• Peta Situs
  • Kerjasama & Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kabar Hari Ini
Jumat, Oktober 16, 2026
harianmuria
  • Home
  • Nasional
  • Berita Daerah
    • Blora
    • Rembang
    • Grobogan
    • Pati
    • Jepara
    • Kendal
    • Demak
    • Kudus
    • Semarang
  • Artikel
    • Biografi
    • Kesehatan
    • Kuliner
    • Lifestyle
    • Parenting
    • Silabus & RPP
    • Tips
    • Travelling
  • Box Redaksi
No Result
View All Result
harianmuria
  • Home
  • Nasional
  • Berita Daerah
    • Blora
    • Rembang
    • Grobogan
    • Pati
    • Jepara
    • Kendal
    • Demak
    • Kudus
    • Semarang
  • Artikel
    • Biografi
    • Kesehatan
    • Kuliner
    • Lifestyle
    • Parenting
    • Silabus & RPP
    • Tips
    • Travelling
  • Box Redaksi
No Result
View All Result
harianmuria
No Result
View All Result

Dari Kampung Gali Menuju Kampung Santri: Transformasi Wajah Bandarharjo Semarang

Basuki by Basuki
22 Oktober 2025
in News, Semarang
84 2
Bandarharjo, yang dulu dikenal sebagai “kampung gali”, kini bertransformasi menjadi “kampung santri”.

Warga Kelurahan Bandarharjo Semarang saat mengikuti pengajian di kampung mereka beberapa waktu lalu. (Dok. warga/Harianmuria.com)

662
VIEWS
Tanya ChatGPTShare to FacebookWhatsAppTelegram

SEMARANG, Harianmuria.com – Selama puluhan tahun, Bandarharjo, sebuah kelurahan di Kecamatan Semarang Utara, Kota Semarang, dikenal dengan citra kelam sebagai ‘kampung gali’ – kawasan yang lekat dengan kriminalitas dan premanisme.

Namun, di balik stigma itu, kini perlahan muncul wajah baru Bandarharjo yang lebih religius dan damai. Warga dan tokoh masyarakat bersama-sama berupaya mengubah citra kampung menjadi ‘Kampung Santri’, simbol kebangkitan moral dan sosial masyarakatnya.

Jejak Kelam ‘Kampung Gali’ di Masa Lalu

Menurut Rifai Sutikno, tokoh masyarakat sekaligus saksi sejarah Bandarharjo, reputasi buruk itu memiliki akar panjang sejak tahun 1960-an.

“Dulu banyak pendatang bekerja di pelabuhan, sebagian hidup serabutan. Di sini juga ada Rumah Ampera (Amanat Penderitaan Rakyat) untuk menampung gelandangan, bahkan preman,” ujarnya.

Banyak pelaku kejahatan yang tertangkap polisi mengaku berasal dari Bandarharjo. Situasi ini diperparah dengan munculnya slogan menantang, ‘Jalma Mara Jalma Mati’ (Berani datang, berani mati), yang makin mengukuhkan citra keras kawasan tersebut.

Akumulasi perilaku kriminal membuat Bandarharjo dikenal sebagai kawasan hitam. “Pada 1983–1985 banyak warga jadi sasaran operasi Petrus (Penembak Misterius). Namun, dari situ juga banyak yang bertaubat,” kenang Sutikno.

Dari Stigma Gelap Menuju Jalan Terang

Citra negatif yang melekat berdampak besar bagi kehidupan sosial dan ekonomi warga. “Banyak yang ditolak kerja, bahkan urusan jodoh pun sulit hanya karena asal dari Bandarharjo,” katanya.

Keresahan itu mendorong tokoh agama dan masyarakat untuk bergerak. Muncullah slogan “Dari Kampung Gali Menuju Kampung Santri”, yang pertama kali digaungkan oleh Lurah Suparmin pada era 1970-an.

Makna “santri” dalam slogan ini bukan semata santri pesantren, melainkan orang yang hidup sesuai nilai-nilai agama dan moral.

“Mulai dibangun masjid, musala, TPQ, dan pengajian rutin. Sekarang setiap malam ada kegiatan mengaji di musala dan masjid,” ujar Sutikno.

