Proyek Pematangan Sekolah Rakyat

18 Agustus 2026
636
Merah Putih Berkibar di Bawah Laut Pulau Gede Rembang Semarakkan HUT ke-81 RI

Merah Putih Berkibar di Bawah Laut Pulau Gede Rembang Semarakkan HUT ke-81 RI

17 Agustus 2026
518
Bus Trans Jateng Koridor Magelang-Temanggung Ditarget Beroperasi 2027

Bus Trans Jateng Koridor Magelang-Temanggung Ditarget Beroperasi 2027

16 Agustus 2026
532
Para siswa SD Negeri Terpencil Bainaa Barat di Desa Bainaa Barat, Kecamatan Tinombo, Parigi Moutong (Parimo), Sulawesi Tengah berdiri di atas Jembatan Garuda yang selesai dibangun. (Istimewa)

Jembatan Garuda Bainaa Barat Selesai, Siswa SD Terpencil Tak Lagi Seberangi Sungai untuk Sekolah

14 Agustus 2026
531

TRENDING HARI INI

  • Warga Blora Aksi Jalan Mundur Tuntut Transparansi Proyek Pematangan Sekolah Rakyat

    Warga Blora Aksi Jalan Mundur Tuntut Transparansi Proyek Pematangan Sekolah Rakyat

    114 shares
    Share 46 Tweet 29
  • 32 Sekolah di Rembang Terima Penghargaan Adiwiyata 2026, Ini Daftarnya

    105 shares
    Share 42 Tweet 26
  • Kampung Nelayan Merah Putih Gempolsewu Resmi Dibangun, Bupati Kendal: Langkah Modernisasi Kawasan Pesisir

    100 shares
    Share 40 Tweet 25
  • Blora Dapat Kucuran Dana CSR Rp1 Miliar untuk Kembangkan Peternakan Ayam Kampung

    97 shares
    Share 39 Tweet 24
  • Kemarau Picu Penurunan Hasil Pertanian di Grobogan, Hewan Ternak Kesulitan Pakan

    97 shares
    Share 39 Tweet 24
  • Anak PMI Asal Gresik Jadi Paskibraka KBRI Kuala Lumpur, Titip Harapan untuk Pendidikan

    109 shares
    Share 44 Tweet 27
  • Proyek Rehabilitasi Pasar Ngawen Blora Tetap Dilanjutkan Meski Molor dari Target

    95 shares
    Share 38 Tweet 24
Harian Muria

Harian Muria Merupakan Media Online Tersertifikasi Dewan Pers Dengan Nomer 1287/DP-VERIFIKASI/K/X/2024

Penerbit :
PT. Mediatama Anugrah Pers
SK. Kemenkumham RI Nomor : AHU-0008754.AH.01.01.TAHUN 2023

PILIHAN EDITOR

MENERANGKAN: Ilustrasi orang yang sedang mengalami gejala flu. (Unspalsh/Harianmuria.com)

Waspada Musim Pancaroba, Lakukan Beberapa Langkah Ini Agar Tubuh Terhindar dari Pilek dan Flu

30 Agustus 2022
569
ILUSTRASI: Getuk Runting salah satu makanan khas kabupaten Pati. (Instagram @tumbas mangan/Harianmuria.com)

10 Rekomendasi Makanan Khas Kabupaten Pati Bercita Rasa Tinggi dan Legendaris

10 September 2022
1.1k

IKUTI SOSMED KAMI

  • Peta Situs
  • Box Redaksi
  • Kerjasama & Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

© 2026 Harian Muria - Portal Berita Muria Raya dan Sekitarnya

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • Berita Daerah
    • Blora
    • Demak
    • Grobogan
    • Jepara
    • Kendal
    • Kudus
    • Pati
    • Rembang
    • Semarang
  • Artikel
    • Biografi
    • Kesehatan
    • Kuliner
    • Lifestyle
    • Parenting
    • Silabus & RPP
    • Tips
    • Travelling
  • Box Redaksi
  • Kerjasama & Iklan

© 2026 Harian Muria - Portal Berita Muria Raya dan Sekitarnya