BLORA, Harianmuria.com – Pencairan dana perencanaan sejumlah proyek pembangunan di Kabupaten Blora yang bersumber dari pinjaman daerah hingga awal September 2025 masih belum ada kejelasan. Kondisi ini membuat sejumlah kontraktor lokal merasa waswas, mengingat tahapan perencanaan seharusnya sudah rampung lima bulan lalu.
Salah satu kontraktor, sebut saja Sarpan (nama samaran), mengatakan bahwa produk perencanaan proyek seharusnya sudah selesai sejak akhir April 2025. Namun, hingga kini, belum ada kejelasan mengenai kapan dana akan dicairkan.
“Biasanya setelah perencanaan selesai, dana segera turun agar pelaksanaan fisik bisa dimulai. Namun, hingga awal September ini, tidak ada kejelasan mengenai pencairan dana tersebut,” ujarnya, Selasa, 2 September 2025.
Ia menduga pencairan belum dilakukan karena dana pinjaman dari pemerintah pusat belum ditransfer ke Kas Daerah (Kasda) Kabupaten Blora. Akibatnya, tidak ada anggaran yang bisa digunakan untuk memulai pengerjaan fisik proyek.
Dana Masih Tertahan di Pemerintah Pusat
Menanggapi hal ini, Plt Kepala Badan Pendapatan, Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPPKAD) Blora), Susi Widyorini, membenarkan bahwa dana pinjaman daerah memang belum cair.
“Kami sudah ke Jakarta dan mengirimkan surat kembali ke pusat. Saat ini, kami masih menunggu balasan. Jadi memang belum ada transfer ke Kasda,” terangnya.
41 Perencanaan Proyek Sudah Selesai
Sementara itu, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Blora, Nidzamudin Al Huda, menyampaikan bahwa seluruh dokumen perencanaan proyek yang bersumber dari pinjaman daerah telah rampung.
“Untuk 41 perencanaan proyek sudah clear. Terkait pencairan, itu kewenangan BPPKAD,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa dari total 41 titik proyek infrastruktur, sekitar 30-an titik sudah memasuki tahap pelaksanaan, sementara sisanya masih dalam tahap persiapan.
Jurnalis: Subekan
Editor: Basuki











