• Peta Situs
  • Kerjasama & Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kabar Hari Ini
Jumat, Oktober 16, 2026
harianmuria
  • Home
  • Nasional
  • Berita Daerah
    • Blora
    • Rembang
    • Grobogan
    • Pati
    • Jepara
    • Kendal
    • Demak
    • Kudus
    • Semarang
  • Artikel
    • Biografi
    • Kesehatan
    • Kuliner
    • Lifestyle
    • Parenting
    • Silabus & RPP
    • Tips
    • Travelling
  • Box Redaksi
No Result
View All Result
harianmuria
  • Home
  • Nasional
  • Berita Daerah
    • Blora
    • Rembang
    • Grobogan
    • Pati
    • Jepara
    • Kendal
    • Demak
    • Kudus
    • Semarang
  • Artikel
    • Biografi
    • Kesehatan
    • Kuliner
    • Lifestyle
    • Parenting
    • Silabus & RPP
    • Tips
    • Travelling
  • Box Redaksi
No Result
View All Result
harianmuria
No Result
View All Result

Gropyokan Serentak di Kabupaten Semarang, 4.325 Hama Tikus Berhasil Dimusnahkan

Basuki Rahardjo by Basuki Rahardjo
21 April 2025
in News, Semarang
72 1
Petani dan elemen masyarakat melakukan gropyokan massal untuk membasmi hama tikus di lahan persawahan Desa Sraten, Kecamatan Tuntang, Kabupaten Semarang. (Hesty Imaniar/Harianmuria.com)

Petani dan elemen masyarakat melakukan gropyokan massal untuk membasmi hama tikus di lahan persawahan Desa Sraten, Kecamatan Tuntang, Kabupaten Semarang. (Hesty Imaniar/Harianmuria.com)

562
VIEWS
Tanya ChatGPTShare to FacebookWhatsAppTelegram

KAB. SEMARANG, Harianmuria.com – Sebanyak 4.325 ekor hama tikus berhasil ditangkap untuk dimusnahkan pada kegiatan gropyokan Gerakan Pengendalian (Gerdal) Hama Tikus secara serentak di lima kecamatan di Kabupaten Semarang, Minggu (20/4/2025).

Kegiatan ini diprakarsai oleh Dinas Pertanian, Perikanan, dan Pangan (Dispertanikap) Kabupaten Semarang untuk mengatasi serangan hama tikus yang menjadi faktor utama terjadinya puso atau gagal panen di lahan persawahan.

Gropyokan serentak yang melibatkan ratusan petani dan berbagai elemen masyarakat ini dilakukan di wilayah sekitar Danau Rawa Pening, meliputi Kecamatan Banyubiru, Tuntang, Bawen, Jambu, dan Ambarawa.

Salah satu petani asal Desa Sraten, Kecamatan Tuntang, Sinwan (60) mengaku kesal dan geram dengan munculnya serangan hama tikus di lahan-lahan persawahan itu, hingga menyebabkan dirinya mengalami gagal panen di awal tahun 2025.

“Tadi saya tangkap 72 ekor tikus, saya pukuli hama-hama tikus itu karena jengkel, lalu saya masukan ke dalam karung yang saya duduki ini,” katanya saat ikut melakukan gropyokan massal.

Sinwan kesal lantaran serangan hama tikus itu menyebabkan lahan persawahan miliknya tidak satupun menghasilkan bulir-bulir padi.

“Sebelum acara ini pun sehari-harinya saya tangkap sendiri hama-hama tikus ini tapi jumlahnya makin banyak. Saya jengkel sekali karena saya mengalami gagal panen,” ungkapnya.

Ia menuturkan, serangan hama tikus di sawahnya makin parah sejak bulan Ramadan kemarin. “Sampai-sampai dalam semalam, satu hingga tiga kotak lahan sawah rusak dan habis,” ujarnya.

Bagi Sinwan dan para petani lainnya, gropyokan hama tikus ini bukan hanya sekadar aksi menangkap hama tikus itu, tapi ada juga luapan kekesalan dan marah atas kerusakan yang ditimbulkan hama itu.

“Ya ini satu-satunya cara untuk menyelamatkan musim panen berikutnya, karena diberi obat pun percuma tidak bakal mati itu tikus. Jadi harus ditangkap dan dipukuli supaya bisa diberantas,” imbuh Sinwan.

Rencananya, di bulan Mei nanti Sinwan akan kembali menanam tanaman padi, meski modal untuk menanam padi ini tidak sedikit.

“Biayanya sekitar Rp 10 juta per hektare untuk menyiapkan lahan pertanian untuk kembali ditanami lagi padi. Susah karena sekarang sudah gagal panen, uang dari mana, ya harus cari modal lagi, berutang kalau perlu,” keluhnya.

