JEPARA, Harianmuria.com – Ketua Komisi D DPRD Kabupaten Jepara, Sutrisno mengimbau masyarakat untuk bisa menghemat penggunaan air dan memaksimalkan cadangan air yang ada dalam menghadapi musim kemarau panjang.
“Saat ini memang masih ada hujan tapi sedikit. Mudah-mudahan saja tidak ada kekeringan, kalau nanti musim kemaraunya jadi mundur, mungkin sampai Desember masih kemarau ya pasti ada beberapa titik wilayah yang kekeringan, tapi biasanya sudah diantisipasi oleh BPBD dengan dropping air bersih di wilayah-wilayah rawan kekeringan,” ungkapnya.
Menurutnya, BPBD tidak akan bisa mencukupi semua kebutuhan air masyarakat. Oleh sebab itu pihaknya berharap BPBD Jepara bekerjasama dengan perusahaan-perusahaan untuk memanfaatkan CSR yang ada guna memenuhi kebutuhan dropping air bersih.
“Kalau di perbatasan Jepara-Kudus tahun kemarin itu ada CSR dari Djarum, jadi BPBD bisa juga bekerjasama dengan perusahaan-perusahaan yang ada untuk membantu mencukupi kebutuhan air bersih untuk mengantisipasi kekeringan yang ada di Jepara,” jelasnya.
Sebelumnya, Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) memperkirakan Indonesia akan mengalami kekeringan panjang akibat fenomena El Nino yang kemungkinan terjadi pada Juli hingga akhir 2023.
El Nino sendiri merupakan fenomena pemanasan suhu muka laut (SML) di atas kondisi normal yang terjadi di Samudra Pasifik bagian tengah. Hal ini mengakibatkan musim kemarau yang sudah dirasakan di beberapa wilayah Indonesia akan berlangsung lebih panjang daripada tahun sebelumnya.
Mengetahui hal itu, Sutrisno meminta kewaspadaan dan upaya antisipasi dari masyarakat setempat terkait dampak bencana kekeringan. Ia juga meminta masyarakat untuk mengkomunikasikan dengan pemerintah apabila terjadi kekeringan di wilayahnya.
“Saya minta masyarakat bisa menghemat air untuk menghadapi musim kemarau. Ini sangat penting, untuk mengantisipasi kekeringan dibeberapa wilayah. Kalau sekiranya perlu bantuan pemerintah seperti dropping air atau sebagainya, bisa sampaikan langsung ke pemerintah, pemerintah siap membantu masyarakat terkait permasalahan yang ada,” tandasnya. (Lingkar Network | Tomi Budianto – Harianmuria.com)











