• Peta Situs
  • Kerjasama & Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kabar Hari Ini
Selasa, Agustus 18, 2026
harianmuria
  • Home
  • Nasional
  • Berita Daerah
    • Blora
    • Rembang
    • Grobogan
    • Pati
    • Jepara
    • Kendal
    • Demak
    • Kudus
    • Semarang
  • Artikel
    • Biografi
    • Kesehatan
    • Kuliner
    • Lifestyle
    • Parenting
    • Silabus & RPP
    • Tips
    • Travelling
  • Box Redaksi
No Result
View All Result
harianmuria
  • Home
  • Nasional
  • Berita Daerah
    • Blora
    • Rembang
    • Grobogan
    • Pati
    • Jepara
    • Kendal
    • Demak
    • Kudus
    • Semarang
  • Artikel
    • Biografi
    • Kesehatan
    • Kuliner
    • Lifestyle
    • Parenting
    • Silabus & RPP
    • Tips
    • Travelling
  • Box Redaksi
No Result
View All Result
harianmuria
No Result
View All Result

Dari Kampung Gali Menuju Kampung Santri: Transformasi Wajah Bandarharjo Semarang

Basuki by Basuki
22 Oktober 2025
in News, Semarang
80 2
Bandarharjo, yang dulu dikenal sebagai “kampung gali”, kini bertransformasi menjadi “kampung santri”.

Warga Kelurahan Bandarharjo Semarang saat mengikuti pengajian di kampung mereka beberapa waktu lalu. (Dok. warga/Harianmuria.com)

628
VIEWS
Tanya ChatGPTShare to FacebookWhatsAppTelegram

SEMARANG, Harianmuria.com – Selama puluhan tahun, Bandarharjo, sebuah kelurahan di Kecamatan Semarang Utara, Kota Semarang, dikenal dengan citra kelam sebagai ‘kampung gali’ – kawasan yang lekat dengan kriminalitas dan premanisme.

Namun, di balik stigma itu, kini perlahan muncul wajah baru Bandarharjo yang lebih religius dan damai. Warga dan tokoh masyarakat bersama-sama berupaya mengubah citra kampung menjadi ‘Kampung Santri’, simbol kebangkitan moral dan sosial masyarakatnya.

Jejak Kelam ‘Kampung Gali’ di Masa Lalu

Menurut Rifai Sutikno, tokoh masyarakat sekaligus saksi sejarah Bandarharjo, reputasi buruk itu memiliki akar panjang sejak tahun 1960-an.

“Dulu banyak pendatang bekerja di pelabuhan, sebagian hidup serabutan. Di sini juga ada Rumah Ampera (Amanat Penderitaan Rakyat) untuk menampung gelandangan, bahkan preman,” ujarnya.

Banyak pelaku kejahatan yang tertangkap polisi mengaku berasal dari Bandarharjo. Situasi ini diperparah dengan munculnya slogan menantang, ‘Jalma Mara Jalma Mati’ (Berani datang, berani mati), yang makin mengukuhkan citra keras kawasan tersebut.

Akumulasi perilaku kriminal membuat Bandarharjo dikenal sebagai kawasan hitam. “Pada 1983–1985 banyak warga jadi sasaran operasi Petrus (Penembak Misterius). Namun, dari situ juga banyak yang bertaubat,” kenang Sutikno.

Dari Stigma Gelap Menuju Jalan Terang

Citra negatif yang melekat berdampak besar bagi kehidupan sosial dan ekonomi warga. “Banyak yang ditolak kerja, bahkan urusan jodoh pun sulit hanya karena asal dari Bandarharjo,” katanya.

Keresahan itu mendorong tokoh agama dan masyarakat untuk bergerak. Muncullah slogan “Dari Kampung Gali Menuju Kampung Santri”, yang pertama kali digaungkan oleh Lurah Suparmin pada era 1970-an.

Makna “santri” dalam slogan ini bukan semata santri pesantren, melainkan orang yang hidup sesuai nilai-nilai agama dan moral.

“Mulai dibangun masjid, musala, TPQ, dan pengajian rutin. Sekarang setiap malam ada kegiatan mengaji di musala dan masjid,” ujar Sutikno.

