KUDUS, Harianmuria.com – Menjelang arus mudik lebaran Idul Fitri 2026, Pemerintah Kabupaten Kudus mengebut perbaikan lampu penerangan jalan umum (LPJU) di sejumlah ruas jalan.
Upaya ini dilakukan untuk memastikan keselamatan dan kenyamanan masyarakat, terutama bagi para pemudik yang melintas di wilayah Kudus pada malam hari.
Bupati Kudus, Sam’ani Intakoris, mengatakan pihaknya telah menginstruksikan Dinas Perhubungan untuk membentuk tiga tim khusus melalui program Saber LPJU guna menangani kerusakan lampu jalan di sejumlah titik.
Menurutnya, kerusakan LPJU belakangan ini banyak dipengaruhi faktor cuaca yang tidak menentu.
Hujan disertai angin kencang menyebabkan beberapa jaringan mengalami konsleting maupun gangguan teknis lainnya.
“Dinas Perhubungan sudah membentuk tiga tim dari Saber LPJU. Jika ada kerusakan, masyarakat bisa melaporkan melalui Dishub atau layanan Wadul K1 dan K2 agar segera ditangani,” ujar Sam’ani di halaman Pendapa Kabupaten Kudus pada Sabtu malam, 14 Maret 2026.
Ia menjelaskan, karakteristik LPJU di wilayah Kudus cukup beragam karena tidak semuanya menjadi kewenangan pemerintah kabupaten.
“Sebagian lampu jalan berada di bawah kewenangan pemerintah provinsi maupun pemerintah pusat,” terangnya.
Kendati demikian, pihaknya tetap berupaya melakukan penanganan apabila terjadi kerusakan di lapangan demi kepentingan masyarakat.
“Kami tetap meminta Dishub menangani sebaik-baiknya. Kami juga mohon maaf jika masih ada beberapa titik yang belum sempurna, tetapi kami terus berupaya memberikan pelayanan terbaik bagi pengguna jalan,” jelasnya.
Sam’ani menambahkan, sekitar 80 persen LPJU di jalur alternatif sudah berfungsi dengan baik, sementara sisanya masih dalam tahap perbaikan.
Salah satu lokasi yang masih memerlukan penanganan adalah ruas jalan Kudus-Pati di wilayah Desa Bulungcangkring yang menggunakan lampu tenaga surya.
Sementara itu, Kepala Seksi Sarana dan Prasarana (Sarpras) Dinas Perhubungan Kudus, Mukhlisin, mengatakan perbaikan LPJU saat ini dilakukan secara intensif dengan sistem tiga shift agar penanganan bisa berlangsung sepanjang waktu.
“Tiga shift masih berjalan sesuai arahan bupati. Jalur utama dan jalur alternatif harus menyala, sehingga tim kami terus bekerja hingga menjelang Lebaran,” katanya.
Ia menyebut sejumlah gangguan LPJU disebabkan kerusakan kabel jaringan udara akibat cuaca ekstrem dalam beberapa waktu terakhir.
Kendala tersebut banyak ditemukan baik di wilayah perkotaan maupun di jalur alternatif pedesaan.
Meski demikian, pihaknya memastikan ketersediaan suku cadang seperti lampu, kabel, dan perlengkapan listrik lainnya masih aman karena telah dilakukan pengadaan sejak awal tahun.
Dishub juga telah menyiapkan anggaran sekitar Rp1 miliar dari APBD untuk pengadaan lampu serta aksesoris LPJU.
“Penambahan dan perbaikan rambu lalu lintas juga dilakukan bekerja sama dengan kepolisian, terutama pada jalur-jalur alternatif yang diperkirakan akan dilalui pemudik,” tandasnya.
Jurnalis: Mohammad Fahtur Rohman
Editor: Rosyid











