BLORA, Harianmuria.com – Proyek Strategis Nasional (PSN) Embung Karangjati di Kabupaten Blora terus dikebut. Kepala Dinas Pekerjaan Umum Sumber Daya Air dan Penataan Ruang (Pusdataru) Provinsi Jawa Tengah, Henggar Budi Anggoro, optimistis proyek akan selesai tepat waktu, meski tanpa penambahan alat berat.
Optimistis Selesai November 2025
Saat meninjau lokasi proyek, Henggar menyampaikan bahwa enam unit alat berat yang tersedia sudah mencukupi. Solusi percepatan pengerjaan dilakukan dengan lembur hingga pukul 22.00 WIB jika cuaca mendukung.
“Kalau cuaca bagus kita over time (lembur), bahkan bisa tiap hari. Rencananya selesai pada 28 November 2025. Saat hujan kita agak kerepotan karena banyak pengerjaan di galian,” jelas Henggar, Jumat, 26 September 2025.
Progres Pembangunan dan Anggaran
Menurut Henggar, progres proyek sudah mencapai sekitar 27 persen. Pekerjaan saat ini meliputi galian yang sudah mencapai lantai dasar dan segera dilanjutkan dengan pengecoran dinding embung.
Proyek Embung Karangjati dibangun di atas lahan seluas 5 hektare dengan dua embung berbeda ukuran: 1,1 hektare dan 0,5 hektare. Total anggaran pembangunan sebesar Rp9 miliar, dengan kontrak kerja senilai Rp8,5 miliar.
Baca juga: Proyek Embung Karangjati Blora Ditarget Selesai November 2025, Pemprov Kucurkan Rp8,5 Miliar
Manfaat Embung Karangjati untuk Pertanian
Embung ini diproyeksikan mampu mengairi 40 hektare lahan pertanian, bahkan lebih. Henggar berharap embung dapat mendukung petani melakukan tiga kali musim tanam padi dalam setahun.
“Untuk kebutuhan air tidak ada masalah. Mudah-mudahan ke depan makin berfungsi maksimal,” ujarnya.
Tantangan dan Pengelolaan Air
Fungsi utama embung adalah menyediakan air irigasi. Namun, Henggar menyebutkan saat ini baru sebatas indeks air, belum ada saluran dan pompa.
Ia berharap masyarakat dapat menyiapkan pompa air secara swadaya. “Kalau memang butuh tinggal mengambil air dari embung dengan pompa. Bisa juga dipompa ke saluran irigasi yang ada,” jelasnya.
Status Pengelolaan Embung
Henggar menegaskan bahwa hingga kini belum ada penjadwalan hibah pengelolaan embung kepada Pemkab Blora. Untuk sementara, pengelolaan tetap berada di bawah Pusdataru Provinsi Jawa Tengah, namun petani tetap bisa langsung memanfaatkan air dari embung.
Jurnalis: Eko Wicaksono
Editor: Basuki