Perubahan Nyata di Bandarharjo

Transformasi Bandarharjo tidak hanya terlihat dari perubahan perilaku sosial, tetapi juga pembangunan fisik yang lebih tertata. “Dulu jalan becek, gelap, sering banjir. Sekarang sudah terang dan rapi karena dibangun pemerintah,” ungkapnya.

Perubahan ini membuat pelaku kriminal menurun drastis. “Dulu kalau ada orang meninggal, malah dipakai judi dan mabuk. Sekarang diganti pengajian. Dari mabuk ke ngaji, itu perubahan besar,” tegas Sutikno.

Tantangan Baru dan Harapan ke Depan

Walaupun begitu, lanjut Sutikno, Kelurahan Bandarharjo masih memiliki beberapa PR (pekerjaan rumah) yang harus diselesaikan.

“Saat ini kan mulai lagi marak tawuran dan kenakalan remaja. Nah, ini tugas bersama untuk menyelesaikan, tentunya ini harus saling gotong royong,” katanya.

Dalam semangat Hari Santri 2025, Sutikno mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menghidupkan kembali semangat perubahan itu.

“Melalui semangat Hari Santri, mari kita gaungkan lagi ‘Dari Kampung Gali Menuju Kampung Santri’. Semoga Bandarharjo menjadi kampung yang aman, religius, dan penuh keberkahan,” pungkasnya.

Jurnalis: Lingkar Network
Editor: Basuki

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari harianmuria.com
Tags: bandarharjo semarangBerita SemarangHari Santri 2025kampung galikampung santripetrussemarang hari initransformasi bandarharjo
SummarizeShare45SendShare
Previous Post

Banjir Kembali Rendam Jalur Pantura Sayung Demak, Kemacetan Capai 10 Km

Next Post

8.499 Buruh Tani Tembakau dan Cengkeh di Rembang Terima BLT DBHCHT 2025

Basuki

Basuki

Berita Terkait

Ekonomi Lesu Bikin PAD Semarang Macet, Pemkot Genjot Sejumlah Sektor Pajak

Ekonomi Lesu Bikin PAD Semarang Macet, Pemkot Genjot Sejumlah Sektor Pajak

by Sekar Sari
18 Agustus 2026
511

SEMARANG, Harianmuria.com - Kondisi ekonomi yang lesu menjadi salah satu penyebab Pendapatan Asli Daerah Kota Semarang macet. Alhasil Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang melakukan rasionalisasi anggaran yang mengakibatkan beberapa...

Pendapatan Daerah Seret, Disperkim Semarang Tunda 19 Persen Program Kerja

Pendapatan Daerah Seret, Disperkim Semarang Tunda 19 Persen Program Kerja

by ulfa puspa
18 Agustus 2026
512

SEMARANG, Harianmuria.com — Rasionalisasi anggaran Pemerintah Kota Semarang berimbas penundaan pelaksanaan program Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Disperkim).  Sekitar 19 persen program kerja Disperkim kini harus ditunda, termasuk sejumlah...

HUT ke-81 RI, Wali Kota Semarang Minta Semangat Kemerdekaan Tak Berhenti di Seremoni

HUT ke-81 RI, Wali Kota Semarang Minta Semangat Kemerdekaan Tak Berhenti di Seremoni

by Rosyid
17 Agustus 2026
518

SEMARANG, Harianmuria.com - Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng Pramestuti, menekankan pentingnya menerjemahkan semangat kemerdekaan ke dalam peningkatan kesejahteraan masyarakat. Hal itu ia sampaikan usai upacara HUT ke-81 Kemerdekaan...

Pendapatan Daerah Berpotensi Defisit, Pemkot Semarang Pangkas Pos Belanja Rp300 M

Pendapatan Daerah Berpotensi Defisit, Pemkot Semarang Pangkas Pos Belanja Rp300 M

by ulfa puspa
14 Agustus 2026
957

SEMARANG, Harianmuria.com – Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang memangkas pos belanja daerah hingga Rp300 miliar untuk menutup potensi defisit pos pendapatan. Sekretaris Daerah Kota Semarang, Handi Priyanto, mengungkapkan rasionalisasi...

