• Peta Situs
  • Kerjasama & Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer
  • Kabar Hari Ini
Jumat, Oktober 16, 2026
harianmuria
  • Home
  • Nasional
  • Berita Daerah
    • Blora
    • Rembang
    • Grobogan
    • Pati
    • Jepara
    • Kendal
    • Demak
    • Kudus
    • Semarang
  • Artikel
    • Biografi
    • Kesehatan
    • Kuliner
    • Lifestyle
    • Parenting
    • Silabus & RPP
    • Tips
    • Travelling
  • Box Redaksi
No Result
View All Result
harianmuria
  • Home
  • Nasional
  • Berita Daerah
    • Blora
    • Rembang
    • Grobogan
    • Pati
    • Jepara
    • Kendal
    • Demak
    • Kudus
    • Semarang
  • Artikel
    • Biografi
    • Kesehatan
    • Kuliner
    • Lifestyle
    • Parenting
    • Silabus & RPP
    • Tips
    • Travelling
  • Box Redaksi
No Result
View All Result
harianmuria
No Result
View All Result

Dugaan Keracunan Massal di Juwana Pati, Dinkes Kirim Sampel ke Laboratorium Semarang

Sekar Sari by Sekar Sari
26 Desember 2024
in News, Highlight
68 2
Warga Desa Tluwah, Kecamatan Juwana, Kabupaten Pati, di duga mengalami keracunan memeriksakan diri di Posko Kesehatan Darurat di balai desa setempat, Rabu, 25 Desember 2024. (Setyo Nugroho/Harianmuria.com)

Warga Desa Tluwah, Kecamatan Juwana, Kabupaten Pati, di duga mengalami keracunan memeriksakan diri di Posko Kesehatan Darurat di balai desa setempat, Rabu, 25 Desember 2024. (Setyo Nugroho/Harianmuria.com)

541
VIEWS
Tanya ChatGPTShare to FacebookWhatsAppTelegram

PATI, Harianmuria.com – Ratusan warga Desa Tluwah, Kecamatan Juwana, Kabupaten Pati diduga mengalami keracunan usai menyantap makanan di sebuah acara hajatan pada Senin malam, 23 Desember 2024.

Makanan berupa lontong, sambal goreng, dan aneka lauk pauk yang mereka konsumsi saat acara hajatan atau kenduri, mengakibatkan mual, diare, pusing, hingga demam tinggi. Mereka pun harus dilarikan ke fasilitas kesehatan terdekat lantaran mengalami keracunan yang cukup berat.

Salah satu warga Tluwah yang diduga mengalami keracunan, Sukar mengatakan bahwa dirinya beserta istri dan anaknya merasa tak enak badan usai menyantap hidangan dalam hajatan tersebut. Padahal, Sukar merasa makanan yang disantapnya tidak memiliki aroma maupun rasa aneh.

“Itu makanan saya bungkus lalu makan di rumah. Saya makan ya enak-enak saja. Isinya lontong, kuah, sambal goreng tahu, serta potongan daging dan kulit ayam. Saya cuma makan tiga potong. Sisanya dimakan anak dan istri saya, semuanya jadi sakit,” ujarnya usai memeriksakan diri di Posko Kesehatan Darurat di Balai Desa Tluwah, Rabu, 25 Desember 2024.

Beberapa jam setelah menyantap makanan di acara hajatan, lanjut dia, secara bergantian Sukar dan anak-istrinya mengalami mual, pusing, demam, hingga diare.

“Saya sampai tujuh kali buang air besar. Badan juga panas, kepala pusing keliyengan. Alhamdulillah sekarang sudah mendingan, walaupun belum pulih 100 persen,” ungkap dia.

Beruntungnya, setelah terjadi dugaan keracunan masal tersebut, ada Puskesmas keliling yang menghampiri rumah-rumah warga untuk melakukan pemeriksaan dan memberikan obat. 

Berdasarkan keterangan Kasi Kesejahteraan Desa Tluwah, Dewi Riyani, terdapat 138 warga yang mengalami gejala keracunan makanan. Delapan orang di antaranya dirawat inap di RS Budi Agung Juwana, 18 di Puskesmas Juwana, 2 di RSUD RAA Soewondo, 4 di RS Mitra Bangsa, dan 2 di Puskesmas Jakenan.