Perubahan Nyata di Bandarharjo

Transformasi Bandarharjo tidak hanya terlihat dari perubahan perilaku sosial, tetapi juga pembangunan fisik yang lebih tertata. “Dulu jalan becek, gelap, sering banjir. Sekarang sudah terang dan rapi karena dibangun pemerintah,” ungkapnya.

Perubahan ini membuat pelaku kriminal menurun drastis. “Dulu kalau ada orang meninggal, malah dipakai judi dan mabuk. Sekarang diganti pengajian. Dari mabuk ke ngaji, itu perubahan besar,” tegas Sutikno.

Tantangan Baru dan Harapan ke Depan

Walaupun begitu, lanjut Sutikno, Kelurahan Bandarharjo masih memiliki beberapa PR (pekerjaan rumah) yang harus diselesaikan.

“Saat ini kan mulai lagi marak tawuran dan kenakalan remaja. Nah, ini tugas bersama untuk menyelesaikan, tentunya ini harus saling gotong royong,” katanya.

Dalam semangat Hari Santri 2025, Sutikno mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menghidupkan kembali semangat perubahan itu.

“Melalui semangat Hari Santri, mari kita gaungkan lagi ‘Dari Kampung Gali Menuju Kampung Santri’. Semoga Bandarharjo menjadi kampung yang aman, religius, dan penuh keberkahan,” pungkasnya.

Jurnalis: Lingkar Network
Editor: Basuki

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari harianmuria.com
Tags: bandarharjo semarangBerita SemarangHari Santri 2025kampung galikampung santripetrussemarang hari initransformasi bandarharjo
SummarizeShare48SendShare
Previous Post

Banjir Kembali Rendam Jalur Pantura Sayung Demak, Kemacetan Capai 10 Km

Next Post

8.499 Buruh Tani Tembakau dan Cengkeh di Rembang Terima BLT DBHCHT 2025

Basuki

Basuki

Berita Terkait

Penghuni Nunggak Sewa 9 Bulan, 4 Kamar Rusun Kaligawe Semarang Disegel Satpol PP

Penghuni Nunggak Sewa 9 Bulan, 4 Kamar Rusun Kaligawe Semarang Disegel Satpol PP

by Rosyid
14 Oktober 2026
527

SEMARANG, Harianmuria.com – Satpol PP Kota Semarang menyegel empat unit kamar di Rumah Susun (Rusun) Kaligawe setelah penghuninya tak kunjung melunasi tunggakan sewa. Penyegelan dilakukan setelah serangkaian pemanggilan...

Tak Sesuai Aturan, Aktivitas Parkir di Jalan D.I. Panjaitan Semarang Ditertibkan

Tak Sesuai Aturan, Aktivitas Parkir di Jalan D.I. Panjaitan Semarang Ditertibkan

by Rosyid
13 Oktober 2026
580

SEMARANG, Harianmuria.com – Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Semarang menindak aktivitas parkir yang tidak sesuai aturan di Jalan Mayor Jenderal D.I. Panjaitan. Penertiban dilakukan melalui patroli rutin petugas Dishub...

Pengosongan Gedung Pandanaran Dipertanyakan, DPRD Semarang Minta Bukti Kajian Teknis

Pengosongan Gedung Pandanaran Dipertanyakan, DPRD Semarang Minta Bukti Kajian Teknis

by Sekar Sari
13 Oktober 2026
707

SEMARANG, Harianmuria.com - DPRD Kota Semarang menyoroti rencana pengosongan Gedung Pandanaran di kawasan Tugu Muda milik Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang. Komisi B DPRD Kota Semarang pun meminta Pemkot...

OPD Penghuni Gedung Pandanaran Semarang Belum Bersiap Pindah, Masih Tunggu Instruksi Resmi

OPD Penghuni Gedung Pandanaran Semarang Belum Bersiap Pindah, Masih Tunggu Instruksi Resmi

by Sekar Sari
11 Oktober 2026
983

SEMARANG, Harianmuria.com - Sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD) yang berkantor di Gedung Pandanaran, di kawasan Tugu Muda, Kota Semarang belum melakukan persiapan pindahan. Sejumlah kepala OPD mengaku masih...