Load More

BERITA UTAMA

Warga Blora Aksi Jalan Mundur Tuntut Transparansi Proyek Pematangan Sekolah Rakyat

Warga Blora Aksi Jalan Mundur Tuntut Transparansi Proyek Pematangan Sekolah Rakyat

18 Agustus 2026
515
Merah Putih Berkibar di Bawah Laut Pulau Gede Rembang Semarakkan HUT ke-81 RI

Merah Putih Berkibar di Bawah Laut Pulau Gede Rembang Semarakkan HUT ke-81 RI

17 Agustus 2026
517
Bus Trans Jateng Koridor Magelang-Temanggung Ditarget Beroperasi 2027

Bus Trans Jateng Koridor Magelang-Temanggung Ditarget Beroperasi 2027

16 Agustus 2026
530
Para siswa SD Negeri Terpencil Bainaa Barat di Desa Bainaa Barat, Kecamatan Tinombo, Parigi Moutong (Parimo), Sulawesi Tengah berdiri di atas Jembatan Garuda yang selesai dibangun. (Istimewa)

Jembatan Garuda Bainaa Barat Selesai, Siswa SD Terpencil Tak Lagi Seberangi Sungai untuk Sekolah

14 Agustus 2026
530

TRENDING HARI INI

  • Anak PMI asal Gresik, Adil (kiri) bersama petugas KBRI di Malaysia Shohenudin. (Dok. pribadi)

    Anak PMI Asal Gresik Jadi Paskibraka KBRI Kuala Lumpur, Titip Harapan untuk Pendidikan

    107 shares
    Share 43 Tweet 27
  • HUT ke-81 RI, Bupati Kendal Ajak Masyarakat Gotong Royong Bangun Negeri

    103 shares
    Share 41 Tweet 26
  • Kemarau Picu Penurunan Hasil Pertanian di Grobogan, Hewan Ternak Kesulitan Pakan

    94 shares
    Share 38 Tweet 24
  • HUT RI: DPRD Pati Tekankan Sinergi Bangun Indonesia Berdaulat, Adil dan Makmur

    93 shares
    Share 37 Tweet 23
  • HUT ke-81 RI, Wali Kota Semarang Minta Semangat Kemerdekaan Tak Berhenti di Seremoni

    93 shares
    Share 37 Tweet 23
  • Karantina Jawa Tengah Gaungkan Semangat Kemerdekaan untuk Perkuat Kedaulatan Hayati

    95 shares
    Share 38 Tweet 24
  • Warga Blora Aksi Jalan Mundur Tuntut Transparansi Proyek Pematangan Sekolah Rakyat

    93 shares
    Share 37 Tweet 23
Harian Muria

Harian Muria Merupakan Media Online Tersertifikasi Dewan Pers Dengan Nomer 1287/DP-VERIFIKASI/K/X/2024

Penerbit :
PT. Mediatama Anugrah Pers
SK. Kemenkumham RI Nomor : AHU-0008754.AH.01.01.TAHUN 2023

PILIHAN EDITOR

Ungker Jati, salah satu makanan khas Blora. (Instagram @falarasha/Harianmuria.com)

5 Deretan Makanan Khas Blora yang Unik, Salah Satunya Terbuat dari Kepompong Jati

18 Oktober 2022
1.4k
Intip Pembuatan Peci Blangkon yang ‘Nge-trend’, Laris Terjual Hingga ke Paris

Intip Pembuatan Peci Blangkon yang ‘Nge-trend’, Laris Terjual Hingga ke Paris

7 Maret 2025
610

IKUTI SOSMED KAMI

  • Peta Situs
  • Box Redaksi
  • Kerjasama & Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

© 2026 Harian Muria - Portal Berita Muria Raya dan Sekitarnya

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • Berita Daerah
    • Blora
    • Demak
    • Grobogan
    • Jepara
    • Kendal
    • Kudus
    • Pati
    • Rembang
    • Semarang
  • Artikel
    • Biografi
    • Kesehatan
    • Kuliner
    • Lifestyle
    • Parenting
    • Silabus & RPP
    • Tips
    • Travelling
  • Box Redaksi
  • Kerjasama & Iklan

© 2026 Harian Muria - Portal Berita Muria Raya dan Sekitarnya