KENDAL, Harianmuria.com – Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Kendal memberikan pelatihan barista kepada 12 penyandang disabilitas tunarungu, sebagai bagian dari upaya pemberdayaan kelompok difabel. Program ini merupakan hasil kerja sama dengan Kadin Kendal dan Hotel Sae Inn.
Pelatihan ini bertujuan membekali para penyandang tunarungu dengan keterampilan meracik kopi secara profesional, sekaligus membuka peluang kerja dan usaha di bidang kuliner.
“Kami berkolaborasi dengan Kadin dan Hotel Sae Inn untuk melatih 12 tunarungu menjadi barista kopi. Ini bagian dari program pemberdayaan agar mereka bisa mandiri secara ekonomi,” ujar Kepala Dinsos Kendal, Muntoha, pada Kamis, 24 Juli 2025.
Kafe Bicara Rasa untuk Barista Tunarungu
Usai pelatihan, para peserta langsung terlibat dalam pengelolaan Kafe Bicara Rasa yang berada di area Hotel Sae Inn. Kafe ini dirancang sebagai ruang kerja inklusif dan sekaligus etalase hasil pelatihan.
“Kafe Bicara Rasa dibuka mulai Jumat hingga Minggu. Semua baristanya adalah penyandang tunarungu yang baru saja selesai pelatihan dan sudah mengantongi sertifikat,” jelas Muntoha.
Komunikasi Lancar, Didampingi Petugas
Untuk mendukung kelancaran pelayanan, barista tunarungu akan didampingi oleh petugas kafe. Namun, Muntoha menyebut para peserta sudah cukup terampil membaca gerakan bibir, sehingga tidak mengalami kesulitan berarti dalam berkomunikasi dengan pelanggan.
“Mereka bisa membaca gerak bibir dengan baik. Insyaallah tidak ada kendala berarti dalam melayani,” ujarnya.
Dorong Kemandirian dan Inklusi Sosial
Program ini diharapkan menjadi langkah awal dalam membuka lebih banyak kesempatan kerja bagi penyandang disabilitas di Kendal. Muntoha berharap, dengan keterampilan yang dimiliki, mereka tidak hanya siap bekerja tetapi juga bisa membuka usaha sendiri di kemudian hari.
“Tujuan akhirnya adalah agar mereka mandiri, punya keterampilan, dan percaya diri menghadapi dunia kerja,” tutupnya.
Sumber: Lingkar Network
Editor: Basuki