Load More

BERITA UTAMA

Investor Jepang Ingin Bangun Pabrik Biometan di Blora, Bupati: Lirik Potensi Limbah Pertanian

Investor Jepang Ingin Bangun Pabrik Biometan di Blora, Bupati: Lirik Potensi Limbah Pertanian

16 Oktober 2026
539
Festival Literasi Blora 2026 Digelar 4 Hari, Bupati Dorong Budaya Baca hingga Desa

Festival Literasi Blora 2026 Digelar 4 Hari, Bupati Dorong Budaya Baca hingga Desa

15 Oktober 2026
529
RSU Permata Tambah 10 Unit ICU Baru, Bupati Blora: Utamakan Keselamatan Pasien

RSU Permata Tambah 10 Unit ICU Baru, Bupati Blora: Utamakan Keselamatan Pasien

14 Oktober 2026
530
Rembang Bisa Hemat Rp300 M Jika Gaji PPPK Dibayar Pusat, Bupati: Tapi TKD Harus Tetap

Rembang Bisa Hemat Rp300 M Jika Gaji PPPK Dibayar Pusat, Bupati: Tapi TKD Harus Tetap

13 Oktober 2026
546

TRENDING HARI INI

  • Didanai APBN Rp400 Juta, Pemkab Kudus Buka 5 Kelas Pelatihan Kerja

    Didanai APBN Rp400 Juta, Pemkab Kudus Buka 5 Kelas Pelatihan Kerja

    98 shares
    Share 39 Tweet 25
  • Investor Jepang Ingin Bangun Pabrik Biometan di Blora, Bupati: Lirik Potensi Limbah Pertanian

    97 shares
    Share 39 Tweet 24
  • Kemarau Panjang, Warga Sambongrejo Blora Mulai Krisis Air Bersih

    101 shares
    Share 40 Tweet 25
  • KPK Tangkap Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo: Diduga Suap BPK dan Pengadaan Barang Jasa

    97 shares
    Share 39 Tweet 24
  • Gubernur Jateng Tanggapi Kabar Bupati Klaten Terjaring OTT KPK

    96 shares
    Share 38 Tweet 24
  • Masih Ada SPPG Tak Serap Telur Lokal, Peternak Kendal Minta BGN Tindak Tegas

    208 shares
    Share 83 Tweet 52
  • OTT KPK di Klaten: Uang Rp1 Miliar Disita, 20 Orang Diamankan Termasuk Bupati Klaten

    95 shares
    Share 38 Tweet 24
Harian Muria

Harian Muria Merupakan Media Online Tersertifikasi Dewan Pers Dengan Nomer 1287/DP-VERIFIKASI/K/X/2024

Penerbit :
PT. Mediatama Anugrah Pers
SK. Kemenkumham RI Nomor : AHU-0008754.AH.01.01.TAHUN 2023

PILIHAN EDITOR

1 dari 14 Pasien DBD di Blora Meninggal, Dinkes Imbau Warga Waspada

1 dari 14 Pasien DBD di Blora Meninggal, Dinkes Imbau Warga Waspada

31 Maret 2026
578
Istana Karisidenan Pati sebagai simbol kejayaan masa kolonial Belanda. (Istimewa/Harianmuria.com)

Kilas Balik Istana Karesidenan Pati, Simbol Kejayaan Masa Kolonial Belanda

4 Oktober 2022
1.9k

IKUTI SOSMED KAMI

  • Peta Situs
  • Box Redaksi
  • Kerjasama & Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

© 2026 Harian Muria - Portal Berita Muria Raya dan Sekitarnya

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • Berita Daerah
    • Blora
    • Demak
    • Grobogan
    • Jepara
    • Kendal
    • Kudus
    • Pati
    • Rembang
    • Semarang
  • Artikel
    • Biografi
    • Kesehatan
    • Kuliner
    • Lifestyle
    • Parenting
    • Silabus & RPP
    • Tips
    • Travelling
  • Box Redaksi
  • Kerjasama & Iklan

© 2026 Harian Muria - Portal Berita Muria Raya dan Sekitarnya