Baca juga: Puluhan Hektare Sawah Gagal Panen Diserang Tikus, Petani di Kabupaten Semarang Rugi Ratusan Juta

Kepala Desa Sraten Rochmat merasa prihatin karena serangan hama tikus ini menyebabkan lahan pertanian di desanya mengalami puso atau gagal panen. Seharusnya para petani bisa panen di bulan Maret dan April 2025 jika tidak diserang tikus.

“Para petani tidak bisa penen karena hama tikus ini, yang seharusnya bisa dapat uang untuk Lebaran, tapi tidak jadi karena puso seperti ini,” katanya.

Menurut Rohmat, merebaknya hama tikus itu dipicu luapan air di Danau Rawa Pening, yang menyebabkan populasi hama tikus ini menyebar luas di wilayah-wilayah sekitar Danau Rawa Pening.

“Kondisi air di Danau Rawa Pening ini sangat berpengaruh, karena hama tikus ini memang rumahnya di sana. Begitu airnya meluap karena intensitas hujan yang tinggi sampai sekarang, maka hama tikus ini masuk ke area persawahan di wilayah yang dekat dengan danau, termasuk Desa Sraten ini,” terangnya.

Ia menambahkan, lahan persawahan yang yang mengalami puso akibat hama tikus ini ada sekitar 25 hektare, dari total 60 hektare lahan sawah di Sraten. Menurutnya, kegiatan gropyokan hama tikus itu memang harus dilakukan secara serentak, karena jika dilakukan satu persatu tidak akan efektif.

“Setelah adanya Gerdal ini, kami akan serentak melakukan tanam bersama, hal ini supaya hama tikus ini tidak kembali muncul. Karena memang harus serentak, pengendaliannya dilakukan serentak, tanam tanaman padi pun harus serentak untuk memutus populasi hama tikus ini,” bebernya.

Pada kegiatan Gerdal Hama Tikus secara serentak ini juga turut diperlombakan. Hal itu dilakukan sebagai motivasi seluruh unsur masyarakat untuk menangkap hama tikus sebanyak mungkin.

Dari perlombaan tersebut dihasilkan tiga juara, yaitu juara pertama diraih Gapoktan Karya Makmur asal Brongkol, Kecamatan Jambu dengan total tangkapan hama tikus mencapai 835 ekor.

Kemudian juara kedua KT Maju dari Dusun Demakan, Desa Banyubiru, Kecamatan Banyubiru dengan total 492 ekor, disusul juara ketiga KT Handayani dari Dusun Deles, Desa Ngrapah, Kecamatan Banyubiru dengan total tangkapan 390 ekor.

Data Dispertanikap Kabupaten Semarang mencatat total hama tikus yang tertangkap di lima kecamatan mencapai 4.325 ekor. Gerdal Hama Tikus ini rencananya akan dilakukan berturut-turut selama satu hingga dua minggu ke depan hingga populasi hama tikus ini hilang dari area persawahan petani.

(HESTY IMANIAR – Harianmuria.com)

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari harianmuria.com
Tags: Dispertanikap Kabupaten Semaranggropyokangropyokan hama tikusgropyokan serentakhama tikusInfo Semarangkabupaten semarang
SummarizeShare40SendShare
Previous Post

Jemaah Mulai Diberangkatkan ke Tanah Suci pada 2 Mei, Ini Jadwal Lengkap Perjalanan Haji 2025

Next Post

Kurang Sosialisasi, Wali Kota Hentikan Sementara Pemungutan Retribusi Sampah di TPS3R Bulu Salatiga

Basuki Rahardjo

Basuki Rahardjo

Berita Terkait

Terkena Serangan Hama Tikus, Petani di Blora Nyaris Gagal Panen

Terkena Serangan Hama Tikus, Petani di Blora Nyaris Gagal Panen

by Sekar Sari
30 September 2026
530

BLORA, Harianmuria.com - Serangan hama tikus membuat petani di Kecamatan Todanan, Kabupaten Blora, nyaris gagal panen. Dari enam kilogram benih padi yang ditanam, hasil panen yang didapat bahkan...

Hama Tikus Merajalela di Todanan Blora, Banyak Petani Gagal Panen

Hama Tikus Merajalela di Todanan Blora, Banyak Petani Gagal Panen

by Rosyid
27 Agustus 2026
558

BLORA, Harianmuria.com - Serangan hama tikus di Kecamatan Todanan, Kabupaten Blora, semakin meluas. Dari 25 desa, sebanyak 22 desa dilaporkan terdampak. Hama pengerat itu tidak hanya merusak tanaman...

Harga Seragam Sekolah di Pasar Johar Semarang Naik Jelang Tahun Ajaran Baru 2026

Harga Seragam Sekolah di Pasar Johar Semarang Naik Jelang Tahun Ajaran Baru 2026

by Sekar Sari
7 Juli 2026
586

SEMARANG, Harianmuria.com - Menjelang tahun ajaran baru 2026/2027, area pertokoan di Pasar Johar Semarang mulai dipenuhi ibu-ibu yang mengantar anaknya untuk membeli seragam sekolah. Seperti yang terlihat di...