“Kemudian 97 orang berobat di Pos Kesehatan Darurat yang kami buka sejak tadi malam. Selain itu kami juga berkeliling mengecek kondisi warga di rumah mereka,” kata dia.

Dewi menyebut, pada Selasa sore, 24 Desember 2024, pihaknya mendapat laporan ada warga yang mengalami demam, diare, dan muntah-muntah. Kemudian pihaknya bersama jajaran Pemerintah Desa (Pemdes) Tluwah langsung melakukan pengecekan.

Hasilnya, di RS Budi Agung dan Puskesmas Juwana sudah ada beberapa warga yang dirawat.

“Akhirnya saya sweeping ke desa. Ternyata banyak warga yang mengalami kondisi sama. Menggigil, demam, muntah-muntah. Banyak yang belum berobat. Akhirnya kami kerjasama dengan Puskesmas, semua bidan dikerahkan untuk membantu,” jelas dia.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Pati, Aviani Tritanti Venusia, mengatakan bahwa pihaknya melalui Puskesmas Juwana langsung mengambil tindakan cepat dengan membuka posko kesehatan di Balai Desa Tluwah usai mengetahui adanya dugaan keracunan massal tersebut.

“Kami memberikan pengobatan untuk masyarakat terdampak. Yang gejalanya ringan cukup rawat jalan. Adapun yang gejala berat, misalnya diare sampai dehidrasi, kami beri rujukan ke beberapa rumah sakit terdekat,” ujar Aviani.

Untuk memastikan dugaan keracunan massal yang diakibatkan konsumsi makanan yang sama, pihaknya langsung mengambil sampel makanan tersebut untuk dicek di laboratorium di Kota Semarang.

“Kami ambil sampel makanan dan kami kirim ke laboratorium di Semarang untuk dicek apakah memang makanan ini menjadi penyebab keracunan. Kami masih menunggu 3 hari sampai satu minggu untuk mengetahui hasilnya. Semoga nanti tidak bertambah lagi (korbannya),” tandas dia. (Lingkar Network | Setyo Nugroho – Harianmuria.com)

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari harianmuria.com
Tags: Info PatiKeracunan Massalpati
SummarizeShare39SendShare
Previous Post

Ditetapkan Tersangka, KPK Temukan Bukti Hasto Kristiyanto Terlibat Kasus Harun Masiku

Next Post

Anggota DPR RI Berencana Salurkan Bantuan Pembangunan ke SMPIT Miftahul Huda Kendal

Sekar Sari

Sekar Sari

Berita Terkait

Monitor Penataan Trotoar Jalan Sudirman Pati, Kementerian PU Pastikan Sesuai Spek

Monitor Penataan Trotoar Jalan Sudirman Pati, Kementerian PU Pastikan Sesuai Spek

by ulfa puspa
8 Oktober 2026
531

PATI, Harianmuria.com – Kementerian Pekerjaan Umum (PU) melalui Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) dari Balai Penataan Bangunan, Permukiman, dan Kawasan, Dika Dwi Angga,meninjau proyek penataan trotoar Jalan Sudirman, Kabupaten...

APBD Pati 2027 Masih Dibahas, Pemkab Fokus Infrastruktur Meski TKD Turun Rp3 M

APBD Pati 2027 Masih Dibahas, Pemkab Fokus Infrastruktur Meski TKD Turun Rp3 M

by ulfa puspa
7 Oktober 2026
514

PATI, Harianmuria.com – DPRD Kabupaten Pati bersama pemerintah setempat setuju melanjutkan pembahasan Raperda APBD Kabupaten Pati Tahun Anggaran 2027. Persetujuan tersebut setelah seluruh fraksi DPRD Pati menyampaikan pandangan...

Proyek Trotoar Jalan Sudirman, DPUTR Pati Sebut Tak Dilibatkan Secara Teknis

Proyek Trotoar Jalan Sudirman, DPUTR Pati Sebut Tak Dilibatkan Secara Teknis

by ulfa puspa
7 Oktober 2026
644

PATI, Harianmuria.com – Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTR) Kabupaten Pati mengaku tidak dilibatkan secara teknis dalam proyek renovasi trotoar Jalan Sudirman. Plt Sekretaris DPUTR Pati, Widyotomo,...

