KUDUS, Harianmuria.com – Banjir yang melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Kudus pada Kamis, 5 Februari 2026, berdampak pada aktivitas pendidikan. Sekitar lima Sekolah Dasar (SD) terpaksa menghentikan kegiatan belajar mengajar (KBM) tatap muka dan beralih ke sistem pembelajaran daring akibat lingkungan sekolah tergenang air.
Lima sekolah terdampak tersebut berada di dua kecamatan. Di Kecamatan Jekulo, banjir merendam SD 4 Pladen dan SD 2 Sidomulyo. Sementara di Kecamatan Mejobo, genangan air terjadi di SD 2 Mejobo, SD 4 Golantepus, serta SD 3 Jojo.
Akibat kondisi tersebut, sejumlah siswa sempat datang ke sekolah sebelum akhirnya dipulangkan lebih awal demi menghindari risiko keselamatan.
Kepala Bidang Pendidikan Dasar Dinas Pendidikan, Kepemudaan dan Olahraga (Disdikpora) Kudus, Anggun Nugroho, mengatakan pihaknya telah menginstruksikan seluruh sekolah yang terdampak untuk melaksanakan KBM dari rumah.
Guru diminta tetap memberikan tugas dan pendampingan belajar secara daring agar proses pendidikan tidak terhenti.
“Untuk wilayah Kecamatan Mejobo, anak-anak sempat berangkat, tapi akhirnya dipulangkan karena kondisi tidak memungkinkan. Sekarang semuanya belajar dari rumah,” ujar Anggun.
Ia menyebutkan, pelaksanaan pembelajaran daring akan terus dievaluasi menyesuaikan perkembangan situasi, terutama terkait kondisi genangan air di sekitar sekolah.
Pihaknya juga masih melakukan pendataan apabila terdapat sekolah lain yang terdampak banjir susulan.
Sementara itu, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kudus menjelaskan banjir di Kecamatan Jekulo dipicu jebolnya tanggul Sungai Jawik di Desa Pladen.
Kepala Pelaksana Harian BPBD Kudus, Eko Hari Jatmiko, menyampaikan hujan dengan intensitas tinggi sejak Selasa malam meningkatkan debit air sungai hingga menyebabkan tanggul tidak mampu menahan tekanan air.
“Tanggul setinggi sekitar 1,5 meter jebol ke arah selatan dengan lebar kurang lebih lima meter pada pukul 03.30 WIB,” ungkapnya.
Akibat jebolnya tanggul tersebut, air sungai meluap dan merendam permukiman warga, khususnya di RT 2 RW 4 Desa Pladen, dengan ketinggian genangan mencapai sekitar 30 sentimeter. BPBD memastikan tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini.
Hingga kini, upaya perbaikan tanggul masih terkendala tingginya debit air sungai. Penanganan sementara baru dapat dilakukan setelah aliran air berangsur surut.
Pemerintah Kabupaten Kudus mengimbau masyarakat tetap waspada terhadap potensi banjir lanjutan, sembari berharap aktivitas pembelajaran di sekolah dapat segera kembali normal.
Jurnalis: Mohammad Fahtur Rohman
Editor: Rosyid