Distribusi Bansos Dialihkan Via Kopdes Merah Putih, Ini Kata Dinsos Semarang

Distribusi Bansos Dialihkan Via Kopdes Merah Putih, Ini Kata Dinsos Semarang

by ulfa puspa
14 April 2026
579

KABUPATEN SEMARANG, Harianmuria.com – Dinas Sosial Kabupaten Semarang buka suara ikhwal wacana penyaluran bantuan sosial lewat Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih). Kepala Dinsos Semarang, Istichomah, mengungkapkan belum ada...

Load More

BERITA UTAMA

Investor Jepang Ingin Bangun Pabrik Biometan di Blora, Bupati: Lirik Potensi Limbah Pertanian

Investor Jepang Ingin Bangun Pabrik Biometan di Blora, Bupati: Lirik Potensi Limbah Pertanian

16 Oktober 2026
537
Festival Literasi Blora 2026 Digelar 4 Hari, Bupati Dorong Budaya Baca hingga Desa

Festival Literasi Blora 2026 Digelar 4 Hari, Bupati Dorong Budaya Baca hingga Desa

15 Oktober 2026
527
RSU Permata Tambah 10 Unit ICU Baru, Bupati Blora: Utamakan Keselamatan Pasien

RSU Permata Tambah 10 Unit ICU Baru, Bupati Blora: Utamakan Keselamatan Pasien

14 Oktober 2026
530
Rembang Bisa Hemat Rp300 M Jika Gaji PPPK Dibayar Pusat, Bupati: Tapi TKD Harus Tetap

Rembang Bisa Hemat Rp300 M Jika Gaji PPPK Dibayar Pusat, Bupati: Tapi TKD Harus Tetap

13 Oktober 2026
546

TRENDING HARI INI

  • Didanai APBN Rp400 Juta, Pemkab Kudus Buka 5 Kelas Pelatihan Kerja

    Didanai APBN Rp400 Juta, Pemkab Kudus Buka 5 Kelas Pelatihan Kerja

    98 shares
    Share 39 Tweet 25
  • Kemarau Panjang, Warga Sambongrejo Blora Mulai Krisis Air Bersih

    101 shares
    Share 40 Tweet 25
  • Masih Ada SPPG Tak Serap Telur Lokal, Peternak Kendal Minta BGN Tindak Tegas

    208 shares
    Share 83 Tweet 52
  • Investor Jepang Ingin Bangun Pabrik Biometan di Blora, Bupati: Lirik Potensi Limbah Pertanian

    97 shares
    Share 39 Tweet 24
  • KPK Tangkap Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo: Diduga Suap BPK dan Pengadaan Barang Jasa

    97 shares
    Share 39 Tweet 24
  • Gubernur Jateng Tanggapi Kabar Bupati Klaten Terjaring OTT KPK

    96 shares
    Share 38 Tweet 24
  • OTT KPK di Klaten: Uang Rp1 Miliar Disita, 20 Orang Diamankan Termasuk Bupati Klaten

    95 shares
    Share 38 Tweet 24
Harian Muria

Harian Muria Merupakan Media Online Tersertifikasi Dewan Pers Dengan Nomer 1287/DP-VERIFIKASI/K/X/2024

Penerbit :
PT. Mediatama Anugrah Pers
SK. Kemenkumham RI Nomor : AHU-0008754.AH.01.01.TAHUN 2023

PILIHAN EDITOR

MENERANGKAN: Bukit Pengusen, salah satu objek wisata di desa Gulangpongge. (Instagram @patihitsku/Harianmuria.com)

Liburan ke Desa Gulangpongge, Nikmati Pemandangan Lereng Gunung Muria dan Tujuh Objek Wisata Lainnya

7 September 2022
998
RSUD dr. Loekmono Hadi Kudus hadirkan layanan ESWL, metode modern pecah batu ginjal tanpa operasi, aman, minim risiko, dan ditanggung BPJS Kesehatan.

RSUD dr. Loekmono Hadi Tawarkan ESWL, Pecah Batu Ginjal Tanpa Operasi

13 September 2025
623

IKUTI SOSMED KAMI

  • Peta Situs
  • Box Redaksi
  • Kerjasama & Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

© 2026 Harian Muria - Portal Berita Muria Raya dan Sekitarnya

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • Berita Daerah
    • Blora
    • Demak
    • Grobogan
    • Jepara
    • Kendal
    • Kudus
    • Pati
    • Rembang
    • Semarang
  • Artikel
    • Biografi
    • Kesehatan
    • Kuliner
    • Lifestyle
    • Parenting
    • Silabus & RPP
    • Tips
    • Travelling
  • Box Redaksi
  • Kerjasama & Iklan

© 2026 Harian Muria - Portal Berita Muria Raya dan Sekitarnya