Dimintai Klarifikasi, Sejumlah Camat di Pati Absen Rapat Paripurna Karena Ada Musrenbang

Dimintai Klarifikasi, Sejumlah Camat di Pati Absen Rapat Paripurna Karena Ada Musrenbang

by ulfa puspa
7 Oktober 2026
742

PATI, Harianmuria.com – Komisi A DPRD Kabupaten Pati memanggil sejumlah camat untuk klarifikasi buntut tidak hadir dalam rapat paripurna DPRD tentang perubahan APBD pada 14 September 2026. Ketua...

Load More

BERITA UTAMA

Investor Jepang Ingin Bangun Pabrik Biometan di Blora, Bupati: Lirik Potensi Limbah Pertanian

Investor Jepang Ingin Bangun Pabrik Biometan di Blora, Bupati: Lirik Potensi Limbah Pertanian

16 Oktober 2026
544
Festival Literasi Blora 2026 Digelar 4 Hari, Bupati Dorong Budaya Baca hingga Desa

Festival Literasi Blora 2026 Digelar 4 Hari, Bupati Dorong Budaya Baca hingga Desa

15 Oktober 2026
530
RSU Permata Tambah 10 Unit ICU Baru, Bupati Blora: Utamakan Keselamatan Pasien

RSU Permata Tambah 10 Unit ICU Baru, Bupati Blora: Utamakan Keselamatan Pasien

14 Oktober 2026
530
Rembang Bisa Hemat Rp300 M Jika Gaji PPPK Dibayar Pusat, Bupati: Tapi TKD Harus Tetap

Rembang Bisa Hemat Rp300 M Jika Gaji PPPK Dibayar Pusat, Bupati: Tapi TKD Harus Tetap

13 Oktober 2026
546

TRENDING HARI INI

  • Didanai APBN Rp400 Juta, Pemkab Kudus Buka 5 Kelas Pelatihan Kerja

    Didanai APBN Rp400 Juta, Pemkab Kudus Buka 5 Kelas Pelatihan Kerja

    98 shares
    Share 39 Tweet 25
  • Investor Jepang Ingin Bangun Pabrik Biometan di Blora, Bupati: Lirik Potensi Limbah Pertanian

    98 shares
    Share 39 Tweet 25
  • KPK Tangkap Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo: Diduga Suap BPK dan Pengadaan Barang Jasa

    97 shares
    Share 39 Tweet 24
  • Kemarau Panjang, Warga Sambongrejo Blora Mulai Krisis Air Bersih

    101 shares
    Share 40 Tweet 25
  • Masih Ada SPPG Tak Serap Telur Lokal, Peternak Kendal Minta BGN Tindak Tegas

    209 shares
    Share 84 Tweet 52
  • OTT KPK di Klaten: Uang Rp1 Miliar Disita, 20 Orang Diamankan Termasuk Bupati Klaten

    95 shares
    Share 38 Tweet 24
  • KP2MI dan Kemenperin Perluas SMK Go Global, 1.066 Calon PMI Disiapkan Kerja di Luar Negeri

    94 shares
    Share 38 Tweet 24
Harian Muria

Harian Muria Merupakan Media Online Tersertifikasi Dewan Pers Dengan Nomer 1287/DP-VERIFIKASI/K/X/2024

Penerbit :
PT. Mediatama Anugrah Pers
SK. Kemenkumham RI Nomor : AHU-0008754.AH.01.01.TAHUN 2023

PILIHAN EDITOR

Ilustrasi bendera berwarna merah, simbol dari hubungan yang redflag. (Freepik/Harianmuria.com)

Red Flag dalam Hubungan, Apakah Itu? Kenali Tanda-Tandanya

30 November 2022
880
Ilustrasi orang yang terkena kanker dan mental illness. (Freepik/Harianmuria.com)

Mental Illness dan Kanker, Apa Hubungannya?

1 Februari 2023
624

IKUTI SOSMED KAMI

  • Peta Situs
  • Box Redaksi
  • Kerjasama & Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Disclaimer

© 2026 Harian Muria - Portal Berita Muria Raya dan Sekitarnya

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Nasional
  • Berita Daerah
    • Blora
    • Demak
    • Grobogan
    • Jepara
    • Kendal
    • Kudus
    • Pati
    • Rembang
    • Semarang
  • Artikel
    • Biografi
    • Kesehatan
    • Kuliner
    • Lifestyle
    • Parenting
    • Silabus & RPP
    • Tips
    • Travelling
  • Box Redaksi
  • Kerjasama & Iklan

© 2026 Harian Muria - Portal Berita Muria Raya dan Sekitarnya